Erwin Harahap

do Now or Never

Microsoft Certified Educator (MCE) – ppt video online download

Posted by Erwin on May 20, 2018

Source: Microsoft Certified Educator (MCE) – ppt video online download

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Microsoft Certified Educator (MCE) – ppt video online download

Posted by Erwin on May 20, 2018

Source: Microsoft Certified Educator (MCE) – ppt video online download

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Knalpot Bising dilarang masuk perumahan

Posted by Erwin on May 6, 2018

Referensi

https://www.kaskus.co.id/thread/523fc8b91f0bc36e75000006/yang-punya-motor-berisik-keganggu-dengan-motor-berisik-masuk/1

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/20/22164221/warga-sepakat-knalpot-bising-tak-boleh-masuk-rw-001

https://regional.kompas.com/read/2018/01/14/14320061/gara-gara-knalpot-bising-diki-tewas-dikeroyok

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt547a906047526/langkah-hukum-jika-terganggu-knalpot-berisik-di-gang-rumah

http://tmcblog.com/2009/10/27/pakai-knalpot-racing-di-jalan-umum-melanggar-pasal-58-uu-no-22-tahun-2009/

https://ridertua.com/2017/08/29/biyuh-suara-knalpot-rx-king-ini-membuat-resah-warga/

http://www.transbogor.co/read/2448/06/4/2015/ngagerung-gerung-knalpot-ditangkap-polisi

http://kobayogas.com/2017/08/23/tinggal-di-gang-hindari-knalpot-berisik-kalau-gak-mau-disumpal-batu/

https://www.brilio.net/duh/-2-siswa-bandel-ini-kapok-dihukum-dengar-suara-knalpot-motornya-170503p.html

http://swarapangandaran.com/acara-rx-king-diprotes-warga-pangandaran-ini-jawaban-panitia/

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Memaksimumkan Nilai Fungsi dengan Metode Simpleks (Tabulasi)

Posted by Dwi Puspitasari on May 2, 2018

Kelompok 2.

Anggota:

  1. M. Farhan R.
  2. Tira Asmara
  3. Dwi Puspitasari
  4. Intan Setiasih
  5. Wida Nurul F.

SOAL:

Dengan menggunakan metode tabulasi, maksimumkan nilai:

dengan batas-batasan :

Penyelesaian: Read the rest of this entry »

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Linier Programming Metode Simplex (Group Discussion)

Posted by Anggie Irfhan on May 2, 2018

Batas:

x_1 + 7x_2 + 3x_3 + 7x_4 ≤ 46

3x_1 – x_2 + x_3 + 2x_4 ≤ 8

2x_1 + 3x_2 – x_3 + x_4 ≤ 10

memaksimumkan z = 3x_1 + 6x_2 – 2x_3 + 4x_4

 

fungsi batasan

x_1 + 7x_2 + 3x_3 + 7x_4 + x_5 = 46

3x_1 – x_2 + x_3 + 2x_4 + x_6 = 8

2x_1 + 3x_2 – x_3 + x_4 + x_7 = 10

z – 3x_1 – 6x_2 + 2x_3 – 4x_4 = 0

 

1

 

2.png

 

Baris Pertama z

3.png

 

Baris Kedua x_5

4

 

Baris Ketiga x_6

5

 

6

 

7

 

Baris Pertama z

8

 

Baris Ke-3 x_6

9

 

Baris Ke-4 x_2

10

 

11

 

Dari tabel diatas didapat z maksimum yaitu 156/3

 

 

 

 

Disusun Oleh:

10060216002 – Resnu Naufal Muzaki

10060216005 – Anggie Irfhan Refhiansyah

10060216024 – Romzi Farhan Ghozi

10060216031 – Mita Rahmawati

10060216038 – Ajat Lasmana

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Protected: SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS ELEKTRONIK DATA PROCESING

Posted by nurulfifah on April 26, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Rata – Rata Data Berkelompok

Posted by devyandryn on April 25, 2018

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Pengalaman Perpanjang Passport, Mei 2018

Posted by Erwin on April 24, 2018

Sejak sebulan lalu, saya mencari-cari info tentang prosedur perpanjang passport, karena masa waktu berlakunya akan habis tanggal 12 Mei 2018. Sy baru mengetahui bahwa 6 bulan sebelum masa habis berlaku, passport sudah tidak bisa digunakan lagi. Untunglah saya tidak ada jadwal bepergian ke luar negeri, karena pasti repot mengurus-ngurus ijin yg serba mendadak.

Issu yang saya dengar bahwa prosedur di Kantor Imigrasi (khususnya Bandung) tidak lagi menerima pengajuan onsite (secara langsung) tapi harus melalui proses antrian terlebih dahulu. Antrian ini juga tidak diambil di kantor imigrasi, melaikan harus diambil secara Online.

Singkat cerita, sy cari-cari situs imigrasi bandung, ketemu, dan langsung registrasi. Berdasarkan info yg saya peroleh bahwa sy harus mengambil antrian melalui salah satu menu di website imigrasi bandung. Namun saat itu sy cari-cari menu tersebut, tidak sy temukan. Bikin depresi ….. , sy cari info lain, ternyata sy harus download aplikasi “Antrian Paspor” melalui sistem android. Sy download. dan saya jalankan. sy mulai cari bagian untuk mengambil jadwal antrian. Tetapi tidak ada tanggal yang bisa sy klik. tampilan tanggal dan bulan di tahun 2018 tampil, tapi tidak ada yang berfungsi. Apakah semua tanggal sudah penuh?

besoknya sy coba lagi, hasilnya tetap sama. Sy coba rubah kota, ke Tasikmalaya. Alhamdulillah, ada tanggal yang aktif. sy klik dan berfungsi. Tapi belum sy booking karena melihat jarak dan luang waktu yang terbatas. Sy ingin perpanjang di Bandung, selain dekat juga sy bisa mengatur waktu lebih mudah.

Seminggu saya bergelut dengan aplikasi paspor baik yang di smartphone (android) maupun yang melalui web. Namun hasilnya nihil. Tidak ada tanggal yang aktif untuk kantor imigrasi Bandung. saya mulai nyerah. Mau pakai jalur cepat, biaya nya mahal sekali.

Dua minggu kemudian, sy coba datang ke kantor imigrasi bandung di jalan Suci. banyak sekali orang-orang mengantri dan juga yang sedang mengisi aplikasi. Namun suasana jauh lebih tertib dan tidak berjubel. Beda jauh saat saya membuat passport sekitar tahun 2008. Sangat berjubel dan padat dan tidak nyaman.

Saya tanya ke petugas di depan, bagaimana caranya perpanjang passport. Petugas menjawab, ambil dulu antrian ya via online. setelah itu datang lagi saat jadwal antriannya sudah diperoleh. Saya bilang ke petugas nya bahwa sy berkali-kali coba ambil antrian online, tapi semua tanggal nya sudah penuh. Petugas minta saya membuka aplikasi nya dan akan membantu. Saat saya buka dan pilih jadwal, …. nah loh …. ternyata muncul tiga tanggal yang aktif: tanggal 2, 3 dan 4 Mei 2018. Weleh weleh …. apa buka hp nya harus di Kantor imigrasi ya …. padahal sy online pakai kuota :D:D. Atau musti dipelototin petugas imigrasi ya aplikasi nya, jadi tanggal aktif nya muncul. hehehe.

Wal hasil, dapatlah saya antrian tanggal 2 Mei 2018 Pkl. 13.00 – 14.00. Petugas menyarankan agar saya datang awal waktu karena akan terjadi antrian. Saya tanyakan ke petugas, untuk perpanjang passport, dokumen apa saja yang harus saya bawa? Jawabnya “Cukup bawa KTP saja”. Biaya nya berapa pak? tanya saya. Beliau jawab Rp. 355rb, setelah semua cek and ricek oleh petugas imigrasi disetujui.

Sekarang tanggal 24 April 2018, sy masih harus menunggu sekitar semingguan untuk proses perpanjang passport. Sy akan sambung kembali ….

***

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Protected: Pemanfaatan Polisi Tidur Untuk Ketertiban dan Kenyamanan di Lingkungan Pemukiman

Posted by Erwin on April 21, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Protected: Excel 2016

Posted by Erwin on April 18, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Rata-Rata Data Berkelompok

Posted by devyandryn on April 18, 2018

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Simpangan Rata-Rata

Posted by nuralfirap on April 17, 2018

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Protected: Nilai UTS MSI 2018

Posted by Erwin on April 12, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Protected: Nilai UTS Proglin 2018

Posted by Erwin on April 12, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Rata-Rata Data Tunggal

Posted by sarahfaridafr on April 11, 2018

1

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

SPL dengan 3 variabel

Posted by gilangnf on April 11, 2018

SPL jadijawaban jadi

ss 1

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

Bidang Koordinat

Posted by ahmadsultann on April 11, 2018

Project UASCapture

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

Matriks

Posted by herlanggajp17 on April 11, 2018

progress 1

progress 2progress2,1

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

histogram atau piecharts

Posted by resqysb on April 11, 2018

PIECHARTS 2cadanganCapture 12345Resqy Sellva Budianti

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

Konversi

Posted by ucupucupu on April 11, 2018

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

Trigonometri

Posted by tyaaaaaf on April 11, 2018

FIRST

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

Fungsi Kuadrat

Posted by sarahfaridafr on April 11, 2018

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Barisan dan Deret Aritmatika

Posted by hnmumtaz on April 11, 2018

Barisan dan Deret - Hana

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

Simpangan Baku

Posted by deviliarahmawati on April 11, 2018

Posted in Kuliah | Tagged: , , , | 1 Comment »

Data Perkuliahan

Posted by Erwin on April 11, 2018

Genap 2018

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Aplikasi Project Excel (PAM)

Posted by Erwin on April 11, 2018

Barisan dan Deret Aritmatika

Bilangan Real

Fungsi

Geometri Dimensi 2

Hitung Keuangan

  • Hitung keuangan
  • Pertumbuhan dan Peluruhan

Kubus

  • Bidang pada kubus
  • Jarak antar titik pada kubus
  • Ruang garis pada kubus
  • Sudut antar garis pada kubus

Matriks

  • Operasi Matriks
  • Perkalian Matriks

Persamaan & Pertidaksamaan

  • Akar-akar suku banyak
  • Persamaan Garis Lurus
  • Persamaan Kuadrat
  • Pertidaksamaan Kuadrat

Program Linear

  • Bentuk Objektif
  • Bentuk Objektif 2
  • Cek kedudukan titik terhadap garis
  • Diagram Garis
  • Nilai Max- Min

Sistem Persamaan Linier

  • Eliminasi Gauss
  • Sistem Persamaan Linier dengan 3 Variabel
  • Sistem Persamaan Linier dengan 4 Variabel – Baru
  • Sistem Persamaan Linier dengan 4 Variabel
  • Sistem Persamaan Linier dengan 5 Variabel
  • Sistem Persamaan Linier

Statistika

  • Angka Baku dan Koefisien Variasi
  • Aturan Sturgess
  • Diagram Batang, Garis, Lingkaran
  • Histogram 1
  • Histogram 2
  • Kuartil, Desil, dan Persentil
  • Menentukan banyak data yang berbeda
  • Menentukan salah satu frekuensi
  • Menyusun data (acak ke array dan tabel) dgn aturan Sturgess
  • Ogive Negatif
  • Ogive Positif
  • Piechart
  • Rata-rata data berkelompok
  • Rata-rata data tunggal
  • Rentang Nilai
  • Simpangan Baku
  • Simpangan Rata-rata
  • Statistika – Data Berbobot
  • Statistika – Data Berkelompok
  • Statistika – Data Tunggal
  • Tabel, tepi atas-bawah, frekuensi kumulatif

Trigonometri

  • Grafik Trigonometri
  • Aturan Sinus, Cosinus, dan Luas
  • Koordinat Kutub
  • Nilai Perbandingan Trigonometri

Vektor

  • Operasi Vektor pada Bidang
  • Operasi Vektor pada Ruang

 

 

Referensi

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Pengantar Aplikasi Matematika

Posted by Erwin on April 11, 2018

Pengantar Aplikasi Matematika – Genap 2017/2018

  • Pertemuan 1
  • Pertemuan 2
  • Pertemuan 3
  • Pertemuan 4
  • Pertemuan 5
  • Pertemuan 6 – Excel Project
  • Pertemuan 7
  • Pertemuan 8
  • Pertemuan 9
  • Pertemuan 10

Ujian/Tugas Akhir Praktikum

  1. Ahmad Sultan – Bidang Koordinat
  2. Devilia Rahmawati – Simpangan Baku
  3. Devy Andriyani – Rata-rata Data Berkelompok
  4. Nuralfira Putri – Simpangan Rata-rata
  5. Ahmad Yusup – Konversi
  6. Gilang Nitiasya Fawzi – SPL 3 Variabel
  7. Sarah Farida Fitria – Rata-rata Data Tunggal
  8. Hana Mumtaz – Barisan Aritmatika
  9. Resqy Sellva Budianti – Histogram
  10. Tia Febrianti – Trigonometri
  11. Herlangga Jaka – Matriks
    .
    Contoh project dapat dilihat disini

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

OPTIMALISASI KEUNTUNGAN BISNIS BAKERY (BAKEPRENEUR) MENGGUNAKAN PROGRAM LINEAR

Posted by amaliaamandah on April 4, 2018

OPTIMALISASI KEUNTUNGAN BISNIS BAKERY (BAKEPRENEUR) MENGGUNAKAN PROGRAM LINEAR

Amalia Amanda Hidayah

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari No. 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: amaliamaann@gmail.com

 

Abstrak. Bisnis Bakery (Bakepreneur) merupakan bisnis yang bergerak pada bidang bakery (makanan yang terbuat dari berbagai bahan, dengan bahan utamanya adalah tepung terigu). Adapun yang termasuk di dalam produk bakery adalah roti, donat, pretzel, cake, biskuit, pastry, roll, pizza dan lain sebagainya. Bahan-bahan bakery seperti tepung terigu, telur, ragi, emulsifier, margarin dan lain sebagainya merupakan suatu permasalahan jika salah satu bahan tersebut tidak terpenuhi maka produksi pada bisnis bakery akan terhambat. Oleh sebab itu, untuk mengetahui variabel-variabel apa sajakah yang menghambat nilai optimum pada bisnis bakery maka dapat dibuat permodalan matematikanya dengan menggunakan program linear.

Kata kunci: Bisnis, Bakery, Bakepreneur, Program Linear

 

PENDAHULUAN

Bisnis secara etimologi merupakan keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Bakery product merupakan produk makanan yang terbuat dari berbagai bahan, dengan bahan utamanya adalah tepung terigu yang ditambahkan dengan bahan lainnya, seperti gula, margarin, yeast, garam dan juga air. Adapun yang termasuk di dalam produk bakery adalah roti, donat, pretzel, cake, biskuit, pastry, roll, pizza dan lain sebagainya. Pada dasarnya, produk-produk tersebut melibatkan tepung terigu sebagai bahan utama dan pembuatannya melalui proses pemanggangan (pengovenan). Pada era ini bisnis bakery di kota-kota besar yang memiliki bisnis pariwasata seperti Monas di Jakarta, Wisata Alam Lembang di Bandung, Taman Safari di Bogor,  menarik wisatawan untuk berdatangan sehingga kemungkinan membuka bisnis bakery pada kota-kota tersebut sangatlah menguntungkan. Hal ini dikarenakan semakin maraknya pariwisata pada suatu kota maka semakin tinggi pula permintaan akan berbagai macam bakery untuk buah tangan. Dalam membuka suatu bisnis ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, antara lain, mencari bahan baku bakery yang terjangkau tanpa mengabaikan kualitas, tempat yang strategis, kemahiran dalam menarik pelanggan, macam-macam kue yang ditawarkan, cita rasa yang unik dan masih banyak lagi. Pastinya seorang pebisnis menginginkan modal kecil namun memperoleh untung besar. Oleh sebab itu, berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan pengaplikasian program linear pada variabel-variabel yang mempengaruhi untung-rugi pada bisnis bakery.

 

LATAR BELAKANG

Artikel ini mengkaji mengenai bisnis bakery, terdapat artikel, penelitian maupun skripsi yang mengkaji tentang bisnis bakery pula. Pada skripsi sebelumnya berjudul “Analisis Optimalisasi Produksi Roti pada Marbella Bakery” karya Shanty Octaviani, “Penerapan Kombinasi Produk dengan Menggunakan Linear Programming untuk Memaksimalkan Keuntungan pada Ciwawa Cake and Bakery” karya Deden Septiansyah Dwi Cahya, “Analisis Finansial Home Industry Roti Toris di Kelurahan Taratara Satu Kota Tomohon” karya Chyntia L. Rumampuk dkk., “Optimalisasi Produksi Roti dengan Menggunakan Metode Branch and Bound” karya Akram dkk. Perbedaan artikel ini dengan artikel, penelitian, maupun skripsi yang lain terletak pada pemilihan metode yang tepat akan menghasilkan keuntungan yang maksimum pada bisnis bakery dengan pemilihan pada bahan-bahan bakery itu sendiri seperti pemilihan merk dagang tepung terigu, gula, garam, yeast, margarin.

METODE

…………

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

…………

 

SARAN

…………

 

Referensi:

Octaviani, Shanty. 2012. [Online]       http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/60772/1/H12soc.pdf diakses pada    tanggal 25 Maret 2018

Rumampuk, Porajouw, Kumaat, Pangemanan. 2015. [Online]             https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/cocos/article/viewFile/8148/7708 diakses pada tanggal           25 Maret 2018

Cahya, Deden Septiansyah Dwi. 2016. [Online]          http://repository.unpas.ac.id/1851/1/Deden%20Septiansyah%20Dwi%20Cahya.pdf diakses             pada tanggal 25 Maret 2018

Akram, Sahari, Jaya. 2016. [Online]    jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/JIMT/article/download/7209/5799 di             download pada            tanggal 25 Maret 2018

http://usahabakery.com/tag/pengertian-bakery-dan-pastry/ diakses pada tanggal 25 Maret 2018

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Kebijakan Pinjaman Pribadi dan Pinjaman Kendaraan Bermotor pada Bank

Posted by amaliaamandah on April 4, 2018

(2-5) Sebuah bank kecil mengalokasikan maksimum $20.000 untuk pinjaman pribadi dan pinjaman kendaraan bermotor selama dua bulan mendatang. Bank tersebut mengenakan suku bunga tahunan sebesar 14% untuk pinjaman pribadi dan 12% untuk pinjaman kendaraan bermotor. Kedua jenis pinjaman tersebut dilunasi di akhir periode satu tahun. Jumlah pinjaman kendaraan bermotor setidaknya dua kali lebih besar daripada pinjaman pribadi. Pengalaman masa lalu telah memperlihatkan bahwa pinjaman macet berjumlah 1% dari semua pinjaman pribadi. Bagaimana dana tersebut sebaiknya dialokasikan?

Penyelesaian:

Misalkan: CodeCogsEqn (1) = pinjaman pribadi ; CodeCogsEqn (2) = pinjaman kendaraan bermotor

Model matematika:

CodeCogsEqn (3)

CodeCogsEqn (4)

CodeCogsEqn (5)

CodeCogsEqn (6)

CodeCogsEqn (7)

Grafik:

Proglin tugas (geogebra)

Untuk mencari titik-titik dari model matematika diatas dapat dicari menggunakan:

  • Substitusi CodeCogsEqn (8) ke persamaan CodeCogsEqn (3) sehingga CodeCogsEqn (9) , jika CodeCogsEqn (10) maka CodeCogsEqn (11)
  • Substitusi CodeCogsEqn (10) ke persamaan CodeCogsEqn (4) sehingga CodeCogsEqn (12)
  • Substitusi CodeCogsEqn (8) ke persamaan CodeCogsEqn (5) sehingga CodeCogsEqn (13)

Dari penyelesaian diatas titik potong dari fungsi tersebut adalah A(0 , 0.12), B(0.14 , 0), C(0.14 , 0.12) dan D(0 , 0).

Menentukan minimum pinjaman macet pada bank adalah CodeCogsEqn (14) atau CodeCogsEqn (15) :

  • CodeCogsEqn (16)
  • CodeCogsEqn (17)
  • CodeCogsEqn (18)
  • CodeCogsEqn (19)

Jadi, nilai minimum pinjaman macet pada bank adalah 0.014 atau 1.4%

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Pengaruh Banjir terhadap Aktivitas warga Bojongsoang serta Akses Jalan Menuju Kota Bandung

Posted by resnunaufal on April 4, 2018

Pengaruh Banjir Terhadap Aktivitas Masyarakat Bojongsoang serta Akses Jalan Menuju Kota Bandung

Resnu Naufal Muzaki

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: jmata11.naufal@gmail.com

Abstrak

            Aktivitas sudah seperti nyawa untuk sebagian orang. Aktivitas setiap orang berbeda beda, aktivitas bias berjalan lancer jika tidak ada hambatan dalam pelaksanaanya. Salah satu hambatan aktivitas adalah banjir, banjir sudah menjadi langganan setiap tahunnya untuk daerah Bojongsoang dan sekitarnya. Akses jalan Kabupaten Bandung menuju Bandung juga menjadi padat, sehingga menghabat aktivitas warga yang mau melewati akses jalan tersebut aupun warga sekitar Bojongsoang.

Kata kunci : Aktivitas, Banjir, Warga

 

Pendahuluan

            Curah hujan yang tidak menentu mengguyur daerah Kabupaten Bandung dari mulai pagi hari, siang hari, dan malam hari. Hujan yang terus menerus membuat air sungai Citarum meluap sehingga air sungai memasui pemukiman warga serta menggenangi akses jalan Bojongsoang. Hal itu sangat mengganggu aktivitas setiap warga baik warga sekitar maupun warga yang mau melewati akses jalan Bojongsoang. Aktivitas seperti sekolah ataupun kerja banyak warga yang memilih untuk bolos karena tidak mau melewati daerah banjir tersebut. Dikarenakan akses jalan yang biasa dapat ditempuh dalam waktu 15 menit pada saat banjir bias sampai 3 jam bahkan lebih. Bukan hanya aktivitas warga saja yang menjadi ancaman, kesehatan warga pun menjadi tanda tanya besar. Soalnya rumah yang mereka singgahi sudah banyak kuman akibat air banjir yang tercampur sampah dan limbah pabrik.

 

Latar Belakang

            Bencana banjir yang melanda daerah Kabupaten Bandung menenggelamkan  paling sedikit 35.000 rumah warga. Lokasi banjir terburuk meliputi Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang. Banjir yang juga menggenangi jalan raya membuat beberapa aktivitas warga terhambat. Warga yang akan beraktivitas harus sabar menunggu macet yang sangat lama, yang disebabkan oleh banjir maupun oleh beberapa kendaraan warga yang mati ditengah banjir. Banyak juga yang warga mengambil jalur sebaliknya sehingga jalur yang sebaliknya tidak dapat berjalan, yang mengakibatkan macet total yang sangat lama.

Artikel ini terfokus kepada penyebab penyebab beberapa aktivitas warga yang terhambat.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Tugas 2-3

Posted by resnunaufal on April 4, 2018

2-3 Sebuah pabrik perabotan kecil menghasilkan meja dan kursi. Diperlukan waktu 2 jam untuk merakit sebuah meja dan 30 mcnit untuk merakit sebuah kursi. Perakitan dikerjakan oleh empat karyawan atas da.sar shift tunggal selama 8 jam per hari. Para pelangan biasanya membeli paling banyak empat kursi tmtuk setiap meja, yang berarti bahwa pabrik tersebut harus memproduksi jumlah kursi yang paling banyak empat kali lebih banyak dari meja. Harga penjualan adalah S135 per meja dan S50 per kursi. Tentukan bauran produksi harian untuk meja dan kutsi yang alcan memalcsimumkan pendapatan harian total untuk pabrik tersebut dan komenmri arti penting dari pemecahan yang diperoleh.

Penyelesaian

Model Matematika

2x+0,5y\leq8
x\leq 4y
x\geq 0
y\geq 0

2x+0,5y\leq8

desmos-graph

x\leq 4y

desmos-graph(1)

x\geq 0 desmos-graph(2)
y\geq 0

desmos-graph(3)
Jadi gambar grafik semuanya

desmos-graph(4)

 

2x+0,5y = 8 …(1)

x-4y = 0 …(2)

eliminasi pers 1 ke 2 kali persamaan 2

2x + 0,5y = 8

2x – 8y = 0

__________-

8,5y = 8

Y = 0,94

Substitusi nilai y ke pers 1

2x + 0,5(0,94) = 8

2x                      = 8 – 0,47

2x                      = 7,53

X                       = 3,765

 

Jadi titik titiknya adalah A(0,16), B((3,765),(0,94))

A = 135(0) + 50(16) = 800

B = 3,75(135) + 0,94(50) = 554,6

 

Jadi nilai z = 16y

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Kuis 1

Posted by amaliaamandah on April 4, 2018

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Memaksimumkan Fungsi dengan Batasan, serta Pemecahan Masalah secara Grafik

Posted by Anggie Irfhan on April 4, 2018

2-15 Pertimbangkan masalah berikut ini:

maksimumkan z = 6x_1 – 2x_2, dengan batasan

x_1 – x_2 ≤ 1

3x_1 – x_2 ≤ 6

x_1 , x_2 ≥ 0

Perlihatkan secara grafik bahwa di pemecah optimal, variabel x_1 dan x_2 dapat dinaikan secara tidak terbatas sementara nilai fungsi tujuan tetap konsisten

 

Penyelesaian:

f(x) → x_1 – x_2 ≤ 1

 

x_1 = 0

-x_2 = 1

x_2 = -1

(0,-1)

 

x_2 = 0

x_1 = 1

(1,0)

 

g(x) → 3x_1 – x_2 ≤ 6

 

x_1 = 0

-x_2 = 6

x_2 = -6

(0,-6)

 

x_2 = 0

3x_1 = 6

x_1 = 2

(2,0)

 

Max → z = 6x_1 – 2x_2

 

Screenshot_2018-04-04-21-31-34-81[1]

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Penerapan Program Linier dalam Bidang Farmasi

Posted by widanurf on April 4, 2018

Abstrak

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana penerapan program linier dalam bidang Farmasi khususnya dalam bidang produksi obat. Dalam Program Linier sendiri terdapat beberapa cara memodelkan permasalahan yang nyata untuk disederhanakan menjadi sebuah pemodelan Matematika, yaitu dalam artikel ini suatu permasalahan itu adalah dalam bidang produksi obat farmasi dimana kita dapat mencari optimasi biaya atau juga optimasi produk menggunakan pemodelan Matematika ini.

Artikel ini saya tulis mengacu pada beberapa referensi artikel lain, buku dan juga internet. Produk yang dihitung optimasinya adalah obat flu yang diberi nama fluin dan fluon sebagai objeknya, penentuan objek tersebut berdasarkan salah satu contoh soal Program Linear.

Hasil dari penulisan artikel ini menunjukan bahwa Program Linear sangat bermanfaat bukan hanya di bidangnya atau bidang Matematika saja, melainkan dapat diterapkan dalam berbagai bidang salah satunya seperti dibahas dalam artikel ini yaitu dalam bidang produksi obat farmasi.

Pendahuluan

Program Linear adalah suatu cara untuk penyelesaian masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan linear yang mempunyai banyak penyelesaian, dengan memperhatikan syarat-syarat agar diperoleh hasil yang maksimum/minimum (penyelesaian optimum), di dalam Program Linear terdapat Pemodelan Matematika dimana  Model matematika adalah sistim persamaan atau pertidaksamaan yang mengungkapkan semua syarat yang harus dipenuhi oleh x dan y. Model matematika ini merupakan cara sederhana untuk memandang suatu masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan matematika, seperti hal yang akan dibahas adalah bagaimana memodelkan pengoptimasian produksi obat dalam bidang farmasi.

Farmasi itu sendiri menurut Rusman Effendi adalah ilmu yang mempelajari cara membuat, mencampur, meracik, memformulasi, mengidentifikasi, mengombinasi, menganalisis, serta menstandarkan obat dan pengobatan juga sifat-sifat obat beserta pendistribusian dan penggunaannya secara aman.

Dalam hal ini terlihat bahwa Pemodelan Matematika dalam Program Linear dapat menyederhanakan perhitungan pengoptimasian dalam produksi obat Farmasi.

Latar Belakang

Di era saat ini, banyak orang berlomba-lomba dalam dunia produksi, karena dunia produksi adalah tempat dimana orang-orang berbagi keuntungan dan manfaat yang akan dirasakan banyak orang, tidak terkecuali dengan produksi obat-obatan di bidang farmasi, beberapa kalangan mungkin akan setuju dengan prinsip meminimumkan pengeluaran, memaksimumkan keuntungan, dan memperbanyak manfaat dari produknta untuk orang lain, untuk mencari sebuah keuntungan seperti halnya biaya produksi dalam produksi obat-obatan di bidang Farmasi dapat disederhanakan perhitungannya menggunakan Pemodelan Matematika.

Masalah yang sering muncul yaitu adalah bagaimana mengoptimumkan suatu produk, biaya, target, keuntungan, dan masih banyak hal lagi. Permasalahan-permasalahan di dunia nyata tersebut dapat disederhanakan di pemodelan matematika dengan menentukan variabel keputusan, variabel kriteria, fungsi tujuan dan fungsi batasannya.

 

 

 

 

Posted in Article, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

OPTIMASI KEUNTUNGAN PEMBUATAN SEPATU PDH CIBADUYUT

Posted by Anggie Irfhan on April 4, 2018

OPTIMASI KEUNTUNGAN PEMBUATAN

SEPATU PDH CIBADUYUT

Anggie Irfhan Refhiansyah

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: abangnyabandoeng@gmail.com

 

Abstrak. Banyaknya pengrajin sepatu di daerah Cibaduyut menambah ketertarikan wisatawan mancanegara untuk mengunjunginya, dengan keadaan seperti itu dibutuhkan suatu perencanaan terhadap memanajemen usahanya agar mencapai keuntungan yang maksimum meski hanya membuat sepatu yang jarang dibuat di Cibaduyut, dalam hal ini adalah sepatu PDH. Program Linier (Linear Programming), cabang ilmu matematika yang dalam penerapannya sangat membantu untuk pengaplikasian upaya atau cara untuk memperoleh hasil yang terbaik dalam usaha atau bisnis suatu perusahaan maupun perorangan.

Kata Kunci: Program Linier, Sepatu, Cibaduyut, Matematika

PENDAHULUAN

            Tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu matematika sudah sangat banyak melahirkan berbagai macam cabang ilmu yang tidak kalah bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Diantaranya ialah Program Linier (Linear Programming), cabang ilmu matematika yang dalam penerapannya sangat membantu untuk pengaplikasian upaya atau cara untuk memperoleh hasil yang terbaik dalam usaha atau bisnis suatu perusahaan maupun perorangan.

            Pembuatan sepatu sudah menjadi salah satu sumber mata pencaharian di daerah cibaduyut, Bandung. Salah satunya ialah pembuatan sepatu PDH yang sering digunakan ataupun dipesan oleh instansi ataupun organisasi yang bergerak di bidang pengamanan maupun pegiat alam hutan gunung (outdoor). Dibandingkan dengan pembuatan sepatu pantofel atau sport, pembuatan sepatu PDH jauh lebih jarang terlihat di cibaduyut, banyak sekali faktor yang menyebabkan sedikitnya pembuatan sepatu PDH di cibaduyut. Meskipun begitu, dengan berbagai aspek yang dipertimbangkan serta diperhitungkan, bukan hal yang tidak mungkin pembuatan sepatu PDH mendapatkan keuntungan yang terbaik.

 

LATAR BELAKANG

            Khususnya di daerah cibaduyut, bisnis pembuatan sepatu memang suatu hal yang menjanjikan. Namun dalam penerapannya, sangat diperlukan suatu metode untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Juga dalam hal ini, pembuatan sepatu PDH sangat diperlukan perencanaan dan perhitungan yang matang sehingga dapat mencapai keuntungan yang terbaik. Perencanaan dan perhitungan itu sendiri dapat dilihat dari berbagai faktor, antara lain seperti pemilihan kulit sepatu dan jenis sol sepatu yang digunakan.

            Artikel ini lebih terfokus kepada keuntungan pembuatan sepatu PDH saja, juga terbatas hanya pada wilayah cibaduyut, Bandung. Hal ini dilakukan demi tercapainya suatu solusi dari permasalahan yang terfokus kepada pembuatan sepatu PDH di cibaduyut.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Strategi Pemilihan Jururusan Perguruan Tinggi Dengan Mengoptimumkan Target Nilai Siswa Dengan Program Linear

Posted by meiskeshabrina19 on April 4, 2018

Meiske Shabrina Pesik

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: meiskeshabrina@gmail.com

Abstrak: berbagai program dan cara dalam mencari dan mendapatkan suatu peluang masuk perguruan tinggi sudah dirumuskan oleh sebagian kelompok. Memasuki jenjang perguruan tinggi tidak dilihat dari nama atau akreditasi perguruan tinggi nya saja melainkan juga jurusan atau program studi yang lebih khusus. Dengan kemungkinan peluang nya yang dapat dijadikan sebagai variabel sehingga dapat di analisis dan dimodelkan secara matematis.  

Pendahuluan 

Pada masa saat ini, masalah kekonsistenan minat siswa terhadap jurusan kuliah sering terjadi yaitu apabila siswa telah berada di kelas 12 siswa masih belum dapat fokus terhadap pilihan yang akan diambilnya. Sehingga fokus siswa akan berfikir tidak matang atau tidak dipertimbangkan secara baik  dalam memilih jurusan kuliah.

Karena terbatasnya kemampuan peserta didik dan orang tua dalam memilih jurusan kuliah terhadap peserta didik.dengan kata lain dibutuhkan sosialisasi menyeluruh mengenai jurusan kuliah terhadap calon mahasiswa. Strategi pemilihan jurusan kuliah merupakan salah satu solusi yang dapat berguna bagi siswa dan orang tua.

Pembahasan pada artikel ini mencakup ruang lingkup faktor-faktor dan target  yang dapat dioptimalkan diantaranya prestasi siswa, minat dan bakat siswa, nilai sekolah, akreditasi sekolah,kuota perguruan tinggi,Kemampuan kognitif, pengahasilan orang tua, pendapatan perkapita, pendidikan orang tua. Bagaimana hubungan nilai kognitif sekolah dengan nilai ujian saringan menuju perguruan tinggi, hubungan antara minat siswa lain terhadap suatu jurusan yang sama dalam satu sekolah, satu wilayah hingga satu daerah dengan mengacu pada passing grade setiap jurusan perguruan tinggi.

Latar belakang

Hasil survei litbang kompas mecatat tiga pergyruan tinggi negeri yamg paling diminati adalah Universitas Indonesia(UI) , Institut Teknologi Bandung(ITB) , Universitas Gajah Mada(UGM) survei ini dilakukan dengan cara menyebar ngket kepada 680 siswa kela IIl di 15 SMA/SMK di lima wilayah Jakarta. Kompas.com(senin, 2 mei 2011).

Sebagian siawa berpendapat bahwa tidak cukup untuk mengandalkan materi yang diajarkan disekolah, karena materi yang diujikan untuk masuk perguruan tinggi memiliki tingkat kesulitan lebih dimana siswa bisa mendapatkan nya di sekolah non formal seperti mengikuti peljaran tambahan di empat bimbingan belajar atau belajar dengan orang yang telah berpengalaman pada bidang nya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa ada siswa yang tidak ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, umumnya siswa-siswa ini terkendala mater atau financial nya. Karena untuk masuk perguruan tinggi memerlukan biaya yang tidak sedikit jatena sangat berbeda bagi sebagian orang.  Atau ada pula siswa yang ingin bekerja untuk menabungkan uangya beberapa tahun kemudian melanjutkan pendidikannya.

Memilih jurusan kuliah bukan saja di pengaruhi oleh faktor prestasi siswa saja, tetapi diantaraNya kepribadian hingga penghasilan orang tua.Banyak faktor yang menyebabkan siswa gagal dalam memilih jurusan kuliah , yaitu salah satunya tidak dapat menggali dan mengenali kemampuan diri sendiri dalam mengasah kemampuan kognitif maupun kemapuan softskillnya. Dengan menguraikan faktor-faktor nya maka faktor tersebut dapat dijadikan variabel – variabel yang dapat digunakan sebagai modal untuk dianalisis dan dimodelkan secara matematis dengan metode yang sederhana.

Setelah mendapatkan modal maka secara garis besar langkah yang digunakan adalah mengoptimumkan suatu nilai dengan variabel-variabel yang diketahui besarannya .Optimalisasi disini adalah suatu usaha untuk memaksimalkan hasil perolehan nilai siswa baik ujian nasional maupun ujian sekolah dan nilai-nilai terhadap mata pelajaran serta prestasi non -akademik yang harus dicapai dengan memerhatikan variabel-variabel yang terkait.

Posted in Artikel, Pendidikan, Program Linier 2018, Sekolah | Tagged: , , , , | 1 Comment »

2-7 Pabrik Peralatan Radio

Posted by nisanizannurfadilah on April 4, 2018

sebuah pabrik peralatan radio memproduksi dua biah model Hifi1 dan Hifi2, dsebuah jalur perakitan yang sama jalur peprakitan tersebut terdiri dari tiga stasiun kerja. waktu perakitan diketiga stasiun kerja tersebut adalah sebagai berikut :

Stasiun kerja Menit/unti
Hifi 1 Hifi 2
1 6 4
2 5 5
3 4 6

setiap stasiun kerja tersedia selama maksimum 480 menit/hari, tetapi stasiun kerja tersebut memerlukan pemeliharaan harian yang berjumlah 10%, 14% dan 12% dari waktu harian yang tersedia selama 480 menit tersebut untuk stasiun kerja 1, 2, dan 3 secara berurutan. perusahaan tersebut berkeinginan untuk menentukan jumlah unit harian yang dirakit untuk Hifi1 dan Hifi2 untuk meminimumkan jumlah waktu yang tidak digunakan di ketiga stasiun kerja tersebut

penyelesaian :

model matematis

CodeCogsEqn (3) menjadi CodeCogsEqn (9)

CodeCogsEqn (4) menjadi CodeCogsEqn (8)

CodeCogsEqn (5) menjadi CodeCogsEqn (6)

CodeCogsEqn (11)

CodeCogsEqn (12)

grafik yang diperoleh

Untitled

z untuk meminimumkan yang tidak digunaka

CodeCogsEqn (10)

titik yang di peroleh dari grafik adalah (titik- titik dibawah ini diperoleh dari grafik dengan memperbesar skalanya)

CodeCogsEqn (13)

CodeCogsEqn (14)

CodeCogsEqn (15)

CodeCogsEqn (16)

CodeCogsEqn (17)

Substitusi A,B,C,D dan E ke Persamaan CodeCogsEqn (10)  maka diperoleh

CodeCogsEqn (18)

CodeCogsEqn (19)

CodeCogsEqn (20)

CodeCogsEqn (21)

CodeCogsEqn (22)

dari hasil z dapat disimpulkan waktu minimum yang diperoleh adalah 0 menit dengan hifi1 dan hifi2 masing – masing 0

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , , | Leave a Comment »

MENGANALISA PENGHASILAN LAHAN PARKIR KAMPUS UNISBA DENGAN METODE GRAFIK

Posted by bangvicky on April 4, 2018

Vicky Arliando

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

email: arliandov@gmail.com

Abstrak

Artikel ini saya buat berdasarkan pendapat saya, dimana saya akan membahas tentang penghasilan lahan parkir kampus tiap gedung di UNISBA. Masih banyak permasalahan dalam pengasilan lahan parkir di kampus saya ini, seperti adanya mahasiwa yang tidak bayar parkir, ataupun kurangnya bayar tarif parkir oleh mahasiawa itu sendiri. Dalam pengendalian lahan pakir ini harus diperhatikan jumlah tiap kendaraan yang masuk dan lahan yang tersedia. Persoaalan penghasilan parkir ini dijelaskan dengan Program linear dengan metode gafik, yang lebih jelasnya dengan pertidaksamaan dua variabel yang diterapkan di geogebra.

Pendahulian

Pengelolaan lahan parkir ini memang menjakikan untuk dijadikan lahan usaha, terutama di kota-kota besar, seperti di kampus, sekolah, pusat perbelanjaan, pasar, terminal, tempat wisata. Lahan parkir atau sering disebut parkiran, memang suatu tempat usaha yang mejanjikan namun banyak oknum-oknum yang membuat lahan parkir ukan ditempatnya.

Keberadaan lahan parkir saat ini menjadi sebuah kebutuhan pokok yang sangat penting dalam menunjang aktifitas masyarakat sehari-hari, terutama bagi kita yang setiap harinya beraktifitas menggunakan kendaraan bermotor. Saat ini populasi jumlah kendaraan di Indonesia mencapai 133 juta unit, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 12 persen setiap tahunnya. Populasi jumlah kendaraan yang sedemikian besar tersebut menyimpan potensi perputaran ekonomi yang luar biasa besar dan senantiasa tumbuh signifikan setiap tahunnya, salah satunya yang bersumber dari transaksi parkir. Tahun 2017, potensi pendapatan parkir di Indonesia mencapai 15,96 triliun per tahun dan akan meningkat hingga mencapai 27,94 triniliun per tahunnya pada tahun 2021. Namun sayangnya potensi pendapatan parkir yang sedemikian besar tersebut ternyata belum terkelola secara optimal.

Sebagai upaya menanggulangi permasalahan tersebut saat ini telah dikembangkan sebuah solusi dalam bentuk aplikasi mobile yang bernama JURU Parkir yang membantu pemerintah mengatasi persoalan kebocoran retribusi parkir untuk area parkir jenis badan jalan (on street parking) menggunakan system deteksi plat nomor kendaraan dan monitoring online. Aplikasi mobile yang dikembangkan oleh PT. Teknologi Kode Indonesia tersebut hadir menawarkan solusi berupa sistem pengumpulan data transaksi parkir berbasis aplikasi mobile yang diintegrasikan dengan cloud server untuk menghasilkan laporan real time kepada pemerintah.

Latar Belakang

Menurut Wikipedia Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Secara hukumdilarang untuk parkir di tengah jalan raya; namun parkir di sisi jalan umumnya diperbolehkan. Fasilitas parkir dibangun bersama-sama dengan kebanyakan gedung, untuk memfasilitasi kendaraan pemakai gedung.

Satuan ruang parkir (SRP) merupakan ukuran luas efektif untuk meletakkan satu buah kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor). Di dalamnya sudah termasuk ruang bebas di kiri dan kanan kendaraan dengan pengertian pintu bisa dibuka untuk turun naik penumpang serta hal-hal tertentu seperti ruang gerak untuk kursi roda khusus untuk parkir kendaraan bagi penderita cacat serta ruang bebas depan dan belakang. Bila tanpa penjelasan, SRP adalah SRP untuk mobil penumpang.

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

PENERAPAN PROGRAM LINIER DALAM OPTIMASI PRODUK BERAS MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX

Posted by sabilafiryal on April 4, 2018

Abstrak . beras merupak bahan pokok yang selalu diperlukan dalam sehari hari dan jika beras mengalami kenaikan harga itu pasti mejadi permasalah warga yang mengkonsumisnya. Masalah yang banyak dihadapi oleh industry adalah bagaimana menggunakan atau menentukan penggunaan sumber daya yang umumnya terbatas, untuk dapat memperoleh suatu hasil yang optimal. Dalam penelitian ini, untuk mencari penyelesaian yang optimal dalam program linear pada permasalahan sumber daya yang terbatas yaitu dengan menggunakan metode simplex. Metode simplex adalah prosedur aljabar, yang melalui serangkaian operasi-operasi berulang dan dapat memecahkan suatu masalah yang terdiri dari tiga peubah atau lebih.

 

Pendahuluan

Sebuah perusahaan atau organisasi perlu merencanakan strategi yang dapat mengoptimalkan hasil yang ingin dicapai, baik itu berupa keuntungan maksimal atau biaya minimal. Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki keterbatasan dan sumber dayanya, baik keterbatasan dalam jumlah bahan baku, mesin dan peralatan, ruang, tenaga, kerja, maupun model. Dengan keterbatasan ini, setiap  perusahaan melalukan beberapa cara untuk melalukan optimasi dengan hasil yang dicapai,salah satunya dengan program linear (Linear Programming).

Pemrograman linear (linear proramming) adalah teknik pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah mengalokasikan sumber daya yang terbatas diantara berbagai kepentingan seoptimal mungkin. Pemrograman linear merupakan salah satu metode dalam riset operasi yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif. Teknik ini telah diterapkan secara luas pada berbagai persoalan dalam perusahaan, untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penugasan karyawan, penggunaan mesin, distribusi, dan pengangkutan, penentuan kapasitas produk, ataupun dalam penentuan portofolio investasi.

Metode simpleks ini adalah suatu prosedur aljabar yang bukan secara grafik untuk mencari nilai optimal dari fungsi tujuan dalam masalah-masalah optimisasi yang terkendala. Metode simpleks merupakan sebuah metode lanjutan dari metode grafik. Metode grafik tidak dapat menyelesaikan persoalan manajemen yang memiliki variable keputusan cukup besar, sehingga untuk menyelesaikannya dibutuhkan sebuah metode yang lebih kompleks yaitu dengan menggunakan program komputer atau menggunakan metode simpleks. Dalam kenyataannya penggunaan komputer lebih efisien, akan tetapi metode dasar yang digunakan dalam pengoperasian komputer tetap metode simpleks.

Latar belakang

Metode simpleks diperkenalkan oleh George Dantzig yang merupakan salah satu metode untuk mencari solusi masalah program linear dengan banyak variabel keputusan. Program linear sendiri merupakan suatu model permasalahan dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan yang berbentuk linear.

Model program linear memuat dua fungsi yaitu fungsi tujuan (objective function) dan fungsi kendala (constraint function). Fungsi tujuan merupakan fungsi linear mengenai permasalahan yang akan dicari solusi optimalnya, contohnya adalah fungsi keuntungan. Sementara fungsi kendala merupakan fungsi linear yang menyatakan batasan-batasan yang harus dipenuhi dalam mencapai solusi optimal, contohnya adalah batasan kapasitas yang tersedia dalam berbagai kegiatan yang akan dialokasikan secara optimal.

Permasalahan dalam kehidupan sehari-hari terkadang tidak semuanya dapat dimodelkan dengan program linear. Contohnya sumber daya pada kendala waktu produksi tidak dapat dinyatakan secara tegas. Misalkan terdapat fungsi kendala yang masih samar, seperti : “Untuk memproduksi paving dan batako, proses pengerjaan sejatinya dapat membutuhkan waktu yang lebih lama jika karyawan memiliki keterampilan yang kurang dan sebaliknya akan memerlukan waktu lebih cepat jika karyawan memiliki keterampilan yang cukup baik”. Masalah yang samar, ambigu, dan ketidakpastian atas penggunaan sumber daya baik dalam jumlah bahan baku, tenaga kerja, mesin dan peralatan, maupun jam kerja masih sering ditemui.

Saat ini, persaingan bisnis makin ketat dan sulit, apalagi dengan bertambahnya perusahaan yang makin banyak. Kondisi ini menyebabkan banyak perusahaan berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam bidangnya. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mengembangkan dan meningkatkan kinerja agar dapat mencapai efektivitas dan efiensi. Setiap orang (pengusaha) juga harus bisa mencari kesempatan yang ada untuk dapat bersaing dalam persaingan bisnis dengan melihat peluang yang ada di lingkungan sekitarnya.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Protected: Nilai UTS Program Linier Genap 2017/2018

Posted by Erwin on April 4, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Pengaruh Kenakalan Remaja Terhadap Prestasi

Posted by adibaharkhoerunas on April 4, 2018

 

                                  Abstrak

Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa
transisi tidak menutup kemungkinan akan terjadi pergolakan-pergolakan fisik,psikis dan
sosial. Keluarga merupakan sumber dari perilaku insan yang berprilaku sesuai apa yang dia
liat, yg di dengar dan yang dirasakan, itu semua menjadi pendorong seseorang menjadi lebih
baik atau lebih buruk. Makanya dari itu sebaiknya keluarga da lingkungan internal maupun
external menjadi contoh yang baik bagi anak-anak di sekitar lingkungan. Agar menjadi
penerus agama, negara yang memiliki akhlak yang baik dan dapat membanggakan orangtua
dan dirinya sendiri.
                              Pendahuluan

Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam

masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum
pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan
orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap prestasi seseorang yang
melakukan kenakal remaja, ada beberapa tingkatan remaja dari yang paling sederhana sampai
yang sangat berat hal ini saya teliti agar semua orang terutama orangtua menyadari bahwa
kenakalan remaja dapat merusak dirinya sendiri, keluarga, bangsa dan negara.
Dampak menurunnya kenakalan remaja adalah lingkungan menjadi aman dan tentram,
dapat meningkatnya prestasi, kreatifitas dan norma-norma agama dalam kegiatan sehari-hari,
hal tersebut menjadi faktor pendukung bagi warga negara dalam kemajuan bangsa dan
negara.
Latar belakang Masalah
Dilihat pada psikologi pertumbuhan manusia pada umur lima belas sampai 21 tahun
mulai memiliki pola berpikir untuk kehidupan masadepannya, hal tersebut dapat lebih baik
atau lebih buruk tergantung lingkungan dan dirinya sendiri, kemungkinan besar pengaruh jati
diri terletak pada lingkungannya seperti keluarga, teman, sekolah dan apa yang dia lihat, pada
transisi remaja ke dewasa disini lah pergolakan-pergolakan fisik, psikis dan sosialnya dalam
rangka mencari jatidinya, pada masa remaja ini memiliki ciri sebagai masa progresif yang
dapat dilihat pada optimalisasi cara berfikir, bersosialisasi dan berbuat sesuai dengan
kemampuannya, terlihatnya prestai dan kenakal remaja mulai tumbuh pada masa remaja.
                            Rumusan masalah
Dari latar belakang tersebut maka yang menjadi permasalah dari penelitian ini adalah

Apa pengaruh kenakalan remaja terhadap prestasi?
Apa pengaruh lingkungan terhadap kenakalan remaja?
Apa pengaruh lingkungan terhadap prestasi?
Seberapa penting bersosialisasi untuk berprestasi?

 

Posted in Article, Artikel, Jurnal, Kuliah, Makalah, Matematika, Pendidikan, Program Linier 2018, Uncategorized, Unisba | Tagged: , , , | 1 Comment »

Perkembangan Industri Game dan Pengaruhnya terhadap Perekonomian Negara

Posted by rfghozi29 on April 4, 2018

Abstrak. Video game merupakan sebuah permainan yang pada awalnya merupakan simulator rudal. Perkembagan industri game akhir-akhir ini sangat pesat baik game konsol maupun game mobile. Banyak development yang bersaing dalam industri game ini untuk menarik minat para gamers di dunia.

 

Pendahuluan

            Video Game merupakan sebuah permainan yang pada awalnya hanya berupa simulator rudal yang penciptanya terinspirasi dari perang dunia ke-II. Sama seperti televisi, pada awalnya video game belum berwarna dimana masih hitam putih. Seiring perkembangan teknologi video game pun semakin berkembang dan mulai diperkenalkan di konsol.

            Game konsol menjadi awal dari perkembangan industri game dimana dari game konsol banyak development yang ingin ikut andil dalam perkembangan industri game. Playstation, Xbox, dan Nintendo merupakan konsol yang dijadikan acuan development untuk membuat video game yang menarik dan juga kompetitif.

            Berbagi genre game selalu dibuat setiap tahunnya untuk menarik minat para gamers diseluruh dunia. Mulai dari game action, horror, adventure, shooter, sport, racing selalu diperkenalkan tiap tahunnya kepada para gamers. Capcom, Konami, EA, Activision, Ubisoft merupakan development besar dan terkenal dalam pembuatan game konsol

            Era baru pun muncul ketika  smartphone diperkenalkan kepada dunia. Banyak beberapa development yang mulai menciptakan game mobile untuk dapat dimainkan di smartphone. Gamers sudah sangat dimanjakan dengan kemunculan smartphone karena dengan itu mereka bisa memainkan game dimana pun.

Latar Belakang

            Di era modern ini bermain game di smartphone maupun di konsol sudah menjadi makanan sehari hari bagi sebagian orang. Pada umumnya orang-orang bermain game hanya untuk bersenang-senang, tetapi banyak orang bermain game bukan hanya untuk sekedar bersenang-senang tetapi mereka jadikan sebagai peluang untuk meraup keuntungan.

            Di Indonesia perkembangan industi game sendiri mengalami kemajuan khususnya untuk game mobile. Tercatat sejak tahun 2010-2015 perkembangan industri game di indonesia mengalami kenaikan sebanyak 10,14% per-tahun yaitu dari 500 trililiun lebih menjadi 800 triliun. Itu menjadi acuan bahwa industri game di Indonesia kedepannya akan menjadi lebih baik lagi dan bisa bersaing dengan negara lain. Namun untuk game konsol, perkembangannya di Indonesia masih belum terlalu signifikan.

            Dengan adanya industri game maka perekonomian negara pun menjadi terbantu dengan pemasukan yang dihasilkan dari industry game ini. Tercatat Indonesia termasuk Negara dengan masyarakat penikmat game maka dari itu industry ini harus lebih dioptimalkan lagi perkembangannya.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

PENGELOLAAN BISNIS CATERING DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB

Posted by tomtom2496 on April 4, 2018

PENGELOLAAN BISNIS CATERING DENGAN MEMANFAATKAN

SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB

ABSTRAK

Bisnis kuliner semakin menarik investor bisnis baru. Tren ini meningkatkan persaingan di industri ini karena semakin banyak pesaing memasuki bisnis kuliner. Inovasi diperlukan untuk meningkatkan daya saing bisnis di industri ini. Usaha bisnis baru yang rencananya akan diluncurkan dengan inovasi teknologi berbasis web ini akan menerapkan pemasaran dan penjualan menggunakan sarana online dengan sistem informasi yang tepat. Bisnis kuliner online ini akan digunakan untuk menangani pengembangan bisnis katering melalui pemesanan katering online, manajemen pesanan berdasarkan jadwal yang tersedia, manajemen utilitas peralatan dan katering, manajemen pemesanan bahan baku, dan pelaporan kinerja untuk pembuatan keputusan manajerial. Diharapkan sistem ini dapat membantu meningkatkan manajemen operasi.

PENDAHULUAN

Perkembangan bisnis online adalah dampak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin menjadi tuntutan di dunia bisnis. Demikian pula di Indonesia, dengan berkembangnya berbagai teknologi informasi dan komunikasi yang terlihat dari populernya koneksi internet dengan harga terjangkau dari berbagai penyedia jasa telekomunikasi maupun semakin terjangkaunya harga telepon dan tablet pc, internet bukan lagi barang aneh bagi kebanyakan orang. Menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pengguna internet di Indonesia pada bulan April 2013 [1] telah terdata sekitar 63 juta orang, namun demikian bukan tidak mungkin saat ini sesungguhnya angka ini belum merupakan total yang akurat karena pengguna seperti tukang becak maupun pembantu telah menggunakan internet yang terlihat dari penggunaan Facebook mereka. Penetrasi internet di Indonesia saat ini juga telah mencapai 22% [1] yang mencerminkan betapa internet sudah merasuk di kalangan masyarakat Indonesia dengan gencar.

LATAR BELAKANG

Konsumen yang semakin terlatih dan terdidik dengan penggunaan internet menjadi pasar yang potensial bagi banyak bisnis. Sebaliknya, bagi para pebisnis lokal, “go online” menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan bagi konsumen yang mereka miliki, dan memperluas jangkauan untuk menambah konsumen baru. Untuk bisnis kuliner, ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk kedua tujuan tersebut. Yang termasuk bisnis kuliner antara lain adalah restoran, toko kue, toko camilan, café dan catering yang bisa memberikan jasa dan produknya bagi pengguna akhir maupun penjual perantara. Secara khusus tulisan ini akan membahas bagimana sarana sistem informasi online dapat dikembangkan untuk pengelolaan bisnis catering.

Catering (catering) pada kamus bahasa Inggris didefinisikan sebagai penyedia makanan dan jasa untuk sebuah acara atau pesta. Bisnis catering pada umumnya adalah bisnis lokal yang melayani hanya pasar lokal yang masih bisa dengan mudah dijangkau melalui angkutan darat. Hal ini dikarenakan sifat dari bisnis catering yang membutuhkan persiapan yang sangat intensif sebelum acara yang dilayani berlangsung. Di Indonesia, bisnis catering kebanyakan berasal dari bisnis rumahan, yang banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dari kenalan sendiri, atau pemasaran melalui brosur kepada calon pelanggan. Pemanfaatan sistem informasi yang dapat diakses secara online dapat meningkatkan pelayanan pelanggan maupun menjangkau pelanggan baru sehingga dapat meningkatkan kinerja bisnis. Penelitian ini berfokus pada pemecahan masalah untuk pengelolaan bisnis kuliner, dengan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Bisnis Catering Online.

RUMUSAN MASALAH

Tantangan sebuah bisnis catering adalah pengelolaan sumberdaya manusia dan peralatan yang efektif serta efisien. Beberapa masalah yang umum dihadapi oleh bisnis catering adalah bagaimana menangani pemesanan dari calon pelanggan yang ingin mengetahui detil makanan yang tersedia, menu yang dapat dirancang sesuai dengan anggaran, maupun identifikasi dan penelusuran order dari pelanggan tanpa salah maupun dengan kesalahan yang seminimum mungkin. Volume order yang meningkat juga dapat menimbulkan masalah baru, yaitu bagaimana karyawan, dan peralatan/perlengkapan dapat terjadwal dengan baik, dan semua order dapat tertangani dengan efektif. Selain itu, di bagian pengadaan bahan baku makanan, dibutuhkan juga perhitungan yang akurat untuk kebutuhan bahan baku dari makanan yang dipesan sehingga bahan baku tidak terbuang percuma karena berlebihan atau kekurangan saat akan dipersiapkan sehingga menghabiskan waktu untuk membeli bahan tambahan. Sistem Informasi yang dibuat di dalam penelitian ini dirancang untuk menjadi solusi bagi bisnis catering.

PEMBAHASAN

1. Hasil Penelitian

Antar muka sistem informasi manajemen bisnis catering online ini telah dibuat dengan beberapa hak akses yaitu customer member, customer non-member, dan Admin. Sistem informasi manajemen bisnis catering online telah dilengkapi berbagai fitur untuk pengelolaan order, pengawai, bahan makanan, menu, supplier, dan diskon. Dari banyak fitur yang menjadi hasil dari perancangan sistem informasi manajemen bisnis catering online ini

2. Halaman Utama

Aplikasi bisnis catering online ini dapat diakses oleh Customer member dan Admin. Setiap pengguna memiliki hak akses yang berbeda. Halaman utama website yang dapat diakses oleh Customer dan Admin sebelum melakukan login. Pada tampilan tersebut terdapat menu registrasi, menu, tentang kami, dan hubungi kami.

3. Pemilihan Menu dan Penempatan Order

Sesuai dengan rencana bahwa calon konsumen akan dapat melihat pilihan makanan untuk menyusun menu yang ada, telah dibuat antar muka untuk pemilihan menu. Sistem Informasi ini menyajikan gambar-gambar untuk menjadi referensi konsumen dalam memilih (tidak ditampilkan di sini). Proses pilih menu dapat dilakukan setelah Customer atau Admin berhasil memasukan data order dengan benar. Setelah data-data order yang dibutuhkan disimpan dalam sistem, maka sistem akan langsung meminta Admin atau Cus tomer memilih menu.

4. Pengelolaan Order

Setelah konsumen memilih menunya, dari sisi admin akan dapat dilakukan pengelolaan order. Admin dapat melihat detil order, dapat melakukan update bila ada perubahan, maupun menghapuskannya jika order dibatalkan. Saat ini, untuk membantu pengelolaan, telah dibuat pembatasan jumlah order yang dapat diterima setiap harinya.

Pengelolaan Alat

Sehubungan dengan setiap acara yang telah disetujui, admin akan dapat mengelola peralatan yang digunakan. Bahwa kebutuhan alat telah dirangkum untuk sebuah acara tertentu, sehingga pada saat pelaksanaan acara, daftar alat catering dapat digunakan sebagai checklist untuk membantu persiapan acara

6. Pengelolaan Pegawai

Sistem informasi ini akan membantu Catering untuk menjadwalkan pegawainya, seperti penjadwalan karyawan, detil di mana acara dilaksanakan, beserta siapa saja pegawai yang telah ditempatkan untuk acara tersebut. Selain itu, setiap pegawai juga diberi tugas tertentu. Detil ini akan membantu pemilik catering untuk mengelola pegawai dengan lebih baik

7. Pengelolaan Bahan Baku

Sehubungan dengan setiap acara yang telah disetujui, admin akan dapat merencanakan pembel ian bahan baku yang akan digunakan untuk tanggal tertentu. Ini akan membantu efisiensi pembelian bahan baku. Bahan baku yang dibutuhkan, yang telah diperhitungkan berdasarkan jumlah order, jenis menu yang dipilih ( setiap makanan telah diatur detil bahan bakunya dalam resep makanan), beserta jumlah satuan bahan yang dibutuhkan. Hal ini dimaksudkan membantu pembelanjaan bagi pemilik catering.

KESIMPULAN

Simpulan yang didapat dari hasil pengerjaan tugas akhir ini didapat kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem informasi ini akan dapat menangani pengelolaan order atau pesanan, pengelolaan bahan makanan dan pengelolaan alat catering pada bisnis catering online. Sistem ini juga dirancang sehingga dapat menangani data customer, data supplier serta data pegawai.

2. Sistem informasi ini akan dapat melayani kebutuhan pengguna dalam menjalankan bisnis catering-nya. Kebutuhan yang telah dipenuhi antara lain adalah pemilik/owner dapat mengelola order yang diterima, mengelola data customer, data pegawai, serta mengelola data bahan makanan dan alat catering.

3. Sistem informasi ini akan memenuhi kebutuhan pengguna mengenai kemudahan dan keamanan dalam mengakses aplikasi. Pengguna dapat dengan mudah mengakses aplikasi bisnis catering online ini melalui internet. Setiap pengguna memiliki akun yang terdaftar dalam sistem, sehingga pengguna aman dalam mengakses aplikasi dengan hak akses masing- masing.

4. Hasil implementasi sistem informasi ini juga telah mampu menyajikan kebutuhan alat, kebutuhan bahan baku, dan kebutuhan pegawai untuk pembuatan keputusan yang lebih efisien dan efektif.

 

Referensi

  1. Pitoyo, “Jumlah pengguna internet di Indonesia capai 120 juta orang?,” 22 April 2013. [Online]. Available: http://www.merdeka.com/teknologi/jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-capai-120-juta-orang.html.

Dictionary.com, “Definition of catering,” n.d.. [Online]. Available: http://dictionary.reference.com/browse/catering.  [Accessed 7 August 2013].

NOVA, “Strategi Menggenjot Pemasaran Katering,” 12 November 2009. [Online]. Available: http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Wirausaha/Strategi-Menggenjot-Pemasaran-Katering-1. [Accessed 8 March 2013].

 

A. Rohmalia, “Sistem Informasi Manajemen Bisnis Kuliner Online pada Anggun Catering (Unpublished),” Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 2013.

 

Posted in MSI 2018 | Tagged: , , | 1 Comment »

APLIKASI PROGRAM LINEAR DALAM MASALAH ALOKASI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM DINAMIK

Posted by tomtom2496 on April 4, 2018

APLIKASI PROGRAM LINEAR DALAM MASALAH ALOKASI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM DINAMIK

ABSTRAK

Dalam permasalahan sehari-hari, kita sering menggunakan salah satu cabang ilmu dalam matematika yaitu riset operasi yang berhubungan dengan prinsip optimisasi. Secara umum optimisasi adalah pencapaian suatu keadaan yang terbaik, misalnya memaksimumkan keuntungan atau meminimumkan biaya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah optimisasi adalah metode program linear. Permasalahan umum dalam program linear dapat dirumuskan sebagai model program dinamik. Dalam penelitian ini, untuk mencari penyelesaian yang optimal dalam program linear pada permasalahan alokasi sumber daya yang terbatas yaitu dengan menggunakan teknik program dinamik. Dalam program dinamik masalah dibagi menjadi bagian-bagian masalah yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dalam mengevaluasi masalah tersebut. Program dinamik juga dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan program linear lebih dari 2 variabel. Tetapi dalam program dinamik tidak mempunyai rumusan matematika yang baku, perumusan masalahnya masih samar, sehingga menurut penghitungan hal itu tidak layak untuk beberapa masalah karena walaupun suatu masalah dapat diuraikan secara benar, pemecahan numerik tetap tidak dapat dicapai karena kerumitan proses optimisasi pada tiap-tiap tahap. Selain itu tidak adanya program komputer yang umum dari masalah program dinamik.

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, ilmu yang berhubungan dengan riset operasi telah banyak digunakan dan diterapkan oleh manusia. Menurut Taha (1996:1), riset operasi merupakan metode untuk merumuskan permasalahan sehari-hari ke dalam bentuk model matematika agar mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu masalah optimisasi tersebut adalah mengalokasikan sumber daya yang terbatas seperti lahan, waktu, biaya, modal, tenaga kerja, dsb agar mampu mendapatkan hasil yang optimal. Mendapatkan hasil yang optimal dapat berarti meminimumkan sesuatu yang merugikan atau memaksimumkan sesuatu yang menguntungkan. Salah satu metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan alokasi tersebut adalah metode program linear.

LATAR BELAKANG

Program linear merupakan suatu teknik perencanaan yang menggunakan model matematika dengan tujuan menemukan beberapa alternatif dari pemecahan masalah yang kemudian dipilih mana yang terbaik untuk menyusun strategi dan langkah-langkah kebijakan tentang alokasi sumber daya yang terbatas agar mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan secara optimal dengan melibatkan variabel-variabel linear (Ernawati, 2009:1).

Ada beberapa metode untuk mencari penyelesaian optimal pada masalah program linear, yaitu metode grafik, metode simpleks, metode simpleks dua tahap, metode titik interior, dan sebagainya. Dalam penelitian ini, penulis menyelesaikan masalah program linear dengan menggunakan teknik program dinamik.

Program dinamik adalah suatu teknik matematika yang digunakan untuk mengoptimalkan proses pengam-bilan keputusan secara bertahap (Siagian, 1987: 238). Prosedur pemecahan permasalahan dalam program dinamik dilakukan secara rekursif. Hal ini berarti bahwa dalam mengambil keputusan kita harus memperhatikan keadaan yang dihasilkan oleh keputusan sebelumnya. Sehingga hasil dari suatu keputusan (solusi) pada suatu tahap akan mempengaruhi keputusan tahap berikutnya.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik program dinamik untuk menyelesaikan masalah program linear. Karena masalah program linear secara umum dapat dirumuskan sebagai sebuah model program dinamik apalagi dalam permasalahan alokasi sumber daya yang terbatas. Selain itu, selama penulis melakukan studi matematika, penulis hanya dapat menyelesaikan masalah program linear dengan menggunakan metode simpleks dan metode grafik. Penulis juga ingin menambah pustaka bagi mahasiswa Program Studi Matematika dengan memperkenalkan alternatif metode lain untuk menyelesaikan masalah program linear tersebut.

Posted in Program Linier 2018 | Tagged: , , , | 1 Comment »

Metode Transportasi dalam Program Linear untuk Pendistribusian Barang

Posted by ajatlasmana on April 3, 2018

METODE TRANSPORTASI DALAM PROGRAM LINEAR UNTUK PENDISTRIBUSIAN BARANG

ABSTRAK

Permasalahan transportasi yang berhubungan dengan distribusi barang dan jasa dari berbagai sentra produksi ke beberapa lokasi penjualan. Pendistribusian memegang peran penting karena tanpa adanya pola distribusi yang tepat, maka proses pendistribusiannya dapat memakan biaya yang tinggi dan waktu yang relatif lama. Salah satu solusi program linear dalam pendistribusian barang adalah dengan menggunakan metode transportasi, supaya pendistribusian barang berjalan seefektif mungkin dengan pengalokasian biaya yang minimum.

  1. PENDAHULUAN

Metode transportasi digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang membutuhkan. Ada beberapa metode untuk mencari solusi layak dasar awal yaitu North West Corner, Least Cost, dan Aproksimasi Vogel. Sedangkan metode untuk mengecek optimal ada dua yaitu Stepping Stone dan MODI ( Modifield Distribution). Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa, karena terdapat perbedaan biaya-biaya dari satu sumber ke suatu tempat tujuan yang berbeda-beda.

Persediaan atau penawaran (supply) maksimum pada setiap sumber permintaan (demand) minimum untuk setiap tujuan. Distribusi ini dilakukan sedemikian rupa sehingga permintaan dari beberapa tempat dapat dipenuhi dari beberapa sumber yang masing-masing dapat memiliki permintaan atau kapasitas yang berbeda. Alokasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan biaya pengangkutan yang bervariasi karena jarak dan kondisi antar lokasi yang berbeda-beda. Dengan menggunakan metode transportasi, dapat diperoleh suatu alokasi distribusi barang yang dapat meminimalkan total biaya transportasi.

Metode transportasi ini digunakan disaat seseorang menentukan cara pengiriman (distribusi) suatu jenis barang dari beberapa sumber (lokasi penawaran) ke beberapa tujuan (lokasi permintaan) yang dapat meminimumkan biaya. Sasaran dalam persoalan transportasi ini adalah mengalokasikan barang yang ada pada sumber sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada lokasi permintaan. Adapun tujuan penggunaan metode transportasi sebagai upaya untuk pendistibusian barang adalah agar supply (persediaan) dari beberapa sumber dapat dilakukan secara efektif dengan biaya yang minimum ke beberapa lokasi permintaan.

  1. LATAR BELAKANG

Distribusi merupakan suatu proses pengiriman barang dari suatu sumber ke konsumen. Dalam proses pendistribusian, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kepuasan konsumen karena akan berpengaruh terhadap keberhasilan penjualan produk. Salah satu kepuasan konsumen adalah barang dapat sampai ke konsumen dengan tepat waktu dan produk sesuai dengan keinginan atau kebutuhannya. Keberhasilan distribusi dapat meningkatkan kenaikan angka penjualan yang dapat dilihat dari banyaknya penjualan. Untuk mencapai keberhasilan distribusi dan penjualan, permasalahan distribusi ini menjadi sangat penting karena berhubungan dengan biaya transportasi yang berpengaruh terhadap total biaya produksi.

Permasalahan distribusi barang merupakan aspek yang harus diperhatikan karena permasalahan tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap biaya dan tingkat pelayanan kepada konsumen. Ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam proses pendistibusian, seperti jumlah permintaan barang yang berbeda-beda pada setiap konsumen, kapasitas kendaraan, batas waktu pengiriman, kecepatan rata-rata yang dapat ditempuh pada jalur dan waktu tertentu dan lokasi konsumen yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan suatu cara agar proses distribusi dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu dengan biaya produksi yang minimum.

Salah satu cara untuk mengatasi suatu pendistribusian barang dengan menggunakan metode transportasi. Kasus transportasi timbul ketika seseorang menentukan cara pengiriman (distribusi) suatu jenis produk (barang) atau lebih dari beberapa sumber ke beberapa konsumen (permintaan) yang dapat meminimumkan biaya. Sasaran dalam persoalan transportasi ini adalah mengalokasikan barang yang ada pada sumber hingga terpenuhi semua kebutuhan pada konsumen (lokasi permintaan) dengan biaya produksi yang minimum. Metode transportasi sebagai upaya untuk pendistribusian barang adalah agar supply dari beberapa sumber dapat dilakukan secara efektif dengan biaya yang minimum ke beberapa tempat tujuan (konsumen). Sehubungan dengan hal tersebut, permasalahan yang akan dibahas adalah penggunaan metode transportasi dengan cara metode North West Corner sebagai salah satu teknik solusi dalam metode transportasi sebagai upaya untuk pendistribusian barang.

Posted in Artikel, Program Linier 2018 | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

SISTEM E-VOTING UNTUK PEMILIHAN UMUM INDONESIA

Posted by ain fadilah on April 2, 2018

ABSTRAK

E-voting merupakan teknologi informasi pada pelaksanaan pemungutan suara. Adanya teknologi e-voting ini adalah untuk memudahkan manusia dalam pekerjaannya dan untuk meminimalisisr kecurangan saat Pemilihan Umum (Pemilu). e-voting ini dapat digunakan oleh masyarakat umum dan disediakan juga bagi penyandang disabilitas. cara kerja dari e-voting yaitu dengan sidik jari yang dipindai, lalu pemilih harus menunjukkan e-KTP kepada petugas di TPS. Tahap ini merupakan bagian dari verifikasi dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Untuk keamananya sangatlah aman pada saat proses pemilihan berlangsung, sistem e-voting BPPT tidak terhubung ke jaringan Internet maupun jaringan komputer lain sehingga tidak memungkinkan peretas untuk memasuki sistem tersebut serta merubah data suara. e-voting ini banyak kelebihannya tidak hanya meminimalisir kecurangan saat Pemilihan Umum (Pemilu) tetapi menghemat waktu dan biaya juga saat Pemilihan Umum (Pemilu) berlangsung.

Kata kunci : pemilihan umum, e-voting, pemungutan suara

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

   Hadirnya e-voting ditengah-tengah masyarakat dikarenakan banyaknya kecurangan yang dilakukan saat Pemilihan Umum (Pemilu) berlangsung. Kecuangan-kecurangan yang terjadi saat Pemilihan Umum (Pemilu) seperti yang terjadi tahun 2014 di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat pada Pemilu legislatif 2014 tentang pemilih ganda. Ketua KPU Pasaman Barat, Syafrinaldi di Simpang Ampek, Selasa mengatakan pemilih ganda ditemukan dalam beberapa kali menjelang penetapan DPT. “KPU Provinsi Sumbar menemukan sekitar 116 pemilih ganda yang terdaftar di dua kabupaten atau provinsi. Kemudian memasukkan 27 orang pemilih yang belum terdaftar ke DPT sehingga mengakibatkan terjadi selsih dari DPT yang ditetapkan”,[1] Menurut UU No. 12 Tahun 2008 Pasal 115, pemilih ganda atau orang yang menggunakan identitas palsu terancam hukuman pidana penjara.

   Pada tahun 2017 terjadi kecurangan kasus pemalsuan tanda tangan dan KTP warga yang telah meninggal di Kabupaten Pangkep untuk menyatakan dukungannya kepada bakal calon gubernur dan wakil gubernur .[2] dan banyak lagi kecurangan-kecurangan yang terjadi saat Pemilihan Umum (Pemilu) berlangsung. Pemerintah sudah banyak mengeluarkan metode salah satunya adalah e-voting yang berguna untuk meminimalisisr kecurangan yang ada. Pemeritah mengeluarkan e-voting ini tidak sendiri, melainkan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang  sangat mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara kerja dari e-voting?
  2. Apa manfaat dari e-voting?
  3. Sejauh mana tingkat keamanan dari e-voting?

1.3 Tujuan Penelitian

   Adanya  penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan teknologi yang ada diindonesia salah satunya dengan teknologi yang akan dicoba untuk Pemilihan Umum (Pemilu) yaitu e-voting.

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Jenis Penelitian

   Dalam menyelesaikan penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Pustaka (Library Research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggunakan beberapa sumber artikel dari beberapa sumber yang terpecaya.

2.2 Teknik Pengumpulan Data

   Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara pencarian informasi kepada sumber-sumber berita yang ada diindonesia seperti  brigadar.id, bppt.go.id, dan nasional.sindonews.com

2.3 Tahap Penelitian

   Beberapa tahapan yang dilaksanakan selama penelitian, sebagai berikut :

  1. Analisis Sumber Informasi

    Melakukan analisis sumber informasi yang sedang hangat dibicarakan ditengah-tengah masyarakat dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahn, kesempatan, dan hambatan yang terjadi serta kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan.

  1. Pengumpulan Data Informasi

   Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data berupa arsip-arsip dan bahan-bahan informasi yang akan digunakan oleh penulis untuk mendukung penelitiannya.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pemilihan Umum

   Pemilihan Umum disingkat dengan Pemilu, proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan diranah politik. Jabatan-jabatan yang ada sangat beragam, mulai dari Presiden, Wakil Rakyat dari berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepada kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilihan Umum (Pemilu) berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata ‘pemilihan’ lebih sering digunakan.

   Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia menganut asas “Luber” yang merupakan singkatan dari “Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia”. Asal “Luber” berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan. Umum berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara. Bebas berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun, kemudian Rahasia berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh Pemilih itu sendiri. Kemudian di era reformasi berkembang saat ini asas “Luber” berkembang menjadi asas “Jurdil” yang merupakan singkatan dari “Jujur dan Adil”. Asas jujur mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih. Asas adil adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu. Asas jujur dan adil mengikat tidak hanya kepada pemilih ataupun peserta pemilu, tetapi juga penyelenggara pemilu.

3.2 E-voting

   KPU bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk Pemilu yang akan datang, rencana ini sudah menggunakan MOU dengan BPPT sampai dua kali. Dalam audit IT (Informasi dan Teknologi) untuk sistem e-rekapitulasi, hasil audit BPPT diharapkan menjadi masukan penting bagi KPU untuk membangun tata kelola (governance) dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu. Audit teknis BPPT, akan diterapkan pada Pemilukada Serentak 2017 dan Pemilu Nasional 2019. Pada Maret 2017 sistem tersebut dipergunakan dalam Pilkades di Desa Babakan Wetan, Kecamatan Ciseeng, Bogor. Itu bukanlah penerapan e-voting pertama di Indonesia. Sistem e-voting BPPT pertama kali dipergunakan dalam Pilkadus di Kabupaten Jembrana, Bali, pada pertengahan 2009. BPPT telah membina kerja sama dengan Kabupaten Jembrana terutama dalam hal implementasi e-Government sejak 2001.[3]

   Adanya e-voting digunakan untuk membuat surat suara, memberikan suara, menghitung perolehan suara, mengirimkan hasil dan rekapiltulasi, serta menayangkan hasil, memelihara dan menghasilkan jejak audit (Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik, Andrari Grahitandaru). “e-voting juga memiliki sejumlah keunggulan antara lain dalam hal efisiensi biaya, akurasi, rahasia, transparan, dan demokratis,” ucap Andrari di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Senin (7/7/2015). kelebihan e-voting lainnya yakni, ketika hendak mencoblos pemilih tidak perlu repot membawa form C1 ke TPS, pemilih tinggal membawa KTP elektronik setelah itu e-KTP di scanner beserta sidik jari nya Tahap ini merupakan bagian dari verifikasi dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi, M Nasir, mengatakan, pada aspek efisiensi biaya, e-voting dapat meminimalisir penggunaan kertas, sehingga bisa menghemat cost yang dikeluarkan dalam pelaksanaan Pemilu.

Gambar 1. E-voting

    Hasil verifikasi untuk membuktikan bahwa pemilih berhak ikut dalam pemungutan suara, Akan mendapat kartu token pemilih, Kartu itu dilengkapi dengan cip untuk memastikan bahwa pemilih berhak hanya sekali mengikuti pemungutan suara. Sehingga tidak akan ada suara yang ganda. Setelah itu TPS memasukkan kartu token tersebut ke perangkat Electronic Data Capture (EDC) yang di sebelah bilik. Di dalam bilik suara sudah tersedia perangkat surat suara berlayar sentuh (touch screen). Di dalam bilik tertutup pemungutan suara dilakukan sesuai azas rahasia. Selain akan menampilkan foto para pasangan calon (paslon), perangkat layar sentuh itu juga menyediakan opsi suara kosong jika pemilih ingin bersikap tidak memilih paslon atau golput (golongan putih).

Gambar 2. Bilik untuk Pemilihan Umum mengggunakan e-voting

   Sesuai dengan asas bebas, pemilih pun di bebaskan untuk memilih calon dengan menyentuhkan jarinya ke salah satu opsi yang tersedia pada layar yang sudah disiapkan didalam bilik. Lalu sistem pun akan meminta pemilih mengonfirmasikan ulang untuk pilihannya. Setelah memberikan suaranya, sebuah kertas struk yang berisikan barcode keluar dari mesin cetak berukuran 7×5 cm Jika pemilih telah selesai memberikan hak suaranya. Kertas struk tersebut sebagai bukti keikutsertaan pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tersebut.

   Pentingnya Kertas struk tersebut dikarenakan berisikan nama pemilih, nomor urut dan barcode yang berisikan data pilihan yang sudah dienkripsi. Kertas struk tersebut dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang diberi nama Kotak Audit. Kotak itu hanya dibuka jika ada gugatan atau kejanggalan yang membutuhkan penghitungan ulang. Dengan data yang terdapat di kertas struk itu, proses penghitungan ulang akan lebih praktis dengan memindai barcode yang terdapat di struk tersebut. Kotak audit menjadi bagian dari penerapan asas jujur dalam Pemilu.

Gambar 3. Struk barcode

   Sistem e-voting BPPT sudah menyiapkan beberapa antisipasi untuk menerapkan asas adil dalam Pemilu.

  1. untuk memberikan hak memilih bagi penyandang disabilitas seperti tunanetra, kertas suara yang dilengkapi dengan huruf braile akan ditempelkan di layar sentuh.
  2. Gangguan listrik juga sudah diantisipasi oleh sistem e-voting itu. Jika gangguan listrik terjadi pada saat proses pemilihan, pengawas TPS bisa menggunakan opsi lain seperti genset, aki mobil, dan lainnya untuk menyalakan listrik. Setelah itu, pemilih akan ditawarkan untuk melakukan pemilihan ulang dengan token yang baru.

Untuk keamanan dari e-voting Pada saat proses pemilihan berlangsung, sistem e-voting BPPT tidak terhubung ke jaringan Internet maupun jaringan komputer lain sehingga tidak memungkinkan orang yang takbertanggung jawab untuk memasuki sistem tersebut serta merubah data suara.

BAB IV

KESIMPULAN

    E-voting banyak kelebihannya dari pada kekurangannya, salah satu kelebihan dari e-voting adalah menghemat biaya dan waktu, meminimalisir kecurangan yang ada. E-voting juga memiliki sistem keamanan yang teliti, dengan tidak terhubungnya jaringan internet dan komputer sehingga menimalisir datanya disadap oleh orang yang tidak bertanggung jawab pada saat Pemilihan Umum (Pemilu) berlangsung.

Penelitian ini banyak kekurangan, diharapkan untuk dikembangkan lagi penelitian ini agar menjadi penelitian yang bagus .

DAFTAR PUSTAKA

BPPT. ( Wednesday, 05 May 2010 16:38 ). E-VOTING UNTUK PEMILU 2014. https://bppt.go.id/index.php/lpnk/58-teknologi-material/425-e-voting-untuk-pemilu-2014.

JDD, I. (10:57 WIB – Selasa, 11 April 2017). Cara melakukan e-voting dan jaminan keamanan dari BPPT. https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/cara-melakukan-e-voting-dan-jaminan-keamanan-dari-bppt.

Ramdhani, D. (Rabu, 15 Maret 2017 – 17:10 WIB). Penggunaan E-Voting Harus Sesuai Tujuan dan Kebutuhan. https://nasional.sindonews.com/read/1188611/12/penggunaan-e-voting-harus-sesuai-tujuan-dan-kebutuhan.

[1] https://sumbar.antaranews.com/berita/67696/kpu-pasaman-barat-temukan-pemilih-ganda-dpt

[2] https://regional.kompas.com/read/2017/12/12/21125301/kecurangan-pada-proses-pilkada-sulsel-identitas-orang-meninggal-dipakai

[3] https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/cara-melakukan-e-voting-dan-jaminan-keamanan-dari-bppt

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Artikel “Analisis Manajemen Sistem Informasi dalam Pengambilan Keputusan dengan Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS”

Posted by nellvyaprilia on April 2, 2018

ANALISIS MANAJEMEN SISTEM INFORMASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS

Nellvy ApriliaJasni

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Absrak

Dalam sebuah perusahaan atau dalam suatu organisasi pastinya ada sebuah masalah atau kendala yang nanti pada akhirnya harus diselesaikan sampai akhir dengan cara pengambilan keputusan. Manajemen Sistem informasi dalam pengambilan keputusan atau Decision Support System (Sistem Pendukung Keputusan). Dalam pengambilan keputusan tidak sembarang kita mengambil keputusan tapi kita juga harus tahu ada macam-macam dan  metode-metode yang bisa kita gunakan dalam pengambilan keputusan. Menggunakan metode-metode yang ada bertujuan untuk memperoleh pengambilan keputusan terbaik menggunakan metode apa dan juga metode yang terbaik itu dapat digunakan di perusahaan atau diorganisasi-organisasi yang ada. Dalam hal ini ada dua metode yang akan dipilih yaitu menggunakan metode AHP (Analitical Hierarcy Process) dan metode TOPSIS (Tecjnique Order Preference by Similiarity To Ideal Solution). Dimana dalam hal ini kedua metode tersebut akan dibandingkan dan akan mendapatkan metode yang paling efektif untuk perusahaan.

Kata Kunci : Metode AHP, Metode TOPSIS, DSS, Manajemen Sistem Informasi

 

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang

Pada saat ini berkembang zaman kian hari kian meningkat demikian pula dengan Perusahaan dan Organisasi saat ini yang saat mereka dalam hal penggambilan keputusan akan menggunakan Decision Support System. Seiring berjalannnya waktu pengambilan keputusan juga akan meningkat hari demi hari yang dahulunya manual hanya disimpan dalam arsip-arsip yang bisa tercecer atau hilang tapi dengan Decision Support System yang menggunakan komputer sekarang jadi lebih mudah.

Manajemen Sistem Informasi dilihat dari kata Sistem Informasi yang selalu diingat berkaitan dengan komputer tetapi tidak komputer hanya sebuah media untuk menyambungkan jaringan-jaringan yang terdapat di dalam sistem itu. Manajemen merupakan sebuah perencanaan jadi Manajemen sistem informasi itu perencanaan yang dibuat dengan bantuan jaringan menggunakan komputer.

Di setiap perusahaan pasti mempunyai masalah yang dihadapi masing-masing perusahaan maka dari itu perusahaan harus bisa mengambil keputusan yang bijak untuk kebaikan perusahaan mereka. Pada saat ini perusahaan harus mempunyai Decision Support System yang dimana sangat efektif untuk mengambil keputusan. Decision Support System ini mempunyai beberapa metode yang dapat membantu mengambil keputusan disuatu perusahaan. Beberapa metodenya itu adalah metode AHP dan metode TOPSIS, yang akan dibandingkan diantara dua jenis metode itu mana metode yang lebih efektif untuk perusahaan untuk mengambil keputusan.

 

Bab II Kajian Pustaka

  2.1 Sistem Informasi

            Untuk memahami pengertian sistem informasi, harus dilihat keterkaitan anatara data dan informasi sebagai entitas penting pembentuk sistem informasi. Data merupakan nilai, keadaan,atau sifat yang berdiri sendiri lepas dari konteks apapun. Sementara informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang (Davis, 1995). Menurut Mc Leod (1995) Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.

            Akhirnya Manajemen Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya (Kertahadi, 1995). Tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan, pemrakarsaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan, dan menyajikan sinergi organisasi pada proses (Murdick dan Ross, 1993). Dengan demikian, sistem informasi berdasarkan konsep (input, processing, output) dapat dilihat pada gambar berikut :

 

Untitled-4

 

     2.2 Manajemen Sistem Informasi

Manajemen Sistem Informasi adalah sebuah sistem sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu. Manajemen Sistem Informasi mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kempulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manajer untuk menjalankan tanggung jawabnya. Untuk mengembangkan Manajemen Sistem Informasi, diperlukan pemahaman yang baik tentang informasi apa saja yang dibutuhkan manajer dan bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut.

     2.3 Decision Support System (Decision Support System)

Decision Support System adalah sistem informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengombinasikan data dan model analisis canggih atau peralatan data anilisis untuk mendukung pengambilan yang semi terstuktur dan tidak terstuktur. DSS dirancang untuk membantu pengambilan keputusan organisasional. DSS biasanya tersusun dari :

  1. Database (bisa diekstraksi dari TPS/MIS).
  2. Model grafis atau matematis, yang digunkan untuk proses bisnis.
  3. Antarmuka pengguna yang digunakan oleh pengguna untuk berkomunikasi dengan DSS.

     2.4 Metode AHP (Analytical Hierarchy Process)

AHP adalah sebuah hierarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Dengan hierarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hierarki. Model AHP memakai persepsi manusia yang dianggap “pakar” sebagai input utamanya. Kriteria “pakar” disini bukan berarti bahwa orang tersebut haruslah jenius, pintar, bergelar doktor dan sebagainya tetapi lebih mengacu pada orang yang mengerti benar permasalahan yang diajukan, merasakan akibat suatu masalah atau punya kepentingan terhadap masalah tersebut (Suryadi, 1988).

Metode AHP sangat cocok digunakan dalam manajemen pengambilan keputusan karena menawarkan banyak keuntungan seperti mensintesakan masalah menjadi alternatif keputusan (Dyer dan Forman, 1992). Menurut Kumar (2006), AHP  adalah alat pengambilan keputusan yang didasarkan pada kriteria yang bertingkat yang sering digunakan pada aplikasi pengambilan keputusan. AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika, metode ini adalah suatu kerangka untuk mengambil keputusan secara efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan cara memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, untuk kemudian menata bagian atau variabel tersebut dalam suatu susunan yang hirarkis selanjutnya mensintesiskan berbagai pertimbangan tersebut dan menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi yang bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.

     2.5 Metode TOPSIS (Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution)

Metode  TOPSIS  adalah  salah  satu  metode  pengambilan  keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang  pada tahun 1981.  Metode  ini  merupakan  salah  satu  metode  yang  banyak  digunakan  untuk menyelesaikan pengambilan  keputusan  secara  praktis.  TOPSIS  memiliki  konsep dimana alternatif  yang terpilih merupakan alternatif terbaik  yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Semakin  banyaknya  faktor  yang  harus  dipertimbangkan  dalam  proses pengambilan  keputusan,  maka  semakin  relatif  sulit  juga  untuk  mengambil
keputusan  terhadap  suatu  permasalahan. Apalagi  jika  upaya  pengambilan keputusan  dari  suatu  permasalahan  tertentu,  selain  mempertimbangkan  berbagai faktor/kriteria  yang  beragam,  juga  melibatkan  beberapa  orang  pengambil keputusan. Metode TOPSIS digunakan sebagai suatu upaya untuk myelesaikan permasalahan multiple multiple criteria decision making. Hal ini disebabkan konsepnya sederhana dan mudah dipahami, komputasinya efisien dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan.

Berikut ini adalah contoh sebuah matriks dengan alternatif dan kriteria :

matriks

Dimana :

m = alternatif

n = kriteria  

 

Bab III Metodologi dan Pembahasan

3.1  Metodologi

            Pada jurnal ini penulis akan membandingkan metode AHP dan TOPSIS dengan mengambil contoh masalah yang ada di suatu perusahaan. Selajutnya setelah memaparkan cara-cara dari kedua metode tersebut penulis akan membandingkan metode manakah yang paling efektif digunakan untuk sebuah perusahaan dalam pengambilan keputusan.

3.2  Pembahasan

Kesimpulan

Referensi

Fatta, Hanif Al. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan                       Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta : C.V Andi Offset

Amrozi, Yusuf. 2017. Simulasi dalam Manajemen Pengambilan Keputusan Menggunakan                   AHP.

 

Posted in MSI 2018 | 1 Comment »

ARTIKEL ” Perancangan Arsitektur Enterprise untuk Perguruan Tinggi Swasta Menggunakan Togaf ADM “

Posted by betrayunisa on April 2, 2018

PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE  UNTUK PERGURUAN TINGGI SWASTA  MENGGUNAKAN TOGAF ADM

 

Yunisa Betra

Jurnal Prodi Matematika FMIPA Universitas Islam Bandung

 Email : betrayunisa@gmail.com

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang arsitektur enterprise pada perguruan tinggi agar dapat meningkatkan pelayan kepada pihak eksternal maupun internal organisasi. Pada penelitian ini menggunakan metodologi The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method (TOGAF ADM) dengan pendekatan object oriented. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan sistem informasi untuk setiap sub unit bisnis dengan tujuan utama meningkatkan kinerja disetiap sub organisasi agar menghasilkan informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Penenilitan ini dibatasi pada proses bisnis utama berdasarkan pemetaan menggunakan value chain dan hanya sampai kepada fase migration planning pada TOGAF ADM dengan sample penelitian pada sebuah perguruan tinggi teknik swasta di wilayah Priangan Timur dan tidak membahas kebutuhan anggaran dalam pembangunan sistem. Penelitian ini menghasilkan sebuah blueprint arsitektur sistem informasi berupa kandidat-kandidat aplikasi untuk setiap sub organisasi yang disusun berdasarkan tingkat prioritas kebutuhan sehingga dalam implementasi lebih terarah dan tidak mengganggu kinerja sistem informasi baik yang sudah ada maupun sedang dibangun.

Kata Kunci – Perancangan, Arsitektur Enterprise, TOGA ADM.

 

I. PENDAHULUAN

Sistem yang ada pada perguruan tinggi mempunyai bentuk karakter sistem tersendiri, permasalahannya pada saat ini belum ada kerangka dasar yang khusus untuk digunakan sebagai acuan dalam membangun arsitektur sistem di perguruan tinggi . Umumnya perguruan tinggi memiliki sembilan sistem utama, kesembilan sistem tersebut adalah: Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru , Sistem Informasi Akademik, Sistem E-Learning, Sistem Informasi Perpustakaan, Sistem Informasi Laboratorium, Sistem Informasi Kurikulum, Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sistem Informasi Alumni dan Karir, dan Sistem Informasi Pelaporan Akademik  . Adapun penggunaan Sistem Informasi Pelaporan Akademik   pada saat ini telah digantikan dengan sistem informasi pelaporan berbasis web dengan nama Pangkala Data Pendidikan Tingi (PD DIKTI) dengan versi yang telah dibuat sampai penelitian ini dilakukan adalah versi .

Permasalahan yang terjadi pada saat ini, penggunaan sistem informasi di UNISBA masih kurang efektif dan kurang mendukung terhadap proses bisnis yang ada. Beberapa penyebabnya adalah: masih kurangnya sistem yang ada (telah dibangun) pada UNISBA, selain itu sistem informasi yang ada tidak terintegrasi antara satu sistem dengan sistem yang lain dalam hal ini masalah utamanya adalah kurang pertimbangan faktor jangka panjang bahwa sistem tersebut akan dibutuhkan oleh sistem yang lain (saling terintegrasi). Integrasi sistem mempunyai tujuan mengurangi terjadinya kesenjangan pada proses pengembangan sistem, untuk mengurangi kesenjangan tersebut, maka diperlukan sebuah paradigma dalam merencanakan, merancang, dan mengelola teknologi informasi dan sistem informasi yang disebut dengan arsitektur enterprise . Dalam merancang arsitektur sistem dibutuhkan sebuah framework. Framework diperlukan untuk mengatur inovasi-inovasi dalam enterprise dan dapat digunakan untuk mengembangkan arsitektur dengan mudah . The Open Group Architecture framework (TOGAF) adalah suatu framework untuk arsitektur perusahaan yang memberikan pendekatan yang komprehensif untuk perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan arsitektur informasi perusahaan. TOGAF memberikan gambaran metode yang rinci bagaimana membangun dan mengelola serta mengiplementasikan framework dan sistem informasi yang digunakan untuk menggambar sebuah model pengembangan arsitektur enterprise sehingga dapat dijadikan rekomendasi dalam pengembangan sistem yang terintegrasi dan bernilai, selain itu kelebihan framework TOGAF adalah acuannya lebih ke object oriented, sifatnya yang fleksibel, dan open source, sehingga banyak digunakan pada berbagai bidang seperti perbankan, industri manufaktur dan juga pendidikan . Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perancangan arsitektur enterprise berupa blueprint yang meliputi arsitektur bisnis, arsitektur data, dan arsitektur aplikasi guna mendukung aktifitas bisnis UNISBA. Penelitian ini hanya dibatasi pada bisnis proses utama pada UNISBA.

 

II. LANDASAN TEORI

     A. Arsitektur Enterprise Arsitektur enterprise merupakan sebuah cara untuk menyusun elemen-elemen sistem informasi enterprise dimana bisa merupakan sekumpulan model dan hubungan antar elemen enterprise yang digunakan dalam merencanakan, mendesain, dan merealisasikan suatu struktur enterprise, proses bisnis, sistem informasi, dan infrastruktur yang terkait di dalamnya . Arsitektur enterprise mempunyai arti penting bagi sebuah organisasi sebab salah satu hasilnya adalah terwujudnya keselarasan antara teknologi informasi dan kebutuhan bisnis. Beberapa keuntungan dari arsitektur perusahaan yang baik adalah: operasi teknologi informasi lebih efisien, investasi yang menguntungkan, mengurangi risiko dalam hal penyimpangan terhadap aturan, lebih cepat, sederhana, dan operasi bisnis lebih efisien. Dalam merencanakan dan merancang sebuah arsitektur enterprise diperlukan framework (kerangka kerja), framework adalah sebuah cetak biru (blueprint) yang menjelaskan bagaimana elemen teknologi informasi dan manajemen informasi bekerjasama sebagai satu kesatuan. Blueprint berguna sebagai panduan atau pedoman yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan dalam merancang, merencanakan, mengukur, dan memantau pemanfaatan teknologi informasi dalam proses bisnis enterprise . Salah satu framework dalam merencanakan dan merancang arsitektur enterprise sistem informasi adalah TOGAF .

B. The Open Group Architecture Framework (TOGAF) TOGAF dikembangkan oleh The Open Group’s pada tahun 1995. Awalnya TOGAF digunakan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat namun pada perkembangannya TOGAF banyak digunakan pada berbagai bidang seperti perbankan, industri manufaktur dan juga pendidikan. TOGAF digunakan untuk mengembangkan arsitektur enterprise, dimana terdapat metode dan tools yang rinci untuk mengimplementasikannya, hal inilah yang membedakan dengan framework arsitektur enterprise lain misalnya framework zachman.  Salah satu kelebihan framework TOGAF ini adalah karena sifatnya yang fleksibel dan bersifat open source. TOGAF memberikan metode yang rinci dalam membangun dan mengelola serta mengimplementasikan arsitektur enterprise dan sistem informasi yang disebut dengan Architecture Development Method (ADM) .

ADM merupakan metode generik yang berisikan sekumpulan aktivitas yang digunakan dalam memodelkan pengembangan arsitektur enterprise. Metode ini juga dibisa digunakan sebagai panduan atau alat untuk merencanakan, merancang mengembangkan dan mengimplementasikan arsitektur sistem informasi untuk organisasi. TOGAF ADM merupakan metode yang fleksibel yang dapat mengidentifikasi berbagai macam teknik pemodelan yang digunakan dalam perencanaan, karena metode ini bisa disesuaikan dengan perubahan dan kebutuhan selama perancangan dilakukan. TOGAF ADM juga menyatakan visi dan prinsip yang jelas tentang bagaimana melakukan pengembangan arsitektur enterprise, prinsip tersebut digunakan sebagai ukuran dalam menilai keberhasilan dari pengembangan arsitektur enterprise oleh organisasi , prinsip-prinisip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Prinsip Enterprise Pengembangan arsitektur yang dilakukan diharapkan mendukung seluruh bagian organisasi, termasuk unit-unit organisasi yang membutuhkan. 2. Prinsip Teknologi Informasi  Lebih mengarahkan konsistensi penggunaan teknologi informasi pada seluruh bagian organisasi, termasuk unit- unit organisasi yang akan menggunakan. 3. Prinsip Arsitektur Merancang arsitektur sistem berdasarkan kebutuhan proses bisnis dan bagaimana mengimplementasikannya.

 

III. METODOLOGI PENELITIAN

 

Metodologi utama yang digunakan dalam melakukan penelitian mengacu kepada metode TOGAF ADM yang meliputi:

A. Preliminari Pada tahapan ini dilakukan identifikasi proses-proses bisnis yang terkait dengan sistem utama pada UNISBA dan memetakannya dengan menggunakan value chain.

B. Architecture Vision Menciptakan keseragaman pandangan mengenai pentingnya arsitektur enterprise untuk mencapai tujuan organisasi yang dirumuskan dalam bentuk strategi serta menentukan lingkup dari arsitektur yang akan dikembangkan. Pada tahapan ini dibahas mengenai visi dari perancangan arsitektur enterprise yang dilakukan guna mendukung aktifitas bisnis sesuai dengan visi dan misi dari organisasi.

C. Business Architecture Pada tahapan ini dilakukan analisis terhadap proses bisnis yang sedang berlangsung saat ini.

D. Information System Architecture Pada tahapan ini dilakukan pemodelan arsitektur sistem informasi yang akan dirancang sesuai dengan hasil sebelumnya, meliputi pemodelan arsitektur data dan pemodelan arsitektur aplikasi serta arsitektur proses. Dalam pelaksanaannya, tidak hanya terpaku kepada arsitektur data terlebih dahulu dan diikuti arsitektur aplikasi, akan tetapi bisa saja pelaksanaannya dilakukan arsitektur aplikasi terlebih dahulu.

E. Opportunities and Sollution Pada tahapan ini akan dievaluasi, dengan memilih alternatif implementasi, mendefinisikan strategi implementasi dan rencana implementasi.

F.Migration Planning Pada tahapan ini dilakukan penyusunan urutan implementasi sistem didasarkan kepada skala prioritas.

 

IV .HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Preliminary Pada struktur organisasi sebuah perguruan tinggi dapat menunjukan bagian apa saja yang mewakili apa saja yang dapat ditangani oleh perguruan tinggi tersebut. Sehingga penentuan struktur organisasi akan sangat menentukan dalam langkah pemodelan bisnis. UNISBA sebagai lembaga perguruan tinggi proses bisnisnya tidak lepas dari menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga area fungsional utama bisa digambarkan berdasarkan konsep rantai nilai pada gambar 2 yang secara umum dapat dikelompokkan ke dalam kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Aktivitas utama, terdiri atas: 1. Penerimaan mahasiswa baru, dapat dideskripsikan sebagai kegiatan yang meliputi proses penerimaan mahasiswa baru, seleksi mahasiswa baru, sampai dengan pendataan mahasiswa baru; 2. Penyelenggaraan pendidikan Merupakan proses administrasi akademik yang berhubungan dengan pengelolaan kurikulum, perkuliahan, ujian, pengolahan nilai ujian, pembuatan transkrip akademik, dan pengolahan beasiswa; 3. Pelepasan mahasiswa merupakan aktivitas yang berkaitan dengan manajemen akhir akademik atau pelepasan akademik sebagai akhir dari studi mahasiswa, yang dimulai dari pendaftaran tugas akhir; 4. Alumni dan Karir merupakan aktivitas pengelolaan data alumni, pendataan tempat alumni bekerja dan pengelolaan jobs center sebagai media yang membantu alumni dalam mencari tempat bekerja atau mencari lowongan kerja yang dipasang di jobs center. Aktivitas pendukung, terdiri dari: 1. Pengelolaan keuangan. Adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha untuk memberikan dukungan manajemen keuangan yang berkisar pada perencanaan anggaran, investasi serta pemeliharaan infrastruktur, sarana dan prasarana organisasi; Pengelolaan sumber daya manusia, adalah aktivitas pendukung untuk penentuan kebutuhan, pemantauan dan alokasi sumber daya manusia khususnya pada aktivitas operasional akademik. Termasuk didalamnya pengelolaan staf dan dosen tetap dan dosen luar biasa; 3. Unit pelayanan teknis, adalah aktivitas pengelolaan teknologi informasi untuk kegiatan pendidikan, termasuk juga didalamnya pengelolaan perpustakaan, dan laboratorium; 4. Pengabdian kepada masyarakat merupakan aktivitas pengelolaan hal-hal yang berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat seperti penelitian dan pelatihan kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen baik secara individu atau team dan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen; 5. Biro umum, adalah aktivitas pengelolaan sarana dan prasarana pendukung UNISBA, meliputi penyediaan ruang, manajemen asset, dan perelengkapan perkuliahan serta memelihara kebersihan lingkungan kampus.

B. Architecture Vision Visi dari pemodelan arsitektur enterprise ini adalah: 1. Membuat perencanaan arsitektur sistem enterprise yang selaras dengan kebutuhan end user dan kebutuhan bisnis di UNISBA, sehingga menghasilkan model arsitektur yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam proses pelayan terhadap mahasiswa, dosen, pemangku keputusan, dan internal organisasi; 2. Membuat rancangan sistem yang terintegrasi yang diharapkan kedepannya dapat diintegrasikan dengan sistem lain yang masih belum dibangun, sehingga sistem informasi yang baru nantinya dapat melengkapi sistem yang ada, sehingga menjadi sistem yang yang terintegrasi secara menyeluruh; 3. Secara khusus dengan adanya sistem informasi yang dibangun berasrkan kepada arsitektur sistem enterprise dapat menyediakan informasi dengan cepat, tepat dan akurat sehingga nilai UNISBA semakin meningkat; 4. Secara teknis konsep dalam arsitektur enterprise ini berbasis web, dimana pemilihan web didasarkan pada fleksibility yang tidak terbatas pada sistem operasi komputer yang digunakan, dan juga mendukung penggunaan perangkat smart phone; 5. Pada dasarnya sistem lebih diutamakan penggunaan softcopy dokumen (paperless) dengan demikian proses distribusi dokumen akan sangat mudah dan tempat penyimpanan fisik dokumen dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

C. Business Architecture Berdasarkan tugas pokok dan fungsi struktur organisasi dan observasi terhadap beberapa dokumen yang terkait, dilakukan analisa proses dan fungsi bisnis yang terkait aktifitas proses bisnis utama dan pendefinisian sub proses berupa aktifitas-aktifitas yang lebih detail.

  1. Proses Bisnis Penerimaan Mahasiswa Baru Proses ini berfokus pada pengelolaan PMB dari perencanaan PMB, Promosi PMB, sampai calon mahasiswa melakukan daftar ulang (registrasi). Hasil pengelompokan aktifitas-aktifitas dari proses penerimaan mahasiswa baru.
  2. Proses Bisnis Penyelenggaraan Pendidikan Proses ini berfokus pada pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan yang menjadi aktifitas paling utama UNISBA, proses ini sebagian besar dipegang oleh bagian adminstrasi akademik (BAAK). Hasil pengelompokan aktifitas-aktifitas dari proses penyelenggaraan pendidikan.
  3. Proses Bisnis Pelepasan Mahasiswa Proses ini merupakan proses aktivitas akhir pada proses belajar mengajar sebagai akhir dari studi mahasiswa pada perguruan tinggi. Hasil pengelompokan aktifitas-aktifitas dari proses pelepasan mahasiswa.
  4. Proses Bisnis Alumni dan Karir Proses ini merupakan pengelolaan alumni pada perguruan tinggi, dimulai dari pendataan alumni-alumni, tempat bekerja, dan lowongan kerja. Berikut aktifitas-aktifitas dari proses alumni dan karir.

D. Information System Architecture Pada perencanaan arsitektur enterprise pada fase ini dilakukan dengan membagi menjadi 2 tahapan yaitu Pemodelan Arsiterktur Data dan Pemodelan Arsitektur Aplikasi. Pada pelaksanaannya tidak terpaku kepada arsitektur data terlebih dahulu selanjutnya arsitektur aplikasi, akan tetapi bisa mendahulukan arsitektur aplikasi dan dilanjutkan dengan arsitektur data.

  1. Arsitektur Data Setelah pengidentifikasian proses utama yang mendukung dalam kegiatan operasional di UNISBA, selanjutnya dilakukan identifikasi dan pengelompokan data yang dibuat dan digunakan dalam proses tersebut. Sebuah class data adalah sebuah kategori tentang data yang terkait secara logis yang penting untuk mendukung proses bisnis. Pendefinisian arsitektur data pada tahapan ini dibuatkan dengan mengidentfikasi calon kandidat class. Kandidat class data yang sedang diidentifikasi harus dapat menentukan hal-hal sebagai berikut: a. Akurasi, ketepatan waktu dan ketersediaan data yang diperlukan dalam mendukung kegiatan operasional di UNISBA; b. Penyebaran data yang ada dan potensial diantara proses-proses yang saling berkaitan dalam hal ini berkaitan dengan integrasi data; c. Data-data apa yang mendukung proses bisnis utama di UNISBA harus teridentifikasi dengan jelas.
  2. Arsitektur Aplikasi Pada tahapan ini dilakukan pembuatan arsitektur aplikasi untuk mendefinisikan sistem informasi/aplikasi-aplikasi utama yang diperlukan untuk mengatur data dan mengatur fungsi bisnis pada proses bisnis utama enterprise UNISBA. Aplikasi-aplikasi ini ada hubungannya dengan proses bisnis yang sudah dianalisa dan sudah dirancang.

Berdasarkan pemetaan bisnis proses, maka didapat kebutuhan sistem informasi sebagai penunjang akifitas bisnis utama untuk perencanaan arsitektur enterprise, berikut sistem informasi beserta kandidat aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan: 1. Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem informasi ini dibutuhkan untuk mengelola informasi-informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru. Aplikasi-aplikasi yang akan menjadi bagian dari sistem informasi penerimaan mahasiswa baru. 2. Sistem Informasi Akademik Sistem informasi ini dibutuhkan untuk mengelola informasi-informasi mengenai proses akademik. Aplikasi-aplikasi yang akan menjadi bagian dari sistem informasi akademik. 3. Sistem Informasi Pelepasan dan Status Akademik Sistem informasi ini dibutuhkan untuk mengelola informasi-informasi mengenai pelepasan akademik, pengelolaan status mahasiswa dan pencetakan ijazah mahasiswa. Aplikasi-aplikasi yang akan menjadi bagian dari sistem informasi pelepasandan status akademik. 4. Sistem Informasi Alumni dan Karir Sistem informasi ini dibutuhkan untuk mengelola informasi-informasi mengenai alumni dan lowongan kerja sebagai media penyaluran alumni. Aplikasi-aplikasi yang akan menjadi bagian dari sistem informasi alumni dan karir.

E. Technology Architecture Pemetaan kondisi arsitektur teknologi saat ini diperlukan untuk melihat kondisi infrastruktur jaringan yang akan digunakan dalam perancangan model arsitektur dimasa mendatang, apakah arsitektur jaringan komputer yang sekarang sudah memadai atau belum.

F.Opportunitie and Sollution Peluang dan solusi dari pemodelan arsitektur yang sudah dirancang sebelumnya mempunyai tujuan untuk menghasilkan sistem informasi yang sesuai dengan target dalam perancangan. Solusi yang diajukan pada tahapan ini adalah melakukan perancangan dan pengembangan aplikasi-aplikasi dan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan. Dalam menunjang proses implementasi ini diperlukan beberapa strategi yang harus diperhatikan, hal ini untuk memperkecil resiko kegagalan. Strategi-strategi ini antara lain: 1. Pertimbangan Ekonomis (Biaya Implementasi) Untuk implementasi infrastuktur teknologi yang baik, faktor ekonomis sangat berperan karena oraganisasi akan menghitung keuntungan yang akan didapat apakah sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan atau tidak apabila suatu sistem akan diterapkan. Pada kasus enterprise sistem yang dirancang ini faktor ekonomi perusahaan sangat diperlukan karena untuk mengimplementasikan sistem ini akan memerlukan biaya–biaya yang cukup banyak. Biayabiaya tersebut untuk pengadaan perangkat itu sendiri, baik perangkat hardware, maupun aplikasi yang akan dibangun, selain itu perangkat dan infrasruktur pendukung juga perlu diperhatikan. Pertimbangan ekonomis ini bukan saja dilihat dari investasi pengembangannya saja tetapi juga unsur manfaat  dan keungulan kompetitif organisasi. 2. Pengembangan SDM Bagian yang menangani IT di UNISBA ditangani bagian Unit Sistem Informasi yang terdiri dari staff ahli dibidang IT dibantu beberapa mahasiswa yang ditempatkan untuk magang. Terkait dengan implementasi arsitektur yang baru direncanakan ini bagian Unit Sistem Informasi akan sangat memegang peranan penting untuk menunjang keberhasilan dalam perancangan dan implementasi sistem kedepan. Dengan demikian bagian tersebut harus diperkuat dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Keterlibatan personil bagian Unit Sistem Informasi dan bagian yang ikut terlibat dalam implemertasi sistem informasi yang sudah direncanakan akan memberi pengaruh   positif  dalam implementasi sistem ini. Dengan demikian sumber daya manusia yang terlibat langsung dan tidak langsung harus dilakukan pengembangan baik dari pengetahuan IT nya maupun pengetahuan bisnis prosesnya (operasional). Selain itu juga pimpinan-pimpinan yang terlibat langsung dengan sistem harus sudah terlibat langsung terutama dalam implementasi kebijakan-kebijakan pengelolaan TI. Personil-personil yang terkait langsung pada implementasi arsitektur sistem ini adalah: BAAK, Ketua dan Staff Program Studi, Unit Sistem Informasi. 3. Mengurangi resiko saat pengembangan dan penerapan sistem dengan cara: a. Melakukan testing terhadap modul aplikasi yang akan diterapkan kedalam sistem yang akan dibangun; b. Mendokumentasikan seluruh sistem informasi secara lengkap dan terstruktur  sehingga bila terdapat kesalahan dapat dengan mudah ditelusuri; c. Penerapan sistem informasi dilakukan secara pararel dengan beberapa aplikasi yang sudah ada saat ini. Bila selama satu periode penerapan berjalan tanpa hambatan maka migrasi data mulai dilakukan; d. Pelatihan terhadap pengguna aplikasi; e. Melakukan sosialisasi untuk semua stakeholder termasuk mahasiswa.

G.Migration Planning Tujuan dari tahapan ini adalah merencanakan proses migrasi atau peralihan dari sistem yang lama ke sistem baru agar penerapan sistem informasi menjadi terarah dan berjalan dengan baik. Langkah awal yang dilakukan adalah menyusun urutan/prioritas penerapan system berdasarkan tahapan-tahapan sebelumnya, sehingga dapat dilihat bahwa arsitektur enterprise yang akan diimplementasikan adalah penerapan berdasarkan urutan arsitektur aplikasi yang telah dihasilkan, dengan terlebih dahulu mengimplementasikan inisiasi perencanaan, model bisnis, katalog sumber daya informasi yang ada dan arsitektur data. Arsitektur teknologi yang telah didefinisikan dapat memberikan gambaran umum kebutuhan teknologi yang harus disediakan untuk mendukung

  1. Portofolio Aplikasi Untuk melengkapi proses penentuan aplikasi dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi bisnis, maka dilakukan analisis terhadap portofolio aplikasi. Tiap aplikasi yang didefinisikan dalam arsitektur aplikasi memiliki kontribusi terhadap bisnis saat ini dan pada masa mendatang bagi organisasi. Berdasarkan aplikasi yang telah didefinisikan pada arsitektur aplikasi, maka setiap aplikasi dapat diklasifikasikan ke dalam jenis aplikasi menurut portofolio aplikasi.
  2. Urutan Aplikasi Mengacu pada visi dan misi UNISBA yang telah diuraikan di atas dan berdasarkan hasil pertemuan dan pembahasan dengan stackeholder UNISBA.

 

KESIMPULAN/RINGKASAN

 

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dijelaskan sesuai dengan tahapan penelitian, maka dapat diambil beberapa kesimpulan: 1. Dengan menggunakan metodologi TOGAF-ADM sebagai tools yang digunakan dalam perancangan arsitektur enterprise sistem informasi ini, sudah dapat menghasilkan rancangan model arsitektur secara umum yang sesuai dengan visi dan misi organisasi dan dapat diterapkan di organisasi lain yang mempunyai kesamaan dalam proses bisnis; 2. Dari hasil pemetaan didapat empat sistem utama yang terdiri dari Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru dengan 7 aplikasi, Sistem Informasi Akademik dengan 12 aplikasi, Sistem Informasi Pelepasan Akademik dengan 4 aplikasi, dan Sistem Informasi Alumni dengan 3 aplikasi; Perencanaan model enterprise arsitektur sistem informasi ini menghasilkan proses perbaikan kinerja lanyanan sistem informasi secara menyeluruh (ter-integrasi diseluruh unit organisasi), sehingga permasalahan adanya sistem informasi yang masih parsial untuk unit tertentu saja dapat diselesaikan sehingga dengan arsitektur sistem informasi yang terintegrasi ini, data dan informasi yang dibutuhkan  dapat diperoleh dengan cepat, tepat dan akurat sesai dengan konsep sistem informasi yang baik.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hadiana, Ana. Aristektur Sistem & Teknologi Enterprise.Bandung: Megatama (2013).

Harrison, R. Study Guide TOGAF 9 Foundation. The Open Group. (2009).

Minoli, Daniel. Enterprise Arsitektur A to Z. Parkway NW: Auerbach Publication. (2008). Solichin, A dan Hasibuan, Z. Pemodelan Arsitektur Teknologi Informasi Berbasis Cloud Computing Untuk Institusi Perguruan Tinggi Di Indonesia. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2012, ISBN: 979-26-0255-0. (2012).

Wartika dan Supriana, Iping. Analisis Perbandingan Komponen dan Karakteristik Enterprise Arsitektur Framework. Bali: Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) 11-064. (2014). [7] The Open Group. “Open Group Standard TOGAF® Version 9.1”. (2009)

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Efektifitas Load Balancing Dalam Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas

Posted by Erwin on March 29, 2018

Efektifitas Load Balancing Dalam Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas
|link|pdf|english|

Erwin Harahap, Andri Suryadi, Ridwan, Deni Darmawan, Rakhmat Ceha

Program Studi Matematika, FMIPA, Universitas Islam Bandung
Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Institut Pendidikan Indonesia Garut
Program Studi Perencanaan Wilayah Kota, Institut Teknologi Bandung
Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia.
Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Bandung.

Abstrak. Kemacetan jalan raya merupakan permasalahan umum di setiap kota yang memerlukan penanganan serius. Pemecahan permasalahan kemacetan jalan raya tidak hanya dapat diselesaikan dengan hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, namun juga manajemen lalu lintas. Pada artikel diusulkan suatu metode untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, yaitu dengan menyeimbangkan beban ke berbagai ruas jalan yang disebut dengan load balancing. Melalui metode ini diharapkan beban lalu lintas terbagi secara merata ke berbagai jalur alternatif sedemikian sehingga antrian panjang kendaraan dapat dihindari. Evaluasi efektifitas dari metode load balancing ini dilakukan melalui simulasi dengan mengimplementasikan salah satu bidang ilmu Matematika, yaitu teori Antrian. Simulasi dibuat dengan menggunakan toolbox SimEvents yang dijalankan pada software MATLAB.

Kata Kunci: load balancing, kemacetan, lalu lintas, sim-events, matlab

Abstract. (the effectiveness of load balancing in reducing the road traffic congestion) Road congestion is a common problem in any city that needs serious handling. The solution of the road congestion problems can not only be solved by simply improving the quality and quantity of infrastructure, but also the traffic management. In this article, we proposed a method to reduce the traffic congestion by balancing the vehicle loads to various road segments, called as load balancing. Through this method, it is expected that the traffic load is evenly distributed to various alternative routes, such that, long queues and the traffic jam can be avoided. Evaluation of the load balancing’s effectiveness is performed through a simulation by implementing the Queueing Theory. Simulations are created using the SimEvents toolbox that runs on MATLAB software.

Keywords: load balancing, road congestion, traffic, simevents, matlab.

1. Pendahuluan

Kemacetan terjadi disebabkan oleh panjangnya antrian kendaraan karena terhambatnya arus lalu lintas karena dua faktor: terbatasnya kapasitas jalan atau jumlah kendaraan yang terlalu banyak [1]. Solusi sederhana untuk pemecahan masalah kemacetan ini adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi jumlah kendaraan [2]. Namun pada pelaksanaannya, solusi tersebut tidaklah sederhana. Peningkatan kapasitas jalan membutuhkan biaya yang sangat besar, disamping proses pembebasan lahan yang harus melalui sangat rumit dan berlarut-larut. Mengurangi jumlah kendaraan juga tidak mudah, karena terkait dengan kebijakan pemerintah [3], dan juga ketergantungan masyarakat terhadap sarana transportasi yang sudah menjadi kebutuhan utama dan tidak bisa dilepaskan dalam aktifitas rutin [4].

Kemacetan umumnya terjadi di kota-kota besar yang memiliki manajemen lalu lintas yang tidak begitu baik. Kemacetan juga terjadi karena adanya ketimpangan antara jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan. Kota yang memiliki jumlah penduduk yang sangat padat, misalnya Jakarta Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan beberapa kota lainnya di Indonesia, sangat rawan terjadi kemacetan di beberapa titik yang beririsan dengan lokasi publik seperti Pasar, Sekolah, Terminal Bus, dan lain lokasi serupa lainnya. Kemacetan juga dapat terjadi pada perpotongan jalur lalu lintas seperti di persimpangan lampu merah atau persimpangan rel kereta api. Kemacetan lalu lintas dapat juga terjadi karena disebabkan oleh adanya kecelakaan, bencana alam (misalnya banjir, tanah longsor, kebakaran di jalan, kebakaran di pemukiman, dll). [5]

Kemacetan jalan raya sangat penting untuk diatasi permasalahannya karena sangat merugikan dan memberikan dampak negatif yang besar terhadap aktifitas kehidupan masyarakat luas. Diantaranya adalah kerugian waktu karena perjalanan transportasi terhambat, pemborosan energi/bahan bakar, kendaraan lebih cepat rusak karena panas mesin yang berlebihan, meningkatnya polusi udara, seringkali kemacetan meningkatkan stress dan emosional para pengguna jalan. Dampak negatif kemacetan adalah mengganggu kelancaran transportasi darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran.

Pada artikel ini, kami mengajukan sebuah penelitian untuk mengatasi permasalahan kemacetan jalan raya melalui sisi manajemen lalu lintas, yaitu dengan metode mengarahkan kendaraan secara merata/seimbang (balance) pada beberapa jalur alternatif. Metode pengalihan kendaraan secara seimbang ini kami namakan sebagai metode “Load Balancing”. Melalui metode ini diharapkan terjadi pemerataan beban lalu lintas, sehingga kemacetan dapat dihindari.

Selengkapnya isi dari artikel ini adalah sebagai berikut: Pada sub-bab kedua, dibahas mengenai latar belakang dan motivasi dari usulan metode load balancing. Sub-bab ketiga berisi mengenai metodologi load balancing beserta beberapa parameter yang butuhkan untuk simulasi lalu lintas dengan mengimplementasikan usulan pemecahan masalah. Sub-bab keempat berisi mengenai implementasi dari simulasi berdasarkan pada data lalu lintas, sekaligus berisi diskusi mengenai hasil dari simulasi. Sub-bab terakhir berisi kesimpulan beserta saran untuk pengembangan penelitian terkait.

2. Latar Belakang dan Motivasi

Kemacetan sudah menjadi masalah umum dan telah dilakukan banyak cara untuk menemukan solusinya. Beberapa solusi pemecahan masalah kemacetan telah diusulkan oleh beberapa lembaga dan juga para peneliti. Diantaranya adalah dengan memperlebar jalan [XXX], menambah lajur lalu lintas [XXX], rekayasa sirkulasi lalu lintas satu arah [XXX], pembatasan melalui median jalan atau barikade yang membatasi arus belok [XXX], membangun fly-over [XXX], pengembangan manajemen jalan melalui intelligent transportation sistem [XXX], pemberian sangsi terhadap para pelanggar [XXX], dan lain sebagainya. Namun dikarenakan kemacetan adalah masalah yang sangat kompleks, sehingga walaupun beberapa solusi telah diimplementasikan, namun kemacetan tetap terjadi.

Pada artikel ini, penulis memfokuskan diri pada satu kota untuk ditelaah mengenai situasi kemacetan yang terjadi, yaitu kota Bandung. Beberapa alternatif solusi untuk mengatasi kemacetan telah dilakukan, baik berupa peningkatan infrastruktur maupun manajemen berupa berbagai rekayasa lalu lintas. Namun satu hal belum diimplementasikan, yaitu pembagian beban kendaraan secara merata (load balancing) ke berbagai alternatif ruas jalan. Hal ini yang menjadi motivasi untuk mengurangi masalah kemacetan di Kota Bandung.

3. Model Load Balancing dan Rancangan Simulasi

3.1 Teori Antrian

Antrian adalah sebuah peristiwa dimana suatu entiti (misal: pelanggan) menunggu didalam suatu sistem untuk memperoleh layanan (service) [6, 7]. Teori antrian merupakan bagian dari bidang ilmu Matematika yang berisi sistem antrian sebagai suatu himpunan entiti yang dilengkapi dengan suatu aturan yang mengatur kedatangan dan pelayanan. Terjadinya antrian terutama tergantung dari karakteristik kedatangan dan proses pelayanan. Penentu antrian lain yang penting adalah disiplin antrian yaitu aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri, misalnya, yang pertama datang yang pertama dilayani, dan lain-lain. Jika tidak ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan.

Teori antrian banyak digunakan pada terapan berbagai bidang ilmu, diantaranya adalah untuk memodelkan sistem jaringan komputer atau internet [8, 9, 10], Request Routing [11], model transportasi [12], dan lain-lain. Dalam beberapa kasus, teori antrian digunakan sebagai media pengambilan keputusan sebagaimana penerapan metode Bayes [13, 14, 15, 16] atau metode artificial intelligent lainnya.

3.2 Load Balancing

Load balancing dapat didefinisikan sebagai penyeimbangan arus pergerakan entiti sedemikian sehingga sejumlah entiti tidak tertumpu kepada satu lokasi tertentu yang dapat menyebabkan terhambatnya arus. Load balancing juga dapat diartikan sebagai pengalihan arus kendaraan kepada beberapa jalur alternatif secara dinamis [17] untuk menghindari penumpukkan kendaraan pada satu lokasi. Load balancing diimplementasikan pada arus lalu lintas dimana arus kendaraan dialirkan ke berbagai ruas jalan dengan tujuan untuk menyeimbangkan beban secara merata. Melalui teknik load balancing diharapkan tidak penumpukkan kendaraan di satu titik yang menyebabkan kemacetan.

3.3 Rancangan Simulasi

Gambar 1

Gambar 1. Lokasi lalu lintas kota Bandung untuk simulasi Load Balancing

Rancangan simulasi untuk Load Balancing disusun dengan menggunakan aplikasi SimEvents MATLAB [18]. Rancangan simulasi disusun berdasarkan pada salah satu area lokasi ruas jalan di Kota Bandung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1.

Dengan demikian akan dilakukan eksperimen melalui simulasi dengan mengimplementasikan metode Load Balancing. Simulator manajemen lalu lintas dengan load balancing dibangun dengan menggunakan aplikasi SimEvents MATLAB, ditunjukkan pada Gambar 2. Dalam artikel ini, pembagian beban lalu lintas akan dilakukan dua jalur lainnya selain jalur utama.

Rancangan Load Balancing

Gambar 2. Simulator manajemen lalu lintas dengan load balancing

4. Hasil dan Pembahasan

Metode Load Balancing kami usulkan sebagai salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas. Simulasi dilaksanakan berdasarkan pada rancangan sistem sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2. Kami asumsikan rata-rata kendaraan yang berangkat dari titik A ke titik B adalah 20 kendaraan per menit. Kepadatan lalu lintas di jalur c adalah 19 kendaraan/menit. Simulasi dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah perjalanan kendaraan melalui jalur utama tanpa implementasi load balancing. Tahap kedua adalah perjalanan dengan mengimplementasikan metode load balancing. Durasi waktu simulasi adalah selama 200 menit.

Gambar 3 menunjukkan hasil simulasi lalu lintas tanpa metode load balancing. Berdasarkan hasil simulasi, tingkat kepadatan lalu lintas menunjukkan pertumbuhan antrian dimulai dari 20 menit setelah simulasi dijalankan. Kepadatan lalu lintas terus meningkat hingga akhir simulasi. Peningkatan jumlah antrian kendaraan sejalan dengan lama waktu menunggu dalam antrian. Jumlah kendaraan dalam antrian fluktuatif dari 0 hingga 240 kendaraan dengan lama waktu menunggu maksimal selama 6 menit.

 

Gambar 3

Gambar 3. Hasil simulasi lalu lintas tanpa implementasi Load Balancing

 

 

Simulasi selanjutnya akan dilakukan dengan menerapkan metode load balancing. Aliran kendaraan tidak hanya melalui pada jalur c tetapi juga pada dua jalur lainnya. Kami asumsikan kedua jalur lain memiliki kepadatan yang sama dengan jalur c. Pada simulasi ini kami implementasikan dua jenis load balancing, yaitu Round Robin dan Random. Round Robin adalah jenis algoritma load balancing dengan membagi aliran tiap satuan kendaraan secara merata mengikuti urutan secara melingkar. Mulai dari alternatif jalur pertama, kedua, ketiga, dan kembali lagi ke jalur pertama. Random adalah jenis algoritma load balancing yang membagi aliran tiap satuan kendaraan secara acak, dalam hal ini, tiap-tiap kendaraan akan dibagi untuk menempuh ketiga alternatif jalur secara acak. Dalam kurun waktu yang relatif cukup lama, algoritma Random akan memiliki karakteristik yang sama dengan algoritma Round Robin.

 

Gambar 4

Gambar 4. Hasil simulasi lalu lintas dengan load balancing algoritma Round Robin

 

Gambar 4 menunjukkan hasil simulasi lalu lintas dengan menerapkan metode load balancing. Jenis algoritma load balancing yang diimplementasikan adalah Round Robin. Berdasarkan hasil simulasi, tingkat kepadatan lalu lintas menunjukkan sedikit sekali pertumbuhan antrian pada ketiga jalur. Hal ini disebabkan karena adanya pembagian kendaraan secara merata terhadap ketiga jalur dimana aliran kendaraan berada dibawah batas ambang kapasitas jalan sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

 

Gambar 5

Gambar 5. Hasil simulasi lalu lintas dengan load balancing algoritma Random

 

Gambar 5 menunjukkan hasil simulasi lalu lintas dengan menggunakan metode load balancing jenis algoritma Random. Hasil simulasi menunjukkan tingkat kepadatan lalu lintas yang fluktuatif. Terdapat peningkatan antrian kendaraan di ketiga jalur, namun tidak setinggi pada saat metode load balancing tidak diterapkan. Berbeda dengan Round Robin dimana sebaran kendaraan betul-betul merata sehingga sama sekali tidak tampak antrian kendaraan, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.

5. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari simulasi, dapat disimpulkan bahwa metode load balancing memberikan solusi yang cukup signifikan dalam mengurangi panjang antrian lalu lintas. Antrian lalu lintas berkurang menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas dapat dihindari, sehingga waktu perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dapat ditempuh secara normal. Semoga metode ini dapat dijadikan sebagai metode alternatif dalam mengurangi kemacetan lalu lintas.

Sebagai saran untuk penelitian lebih lanjut, perlu dikembangkan mengenai alternatif jalur disamping jalur utama yang selama ini dipergunakan, khususnya oleh warga Bandung, mengenai kualitas jalan sehingga layak untuk digunakan sebagai jalur alternatif. Juga dapat diterapkan jenis algoritma lainnya dari metode load balancing untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari algoritma Round Robin dan Random.

Referensi

[1] “Mengurai Masalah Kemacetan Kota Bandung,” 26 Oktober 2011. [Online]. Available: http://infobandung.co.id/. [Accessed 3 Juni 2017].
[2] “Pembatasan Kendaraan, Efektifkah atasi kemacetan?”, Agustus 2011. [Online]. Available: http://ylki.or.id. [Accessed 26 Februari 2017].
[3] Rakyat Merdeka Online, “Atasi Kemacetan, Pemerintah Harus Berani Batasi Kendaraan,” Kantor Berita Politik RMOL.co, 22 September 2016. [Online]. Available: http://rmol.co. [Accessed 15 April 2017].
[4] S. Pembaruan, “Pengguna Jalan Biang Kemacetan,” 24 Oktober 2010. [Online]. Available: http://sp.beritasatu.com. [Accessed 27 Februari 2017].
[5] E. A. Retaduari, “Ini Aneka Penyebab Macet Parah di Jakarta Senin Pagi Ini,” Detik News, 12 Juni 2017. [Online]. Available: https://news.detik.com. [Accessed 16 Mei 2017].
[6] Gunter Bolch, Stefan Greiner, Hermann de Meer, Kishor S. Trivedi, Queueing Networks and Markov Chains 2nd, New Jersey, USA.: John Wiley & Sons, Inc., 2006.
[7] Ng Chee-Hock, Soong Boon-Hee, Queueing Modelling Fundamentals 2nd, Sussex, England.: John Wiley & Sons Ltd., 2008.
[8] E. Harahap, I. Sukarsih, G. Gunawan, M. Y. Fajar, D. Darmawan and H. Nishi, “A Model-Based Simulator for Content Delivery Network using SimEvents MATLAB-Simulink,” INSIST: International Series on Interdisciplinary Science and Technology, vol. 1, no. 1, pp. 30-33, 2016.
[9] E. Harahap, J. Wijekoon, R. Tennekoon, F. Yamaguchi, S. Ishida and H. Nishi, “Modeling of Router-based Request Redirection for Content Distribution Network,” International Journal of Computer Applications (IJCA), vol. 76, no. 13, pp. 37-46, 2013.
[10] E. Harahap, A. A. Nurrahman and D. Darmawan, “A Modeling Approach for Event-Based Networking Design Using MATLAB-SimEvents,” in International Multidisciplinary Conference (IMC) 2016, Jakarta, Indonesia, 2016.
[11] E. Harahap, J. Wijekoon, R. Tennekoon, F. Yamaguchi and H. Nishi, “Router-based request redirection management for a next-generation content distribution network,” in GLOBECOM Workshops, 2013 IEEE, Atlanta, USA., 2013.
[12] E. Harahap, F. H. Badruzzaman and M. Y. Fajar, “Model dan Simulasi Sistem Transportasi Dengan Teori Antrian,” Matematika – Jurnal Teori dan Terapan Matematika, vol. 15, no. 1, 2016.
[13] E. Harahap, W. Sakamoto and H. Nishi, “Failure prediction method for network management system by using Bayesian network and shared database,” in Information and Telecommunication Technologies (APSITT), 2010 8th Asia-Pacific Symposium on, Kota Kinabalu, Kucing, Malaysia., 2010.
[14] E. Harahap, J. Wijekoon, R. Tennekoon, F. Yamaguchi, S. Ishida and H. Nishi, “A router-based management system for prediction of network congestion,” in Advanced Motion Control (AMC), 2014 IEEE 13th International Workshop on, Yokohama, Japan., 2014.
[15] E. Harahap, “Prediksi Kemacetan pada Jaringan Komputer Menggunakan Metode Naive Bayesian Classifier,” STATISTIKA: Journal of Theoretical Statistics and Its Applications, vol. 12, no. 1, 2012.
[16] E. Harahap, J. Wijekoon, R. Tennekoon, F. Yamaguchi, S. Ishida and H. Nishi, “Distributed algorithm for router-based management of replica server in next-CDN infrastructure,” in Cyber-Enabled Distributed Computing and Knowledge Discovery (CyberC), 2013 International Conference on, Beijing, China., 2013.
[17] E. Harahap, I. Sukarsih, H. Farid and M. Y. Fajar, “Model Antrian Dengan Pengalihan Dinamis untuk Mengurangi Kemacetan Jalan Raya,” ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian), vol. 5, no. 2, pp. 182-185, 2017.
[18] “SimEvents: Model and simulate discrete-event systems,” MathWorks, 2017. [Online]. Available: https://www.mathworks.com/products/simevents.html. [Accessed 16 Juli 2017].

 

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA KOS-KOSAN MENGGUNAKAN PROGRAM LINEAR

Posted by mitarahmawatiii on March 28, 2018

Mita Rahmawati

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: mitarahmawati80@yahoo.com

Abstrak : Usaha kos-kosan merupakan usaha yang sangat menguntungkan dan dibutuhkan. Salah satu usaha kos-kosan ini terdapat di Kota Bangkinang Provinsi Riau. Kos-kosan ini diperuntukkan khusus untuk pelajar, mahasiswa, dan pegawai laki-laki. Dalam pengelolaan kos-kosan ini tidak terlalu sulit. Namun harus di awasi apakah usaha ini menguntungkan baginya atau merugikan. Persoalan optimasi usaha kos-kosan ini diselesakn dengan menggunakan program linear dengan metode eliminasi Gauss. Eliminasi Gauss merupakan suatu metode untuk mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana lagi. Ini digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear yaitu dengan memodelkan terlebih dahulu kemudian dibentuk dalam bentuk matriks .

PENDAHULUAN

Usaha kos-kosan memang cukup menjanjikan terlebih di kota-kota pusat perdagangan, pelajar maupun industri. Usaha ini dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan kamar di rumah yang tidak lagi digunakan atau tidak berpenghuni atau bisa juga dengan membangun rumah kos secara pribadi. Selain penghasilan setiap bulannya usaha ini juga sebagai tabungan jangka panjang bagi pemilik kos-kosan.

Usaha ini sangat menguntungkan dan sangat di butuhkan. Terutama bagi pendatang yang bekerja atau bersekolah di daerah yang bukan tempat tinggalnya.  Dan bahkan peluang usaha kost – kost an ini bisa dijalankan tanpa meninggalkan pekerjaan yang utama. Dalam menjalankan usaha kost – kost an ini, tidak perlu pengelolaan yang rumit. Salah satu pengelolaan yang mudah yaitu dengan menggunakan program linear.

Program linear yaitu suatu metode penentuan nilai optimum dari suatu persoalan linear. Nilai optimum (maksimum atau minimum) dapat diperoleh dari nilai suatu himpunan penyelesaiaan persoalan linear. Di dalam persoalan linear terdapat fungsi linear yang bisa disebut sebagai fungsi objektif. Dimana kita dapat memodelkan terlebih dahulu permasalahn yang ada kemudian bisa diselesaikan secara grafik dan aljabar. Dari situlah kita dapat menetukan keuntungan dari usaha kos-kosan ini.

LATAR BELAKANG

Menurut kamus Wikipedia  Kos-kosan bisa juga disebut rumah penginapan. Itu adalah rumah yang digunakan orang untuk menginap selama 1 hari atau lebih  dan kadang-kadang untuk periode waktu yang lebih lama misalnya: mingguan, bulanan atau tahunan.

Rumah kos atau sering juga disebut dengan kos-kosan merupakan salah satu kebutuhan bagi para mahasiswa yang sedang menempuh ilmu di daerah lain dari luar kampung halaman, dan rumah kos merupakan kebutuhan utama. Pada umumnya mahasiswa yang memiliki prekonomian tinggi akan tinggal di sebuah apartemen atau guest house atau hotel, namun bagi mahasiswa yang memiliki kondisi ekonomi menengah kebawah, biasanya akan tinggal di sebuh kamar tinggal yang biasanya di sebut dengan rumah kos, atau sering juga di sebut dengan kos-kosan.

Perbedaan latar belakang sosial ekonomi mahasiswa menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh pada keragaman tipe kos-kosan, dan hal inilah yang membuat kamar kos menjadi cerminan status sosial mahasiswa (Prianggono, 2013 : 45).

Menurut survei  dan penelitian terdahulu (Ningsih, 2005) banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, misalnya bagaimana pengaruh lingkungan tempat kos terhadap penyewa apakah berpengaruh negatif atau positif, bagaimana hubungan antara pemilik kos dengan penyewa, kesanggupan dalam membayar uang sewa, fasilitas yang di sediakan, jarak antara tempat kos dengan kampus.

Posted in Artikel, Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | 2 Comments »

MENGOPTIMALKAN TARGET PENERIMAAN PAJAK

Posted by nisanizannurfadilah on March 28, 2018

 

MENGOPTIMALKAN TARGET PENERIMAAN PAJAK

Nisa Nizan Nur Fadilah

10060216017

Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 01 Bandung 40116, Indonesia

nisanizannurfadilah05@gmail.com

 

ABSTRAK

……………………………….

PENDAHULUAN

            Program linear adalah salah satu teknik penelitian operasional yang digunakan paling luas, serta berupa metode matematik, yang berfungsi untuk mencapai tujuan tunggal seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Program linear banyak diterapkan dalam membantu menyelesaikan masalah ekonomi, industri, militer, dan sosial. Program linier berkaitan dengan penjelasan suatu dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri atas sebuah fungsi tujuan dan sistem kendala linier. Pemodelan sebuah sistem yang berfungsi untuk memecahkan sebuah masalah dengan cara menyederhanakan faktor faktor yang dihadapi. Cara penyelesaian ini akan membantu dalam masalah administrasi.

            Administrasi merupakan proses penyelenggaraan bersama atau proses kerjasama. Administrasi sendiri terdapat diseluruh pengaplikasian industri maupun non industri yang kita lakukan sehari – hari, sebagai contoh adanya administrasi perpajakan. Administrasi perpajakan ditinjau dari arti sempit adalah penatausahaan dan pelayanan terhadap kewajiban-kewajiban dan hak-hak wajib pajak, baik penatausahaan dan pelayanan tersebut dilakukan di kantor fiskus maupun di kantor wajib pajak. Yang termasuk dalam kegiatan penatausahaan (clerical works) adalah pencatatan (recording), penggolongan (classifying) dan penyimpanan (filing). Sedangkan dalam arti sempit meliputi kegiatan-kegiatan atau pekerjaan-pekerjaan tulis menulis, mengetik, steno, agenda, pembukuan sederhana dan sebagainya.

            Program linier merupakan salah satu cabang dari pembelajaran matematika yang biasa dipergunakan untuk menentukan nilai maksimum dan meminimumkan suatu permasalahan, dalam hal ini persamaan linier. Hal ini dapat diaplikasikan didalam bentuk apapun, sebagai contoh biasa digunakan pada bidang industri, program linier juga memungkinkan untuk menganalisis dalam bidang pemerintahan yaitu perajakan.

LATAR BELAKANG

            Pajak bersifat dinamik dan mengikuti perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi negara serta masyarakatnya. Tuntutan akan peningkatan penerimaan negara juga tidak lepas dari reformasi terhadap kebijakan perpajakan dengan harapan basis pajak yang dipungut optimal. Penerimaan pajak mempunyai peranan yang dominan dalam pos penerimaan dalam negeri.

            Masalah mengenai pengoptimalan sendiri sudah sering di bahas dalam sebuah artikel, dalam bidang ekonimi, hukum atau aspek aspek yang lainnya. Dalam artikel ini akan membahas mengenai pengoptimalan mengenai perpajakan. Dilansir dari  www.kemenkeu.go.id, 2016 data mengenai perpajakan tahun 2014 dan 2015

    2014     2015  
URAIAN APBNP REALISASI APBNP REALISASI
  JUMLAH % JUMLAH %
     
Pendapatan Negara Dan 1.635,4 1550,6 94,8 1.758,6 1504,5 85,4
Hibah            
Penerimaan Dalam Negeri 1633,1 1545,6 94,6 1758,3 1494,1 85
Penerimaan Perpajakan 1246,1 1146,9 92,0 1489,3 1240,4 83,3
Penerimaan Pajak Dalam 1189,8 1103,2 92,7 1440,0 1205,5 83,7
Negeri            
Penerimaan Negara Bukan 386,9 389,7 103,0 269,1 253,7 94,3
Pajak            

Sumber : www.kemenkeu.go.id, 2016.

          Dari data diatas dapat dilihat bahwa presentasi dari tahun 2014 ke 2015 turun. Terdapat beberapa aspek yang mengakibatkan hal itu terjadi. Dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara mengoptimalkan target penerimaan pajak, menggunakan data pada tahun sebelumnya. ………………………..

 

REFERENSI

https://nadayasminsite.wordpress.com/2014/11/01/penerapan-konsep-program-linear-dalam-kehidupan-sehari-hari/

https://vatmawatigeool.wordpress.com/pengertian-administrasi-perpajakan-kepatuhan-dan-pajak-internasioanal/

ISSN: 2302-8556. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.20.1. Juli (2017): 585-614

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , , | 2 Comments »

Artikel : Metode Goal Programming untuk Optimasi Sumber Daya Arsitektur dalam Proyek Kontruksi dengan Software LINDO

Posted by ammarfakhri on March 28, 2018

Metode Goal Programming untuk Optimasi Sumber Daya Arsitektur dalam Proyek Kontruksi dengan Software LINDO

Muammar Yusuf Fakhri

NPM. 10060216013

Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

e-mail: ummarfakhrie@gmail.com

ABSTRAK :Dalam sebuah proyek kontruksi, Arsitek membutuhkan seorang manajer yang dapat merencanakan atau mengambil keputusan dengan tepat, agar tidak terjadi investasi yang berlebihan dalam sebuah proyek. Biaya bahan material dalam sebuah proyek adalah bagian terbesar dari proyek yang nilainya hampir mencapai setengah dari total biaya. Dengan menggunakan metode yang tepat, dapat mempermudah seorang manajer arsitektur untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat dalam sebuah perencanaan proyek pembangunan. Dalam proyek kontruksi Arsitek tentu ingin mengoptimalkan jumlah masing-masing material, meminimalkan biaya material, dan sekaligus mengoptimalkan jam kerja karyawan pada saat pembangunan. Untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan tersebut, dirancang suatu paket program dengan menggunakan metode goal programming. Metode goal programming mampu memberikan solusi yang efektif / setimbang terhadap tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Metode ini merupakan perluasan dari linear programming (Program Linier), di mana linear programming hanya mampu memecahkan masalah dengan tujuan tunggal sedangkan goal programming mampu memecahkan masalah dengan tujuan berganda. Goal Programming dapat diselesaikan dengan beberapa cara, diantaranya dapat menggunakan bantuan program komputer. Hasil perhitungan bahan proyek pembangunan dengan menggunakan Goal programing lebih efektif dan efisien.

PENDAHULUAN

Dalam proyek kontruksi Arsitektur memerlukan suatu perencanaan taktis yang bertujuan untuk memberikan keputusan yang optimum berdasarkan sumber daya yang dimiliki. Perencanaan umumnya dilakukan dengan taksiran berdasarkan pengalaman masa lalu. Akan tetapi proses dalam proyek pembangunan setiap Arsitek akan dihadapkan pada persoalan mengoptimalkan lebih dari satu tujuan. Tujuan-tujuan dari proses proyek tersebut ada yang saling berkaitan dan ada juga yang saling bertentangan sehingga ketika tujuan yang satu optimal bisa saja mengakibatkan tujuan yang lain kurang optimal atau bisa juga merugikan tujuan yang lain. Oleh karena itu penting untuk melakukan perencanaan yang cukup matang serta diperlukan metode penyelesaian yang dapat mengkombinasikan solusi optimal dari faktor-faktor yang tidak bersesuaian.

Pengadaan material merupakan bagian terpenting dari sebuah pelaksanaan proyek konstruksi, dimana material merupaakan bagian terbesar dari proyek yang nilainya hampir mencapai setengah dari total biaya, sehingga sudah pada tempatnya bila penyelenggaran proyek memenuhi perhatian pada masalah pengadaan material ini. Oleh karena itu teknik yang tepat untuk membeli, menyimpan, mendistribusikan dan menghitung material konstruksi menjadi sangat penting. Seringkali didalam proyek konstruksi terjadi kelebihan persediaan ataupun sebaliknya. Kelebihan persediaan merupakan suatu pemborosan karena terjadi investasi yang berlebihan, sedangkan kekurangan persediaan dapat menghambat kelancaran pelaksanaan proyek. Akibatnya proyek tidak selesai tepat waktu, dan secara otomatis akan meningkatkan biaya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari suatu proyek, kebutuhan material dalam menunjang pelaksanaan kegiatan di lokasi proyek harus ditentukan dengan cara melakukan perhitungan berdasarkan jadwal Induk Proyek (Master Schedule), sehingga jumlah dan jenis material yang dibutuhkan tidak mengalami kelebihan atau kekurangan.

LATAR BELAKANG

Dalam keadaan dimana seorang pengambil keputusan dihadapkan pada permasalahan yang mengandung beberapa tujuan didalamnya, maka dibutuhkan sebuah metode matematika yang dapat menemukan solusi optimalnya. Salah satu metode matematika yang dapat digunakan dalam perencanaan proyek dengan beberapa tujuan adalah goal programing. Model ini memerlukan berbagai masukan (input) dari sistem proyek kontruksi untuk mendukung keputusan yang akan dihasilkan. Adapun masukan yang dibutuhkan antara lain: data jumlah setiap Material, biaya Material,Jumlah mesin Kontruksi, Jumlah Pekerja Kontruks, kapasitas jam kerja, dan kapasitas jam lembur.

Goal Programming adalah salah satu model matematis yang dipandang sesuai digunakan untuk pemecahan masalah multi tujuan karena melalui variabel deviasinya, goal programming secara otomatis menangkap informasi tentang pencapaian relatif dari tujuan yang ada (Charles D dan Simson, 2002). Model Goal Programming yang sering disebut juga program linear tujuan ganda merupakan perluasan dari Program Linier. Perbedaannya hanya terletak pada kehadiran sepasang variabel deviasional yang muncul pada fungsi tujuan dan fungsi-fungsi kendala (Siswanto, 2007). Secara umum Goal Programming ini digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang memiliki tujuan ganda (atau lebih dari satu tujuan). Sebagaimana kita ketahui permasalahan dengan tujuan ganda tidak mungkin terselesaikan dengan model Pemrograman Linier.

Pemberian keputusan yang lebih cepat dan tepat semakin dituntut. Dengan komputer pekerjaan yang rumit dan berulang-ulang dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan lebih akurat. Berawal dari sinilah peneliti tertarik untuk memecahkan masalah pengambilan keputusan pada Pengendalian Proyek Kontruksi Dengan Metode Goal Grograming. Dimana goal programing adalah salah satu metode dari Riset Operasional yang merupakan suatu teknik pemecahan optimasi yang berdasarkan dengan perhitungan matematika. Dan program yang digunakan dalam penelitian ini adalah program LINDO (Linier Interactive Discrete Optimizer).


REFERENSI

Megasari, Kartika. (2010). goal programming untuk perencanaan produksi agregat dengan

kendala sumber daya. Institut Teknologi Sepuluh November(ITS). Surabaya.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Implementasi Program Linear Pada Pengaruh Begadang Terhadap Kesehatan dan Indeks Prestasi Mahasiswa

Posted by fitrafirdauss on March 27, 2018

Implementasi Program Linear Pada Pengaruh Begadang Terhadap Kesehatan dan Indeks Prestasi Mahasiswa

Fitra Firdaus

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: fitrafirdaus65@gmail.com

Abstrak: kesehatan merupakan peranan penting bagi setiap manusia karena kesehatan bisa mempengaruhi semuanya, di mulai dari kegiatan yang akan dijalankan maupun prestasi yang akan dicapainya. Dalam menggapai  prestasi ada banyak variabel yang akan menunjang kelancarannya. Penelitian menunjukkan bahwa Indeks Prestasi (IP) mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa variabel antara lain: variabel suasana hati, membagi waktu, hubungan dengan keluarga, penjelasan dosen, suasana tempat tinggal, kegiatan selain kuliah, maknan dan gizi, kesehatan, lamanya waktu istirhata, pergaulan, bakat, adaptasi lingkungan, pantauan orang tua, perhatian orang tua, IQ dan EQ, kemampuan sosialisasi, kondisi keuangan, suasana belajar kampus, panca indera kemampuan menangkap materi, dan olahraga. Dengan demikian kita memerlukan pertimbangan dan perhitungan yang tepat dalam melakukan pengoptimalisasian pola hidup sehat yang berpengaruh terhadap  indeks prestasi. Dengan menggunakan perhitungan Program Linear kita dapat mengoptimalisasi pencapaian indeks prestasi (IP) yang dipengaruhi oleh begadang terhadap kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengungkap dan menganalisis faktor kesehatan yang mempengaruhi perolehan indeks prestasi mahasiswa. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Islam Bandung. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling dengan sampel.

kata kunci : Kesehatan, pengaruh kesehatan terhadap indeks prestasi, prestasi, program linear, proglin

Pendahuluan

Di era zaman sekarang, semua orang  yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi  harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan untuk mendapatkan sekolah atau perguruan tinggi yang mereka idam-idamkan. Dengan mempersiapkan diri untuk bersaing dapat mengoptimalkan apa yang akan dia dapatkan.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengomtimalkan hal tersebut salah satunya dengan mempertahankan nilai yang mereka dapat semenjak mereka mulai duduk di kelas 1 sma dan menjaga kesehatan mereka karna kesehatan dapat mempengaruhi segalanya termasuk terhadap daya tangkap dan daya ingat ketika belajar maupun berkegiatan.

selain itu kesehatan pula menunjang untuk keberlangsungan dalam menggapai hal yang diinginkan, karna dengan tubuh yang sehat tentunya mengurangi resiko kurangnya konsentasi dalam menjalankan test masuk perguruan tinggi maupun sekolah yang diinginkan. banyak cara untuk menjaga kesehatan dan meraih apa yang diinginkan diantaranya tidak melakukan sistem kebut semalam (dalam mengerjakan tugas maupun saat akan menghadapi test.

sistem kebut semalam yang sering kita sebut sebagai (SKS) dapat berdampak terhadap kesehatan, daya ingat dan tanggap seseorang karna dengan SKS ini memaksa kita mengerjakan sesuatu dalam kurun waktu yang relatif singkat dan menyita waktu istirahat. oleh karna itu kita perlu menyeimbangkan keduanya dengan seoptimal mungkin yaitu dengan menggunakan salah satu ilmu yang dari dulu hingga sekarang yang di yakini ialah ilmu pada matematika, program linier. Dengan menggunakan ilmu tersebut kita dapat mengetahui dan mendapatkan cara yang paling efektif dan efisie untuk menyeimbangkan antara kesehatan, belajar, dan kegiatan yang lainnya.

Oleh karna itu Pada artikel ini akan di paparkan hasil penelitian yang bermanfaat untuk mengoptimalalkan pengaruh kesehatan yang berdampak terhadap indeks prestasi dan kegiatan lainnya. dengan menggunakan program linear, matematika. Melalui program linear ini dapat membuahkan hasil yang diharapkan.

Latar Belakang

Banyak pihak yang cukup memperhatikan kegiatan dan permasalahan yang ada di bidang pendidikan. Karena melalui kegiatan pendidikan kualitas sumber daya manusia (SDM) dapat ditingkatkan. Sehingga usaha-usaha yang dapat tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengikuti berbagai kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan merupakan usaha untuk meningkatkan kualitas SDM. Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas dapat dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar (KBM). KBM sangat mempengaruhi hasil suatu sistem pendidikan (Utomo, 1985: 45).

Peranan perguruan tinggi menjadi semakin penting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan yang ditunjukkan dari nilai yang diberikan oleh dosen. Buku pedoman Akademik Universitas dari berbagai universitas menyebutkan bahwa hasil prestasi studi seorang mahasiswa diukur dengan indeks prestasi (IP) dan persentase prestasi (PP). Indeks prestasi (IP) meliputi IP setiap semester dan IP komulatif (IPK) yang merupakan rata-rata dari nilai per mata kuliah yang diakumulasikan kemudian dibagi dengan total sks yang ditempuh mahasiswa (Buku Pedoman Akademik Universitas Islam Bandung 2016: 86-88).

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar merupakan hal yang sangat penting untuk ditinjau lebih dalam demi meningkatnya prestasi mahasiswa. Dengan mengidentifikasi faktor-faktor tersebut, bisa lebih tepat sasaran dalam membuat strategi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa. Faktor-faktor tersebut diklasifikasikan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang bersumber dari dalam diri mahasiswa yang terdiri dari faktor biologis seperti usia, kematangan, dan kesehatan serta faktor psikologis seperti intelegensi, minat, motivasi, kelelahan, suasana hati, persiapan dan kebiasaan belajar. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang bersumber dari luar diri mahasiswa yang terdiri dari faktor manusia seperti keluarga, sekolah maupun masyarakat dan juga faktor nonmanusia seperti alam dan lingkungan fisik (Suryabrata, 2002: 233-244).

Dari faktor internal yang telah dijelaskan di atas yaitu kesehatan serta faktor psikologis seperti minat, motivasi, kelelahan, suasana hati, dan kebiasaan belajar akan diinvestigasi dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut sudah sering diteliti, namun dalam penelitian ini proksi atau pengukuran dari faktor-faktor tersebut akan berbeda karena berada di dalam lingkup yang berbeda sehingga akan menghasilkan yang berbeda bahkan bisa menjadi yang yang baru. Faktor-faktor tersebut dilihat dari latar belakang mahasiswa pada saat akan memasuki perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Islam Bandung  khususnya. Tingkat intelegensi dilihat dari prestasi atau nilai individu tersebut dalam pelajaran. Minat dan motivasi dilihat dari prioritas pilihan pada saat penerimaan awal mahasiswa.

Tingkat kesehatan yang mahasiswa alami selama perkuliahan yang mencangkup kebiasaan dan pola istirahat yang kurang teratur. Dengan berbekal kebiasaaan, minta dan motivasi yang baik dari mahasiswa akan berdampak pada proses pembelajaran sehari-hari juga akan lebih efektif dan efisien (Harahap 2011: 5). Latar belakang mahasiswa saat memasuki perguruan tinggi negeri dapat dilihat melalui prioritas pilihan saat seleksi penerimaan mahasiswa baru dan indeks nilai sewaktu di SMA. Dengan melihat prioritas dan indeks nilai dapat menggambarkan minat, motivasi, dan keinginan mahasiswa untuk masuk ke jurusan yang diminati. Pilihan ini dapat mempengaruhi prestasi mahasiswa tersebut. Minat dan motivasi mahasiswa dalam memilih Jurusan Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Bandung diukur dengan melihat prioritas dan nilai indkes seelumnya pada saat mendaftar sebagai mahasiswa baru. Oleh karena itu, melalui penelitian ini penulis ingin menganalisis pengaruh Kesehatan terhadap indeks prestasi mahasiswa salah satunya adalah begadang.

Pengertian begadang sendiri adalah istilah yang khas pada masyarakat indonesia yang memiliki definisi yaitu seseorang yang tidak tidur dan berjaga hingga larut malam. Begadang sering dilakukan oleh orang dewasa tapi tak terkecuali anak kecil pada jaman sekarang. Para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat dapat mengetahui pola hidup secara sehat, malam yaitu saatnya digunakan tubuh beristirahat dan sedangkan pagi adalah saatnya untuk beraktifitas. Banyak hal yang disampaikan oleh para ahli kesehatan mengenai bahaya atau dampak kekurangan tidur yang mengintari bagi yang mengabaikan istirahat di malam atau begadang.

Begadang memang sering dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa karena suatu pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan pada waktu beraktifitas. Oleh karna itu penelitian ini mengangkat judul “Implementasi Program Linear Pada Pengaruh Begadang terhadap Kesehatan Dan Indeks Prestasi mahasiswa”. Karna hal ini yang sering dilakukan oleh para mahasiswa zaman sekrang.

Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Universitas Islam Bandung. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi Matematika FMIPA Universitas Islam Bandung. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Sampel penelitian adalah mahasiswa Jurusan Matematika. Untuk mengumpulkan data, peneliti mendesain instrumen kuesioner, Grafik, dan eliminasi. Kuesioner digunakan untuk menggali informasi dan mengumpulkan data dari mahasiswa mengenai faktor-faktor yang mereka anggap sebagai faktor yang mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa selama melaksanakan perkuliahan, informasi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat angket pendapat mahasiswa. Sedangkan, angket digunakan untuk mengumpulkan data pendapat mahasiswa mengenai faktor  yang mempengaruhi indeks prestasi. Angket tersebut memuat berbagai pertanyaan mengenai berbagai faktor yang terungkap melalui penyebaran kuesioner yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hasil yang diperoleh dari angket digunakan untuk melakukan analisis faktor. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yang digunakan adalah deskriptif yaitu menjelaskan dan mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa program studi Matematika.

  • Metode Grafik

metode yang digunakan untuk 2 variable yang didasarkan pada daerah bersama (intersection), grafik persamaan linear dua variable CodeCogsEqn adalah garis lurus. penyelesaian dari

CodeCogsEqn

CodeCogsEqn (1)

adalah titik potong anatar garis CodeCogsEqn dan garis CodeCogsEqn (1) .

Langkah-langkah menentukan penyelesaian dengan menggunakan Metode Grafik adalah :

  1. tentukan titik potong garis dengan sumbu CodeCogsEqn (2), dengan syarat CodeCogsEqn (3)
  2. tentukan titik potong garis dengan sumbu CodeCogsEqn (4), dengan syarat CodeCogsEqn (5)
  3. gambar garis dari setiap persamaan
  • Metode eliminasi

Metode eliminasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk memecahkan atau mencari himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear dua variabel dengan cara menghilangkan (mengeliminasi) salah satu variabelnya. Jika variabelnya x dan y, untuk menentukan variabel x kita harus mengeliminasi variabel y terlebih dahulu, atau sebaliknya, bila ingin mencari variabel y maka kita harus menghilangkan variabel x terlebih dahulu.

  • Metode Kuesioner

menjelaskan angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.

kuesioner menurut Suharsimi Arikunto (2006: 152) dapat dibeda-bedakan atas beberapa jenis tergantung apada sudut pandangnya:

  1. Dipandang dari cara menjawab, maka ada:
    1. Koesioner terbuka, yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri
    2. Koesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih.
  2. Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:
    1. Koesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya
    2. Koesioner tidak langsung, jika responden menjawab tentang orang lain.
  3. Dipandang dari bentuknya maka ada:
    1. Koesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan koesioner tertutup
    2. Koesioner isian, yang dimaksud adalah koesioner terbuka
    3. Check list, sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check pada kolom yang sesuai
    4. Rating-scale (skala bertingkah), yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkat-tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju

 

Pembahasan

Kesimpulan

 

Referensi

Mawarni, Atik. (2008/2009). Karya Ilmiah “Program Linear”. Yogyakarta.

Uciaty, Nuni. (2010). “Hubungan Stres dengan Indeks Prestasi Mahasiswa keperawatan “. Univesirtas Islam Negeri Alauddin. Makasar.

Hendikawati,Putriaji. (2012). “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa”. Unnes. Semarang

Posted in Article | Tagged: , , , , , , , , , | 1 Comment »

OPTIMASI PRODUKSI MEUBEL MENGGUNAKAN MODEL PEMROGRAMAN LINEAR

Posted by muhammadfarhanrahmatiar on March 26, 2018

Optimasi Produksi Meubeul Menggunakan Model Pemrograman Linear

Muhammad Farhan Rahmatiar

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: m.farhan.rahmatiar.mfr@gmail.com

Abstrak: 

Permasalahan sumber daya yang terbatas memang sering kali dimiliki oleh banyak
perusahaan, dan itu sangat menyita konsentrasi dan fokus dari perusahaan dalam
menentukan strategi produksi, khususnya dalam menentukan jumlah produksi. Penelitian ini membahas aplikasi dari Pemrograman Linier untuk memecahkan permasalahan optimasi produksi. Penelitian diadakan di sebuah perusahaan mebel, ada berbagai fungsi kendala yang dijumpai perusahaan, yakni : 1.15 X1+ 0.98 X2+ 0.56 X3+ 0.40 X4+ 0.16 X5≤376 (Fungsi bahan baku) dan 3.25 X1+ 2.82 X2+ 1.56 X3+ 1.23 X4+ 0.85 X5≤ 192 (Fungsi jam kerja), sedangkan fungsi obyektif adalah Zmax= 1245 X1+ 1055 X2+ 750 X3+610 X4+ 535 X5, hasil dari penelitian adalah dengan keterbatasan yang dimiliki perusahaan,sebaiknya perusahaan hanya memproduksi Tipe Lemari 1 Tingkat Tinggi (X5) sebanyak 225 unit lemari/bulan, dan akibat dari produksi ini perusahaan akan menerima keuntungan sebesar Rp 120.847.000.
Kata kunci : Sumber daya, pemrograman linier, optimasi.

Pendahuluan

Di dalam pelaksanaan produksi, sumber daya baik itu manusia, mesin dan material harus dimaknai sebagai sumber daya yang terbatas, tidak jarang organisasi tidak mempertimbangkan dan memperhitungkan keterbatasan sumber daya yang mereka miliki ketika organisasi menyusun sebuah perencanaan produksi. Namun dengan melakukanopti malisasi sumber daya bukan tidak mungkin keuntungan maksimal dapat diperoleh. Aminudin (2005) di dalam bukunya berjudul Prinsip-Prinsip Riset Operasi mengemukakan bahwa organisasi harus membuat aturan tentang pengalokasian sumber dayanya dan tidak ada organisasi yang beroperasi permanen dengan sumber daya yang tidak terbatas. Penelitian ini mengangkat topik tentang penerapan  pemrograman linier dalam menentukan berapa jumlah unit yang harus diproduksi oleh industri meubel yang berlokasi di Tangerang. Industri meubel memproduksi 5 jenis lemari dengan bahan baku dasar yang sama yakni kayu. Produk yang dihasilkan antara lain : Lemari 2 Pintu Lebar, Lemari 2 Pintu Ramping, Lemari 3 tingkat terbuka, Lemari

3 tingkat terbuka ramping, dan Lemari 1 tingkat tinggi. Lima jenis lemari ini adalah jenis lemari yang paling sering mendapat pesanan dari customer dalam jumlah besar. Sehingga untuk mengantisipasi besarnya permintaan tersebut, perusahaan mendirikan 1 lokasi produksi khusus bagi 5 jenis lemari. Hal yang ditemui di lokasi pabrik yang juga berfungsi sebagai gudang adalah menumpuknya bahan baku dan produk jadi yang diakibatkan over production dan tidak terolahnya bahan baku akibat produk yang menggunakan sengaja diproduksi lebih sedikit.Tentunya situasi ini merupakan dampak dari tidak optimalnya alokasi penggunaan bahan baku.
Tujuan dari penelitian adalah menentukan jumlah produksi setiap jenis lemari yang
optimum, tentu organisasi ingin memproduksi sebanyak-banyaknya, namun keterbatasan sumber daya memaksa adanya alokasi yang optimum. Pemilihan penyelesaian masalah dengan pemrograman linier adalah karena berdasarkan pembahasan oleh banyak peneliti, pemrograman linier telah terbukti mampu menyelesaikan permasalahan optimasi dari waktu ke waktu dan digunakan pada berbagai situasional problem, Merlyana dan Abbas (2008) pernah melakukan pembahasan penggunaan program linear untuk memaksimumkan keuntungan, Robert T. H dkk (2008) melakukan analisa produksi pada T.MAST dengan program linear, Purnama dkk (2010) tentang optimasi produksi tahu dengan jenis tahu goreng dan tahu putih, Affandi (2011) Aplikasi pada permainan non kooperatif, J.B Evans dkk (2003) yang membahas aplikasinya untuk mendeteksi dan menemukan asteroid yang dekat dengan bumi dan M Petrik dan S Zilberstein (2011) yang
menulis aplikasi linear programming pada manajemen sumber daya. Di dalam bukunya yang berjudul Riset Operasi, Mulyono (2007) juga menambahkan bahwa program linear juga berkaitan dengan penjelasan suatu dunia nyata sebagai suatu model matematika yang terdiri atas sebuah fungsi tujuan linier dan sistem kendala linier .
Latar Belakang
Dimyati (2008) didalam bukunya menyatakan bahwa pemrograman linier merupakan cara untuk menyelesaikan permasalahan sumber daya yang terbatas diantara beberapa aktivitas yang bersaing dengan cara yang mungkin untuk dilakukan. Program linier adalah salahsatu teknik pada riset operasi yang paling umum digunakan dan diketahui dengan baik, juga merupakan metode matematika dalam mengalokasikan sumberdaya yang langka untuk mencapai tujuan yakni memaksimumkan keuntungan atau meminimumkan biaya atau keduanya (Mulyono, 2007). Pemrograman linier juga didefinisikan sebagai permasalahan dalam memilih variabel riil untuk memaksimum-
kan atau meminimum-kan fungsi tujuan dengan batasan linear pada variabelnya, dimana fungsi maksimum dan minimum disebut obyektif (Affandi, 2011). Susanto dkk (2006) juga mengutarakan bahwa pemrograman linier memiliki sebuah fungsi obyektif dan satu atau lebih kendala. Program linear juga dianggap mampu mewakili situasi pada dunia nyata dengan melibatkan banyak parameter dengan nilai yang ditentukan oleh ahli (Kumar & Kaur, 2011).
Pemrograman linier pertama kali dikemukakan oleh George Dantzig (Susanto,2006 ; Mulyono,2007) pada tahun 1947 (Susanto,2006). Winston (2003) di dalam bukunya pernah mengemukakan bahwa dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Fortune 500 kepada beberapa perusahaan memperlihatkan bahwa 85% dari responden menggunakan pemrograman linear. Metode itu tersusun atas dua komponen utama yakni fungsi objektif dan kendala, fungsi objektif berhubungan dengan tujuan yang hendak dicapai dan akan dimaksimumkan bila menyatakan keuntungan dan akan diminimumkan bila menyatakan biaya (Susanto, 2006).
Menurut Hammer & Usry (1994), biaya produksi adalah penjumlahan dari tiga unsur biaya, yaitu biaya langsung, pekerja langsung, dan overhead pabrik. Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi melalui penggunaan tenaga kerja dan fasilitas pabrik. Horngren dan Foster (1992) juga menyatakan bahwa terdapat tiga unsur utama pada biaya produksi yakni biaya bahan baku (rawmaterial), biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung (employee cost), dan biaya overhead (overhead cost). Nasution (2005) juga menyampaikan hal senada terkait 3 komponen utama pembentuk biaya produksi. Sedangkan keuntungan adalah semua pendapatan atau penghasilan akibat dari penjualan produk dan lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan (Supriyono, 1992). Untuk memaksimalkan keuntungan, perusahaan perlu membuat sebuah perencanaan produksi yang dapat memberikan keputusan optimal berdasarkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki (Abbas dkk, 2008).

Posted in Kuliah, Program Linier 2018 | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian by LPPM UNISBA

Posted by Erwin on March 26, 2018

Unisba urutan 64 penelitian
Unisba urutan 62 Pengabdian

Apakah UNISBA mempersiapkan prototype?
Apakah UNISBA mempersiapkan Teknologi Tepat Guna?

UNHAS memiliki MoU dengan Surat kabar. Dosen setiap hari menulis di surat kabar

UNDIP tiap semester 3 hari nginap di hotel, buat proposal hingga di submit ke Publisher terindeks scopus.

Kelemahan Akreditasi (Swasta):

  1. Pabrikan data
    • Apakah data tersedia?
  2. Cara mengumpulkan nya
    • UGM memiliki sistem informasi yang siap dengan permintaan dari Kemristekdikti
  3. Kesesuaian entri data dengan yang diminta

Regulasi:
– Mata kuliah, luarannya proposal penelitian/pengabdian

Prinsip Penulisan Proposal;

  1. Membaca panduan dengan baik
  2. Isi proposal sesuai dengan panduan
  3. Perhatikan komponen penilaian proposal
  4. Tunjukkan Komponen-komponen penting proposal yang diinginkan dalam panduan

Kesalahan dalam membuat proposal penelitian

  1. Kekeliruan membuat roadmap

Slide 5 halaman (Laporan)

  1. Judul
  2. Latar belakang/Isi penelitian
  3. Roadmap
  4. Metodologi Penelitian (Langkah-langkah penelitian)
  5. Cita-cita
    • Saya akan masukkan ke Q1, jika tidak berhasil ke Q4
    • Saya akan seminar internasional dimana …
    • Yang penting submit
    • Jangan sekali-kali hasil luarannya adalah seminar

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Protected: Multi-Factor Authentication : Evolusi Sistem Autentikasi Hingga Autentikasi Era Digitalisasi Kini

Posted by nur alam on March 22, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Article, Artikel, Computer, MSI 2018, Pengetahuan | Enter your password to view comments.

Referensi

Posted by nisanizannurfadilah on March 21, 2018

http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/2016/08/08/mata4230-pemrograman-linear/#tab-id-2

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , | Leave a Comment »

Tugas MSI 1

Posted by Tri Nuryana on March 21, 2018

Efektif adalah suatu tindakan yang dapat memberikan Efek atau ada Efeknya, memberi hasil, berhasil, manjur, ampuh, mujarab, berguna, dan sebagainya.

Efisien adalah Suatu cara dalam melakukan tindakan atau pekerjaan dengan mempertimbangkan ketepatan, baik ketepatan penggunaan biaya, waktu, tenaga, dan berbagai sumber daya lainnya.

Simple ialah mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit)

Posted in MSI 2018, Uncategorized | Tagged: , , | 1 Comment »

Kuis 1

Posted by nisanizannurfadilah on March 21, 2018

Nisa Nizan Nur Fadilah

10060216017

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Leave a Comment »

Mengoptimalkan keuntungan produksi meubel dengan menggunakan program linear

Posted by tiraasmara on March 21, 2018

MENGOPTIMALKAN KEUNTUNGAN PRODUKSI MEUBEL DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER

Tira Asmara

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: tiraasmara@gmail.com

 

ABSTRAK

Permasalahan sumber daya yang terbatas memang sering kali dimiliki oleh banyak perusahaan, dan itu sangat menyita konsentrasi dan fokus dari perusahaan dalam menentukan strategi produksi, khususnya dalam menentukan jumlah produksi. Penelitian ini membahas aplikasi dari Pemrograman Linier untuk memecahkan permasalahan optimasi produksi. Penelitian diadakan disebuah perusahaan mebeul.

PENDAHULUAN

Didalam pelaksanaan produksi, sumber daya baik itu manusia, mesin dan material harus dimaknai sebagai sumber daya yang terbatas. Tidak jarang organisasi tidak mempertimbangkan dan memperhitungkan keterbatasan sumber daya yang mereka miliki ketika menyusun sebuah perencanaan produksi. Namun dengan melakukan optimalisasi sumber daya bukan tidak mungkin keuntungan maksimal diperoleh.

Penelitian ini mengangkat topik tentang program linier dalam menentukan berapa jumlah unit yang harus diproduksi dalam industri mebeul yang berlokasi di Bandung. Industri mebeul memproduksi 5 jenis lemari dengan bahan baku yang sama yakni kayu. Produksi yang dihasilkan yakni : Lemari 3 Pintu Lebar, Lemari 2 Pintu Ramping, Lemari 3 Tingkat Terbuka, Lemari 1 Tingkat Tinggi, Lemari 3 Kaca. Lemari tersebut adalah jenis lemari yang paling sering mendapatkan pesanan dari konsumen dalam jumlah besar. Sehingga untuk mengantisipasi besarnya permintaan tersebut, perusahaan mendirikan 1 lokasi produksi khusus bagi 5 jenis lemari.

Tujuan dari peneliti adalah menentukan jumlah produksi setiap jenis lemari yang optimum, tentu perusahaan ingin memproduksi sebanyak-banyaknya, namun keterbatasan sumber daya memaksa adanya lokasi yang optimum. Pemilihan penyelesaian masalah dengan pemrograman linier adalah karena berdasarkan pembahasan oleh banyak peneliti, program linier telah terbukti mampu menyelesaikan permasalahan optimasi dari waktu ke waktu.

Guna mendukung hasil dari keputusan akhir, tentulah membutuhkan berbagai data yang akan dipergunakan dalam tahap pembahasan dari olah data. Berbagai data yang disajikan antara lain: Tabel 1 memuat data tentang laba bersih dari setiap produk, Tabel 2 yang memperlihatkan data penggunaan bahan kayu untuk memproduksi setiap lemari per  dan Tabel 3 yang berisi data jumlah tenaga kerja dalam memnuat 1 produk lemari per jam.

 

LATAR BELAKANG

Operasi riset merupakan penerapan beberapa metode ilmiah yang membantu memecahkan persoalan rumit yang muncul dalam kehidupan sehari-hari kemudian di interpretasikan dalam pemodelan Matematika guna mendapatkan informasi solusi yang optimal. Riset operasi juga banyak digunakan untuk mengambil keputusan yang logis serta dapat dijelaskan secara kuantitatif. Karena keputusan dalam riset operasi dapat berkaitan dengan biaya relevan, kualitas baik dipengaruhi oleh desain produk atau cara produk dibuat, kehandalan dalam suplai barang dan jasa, kemampuan operasi untuk membuat perubahan dalam kapasitas produksi.

Program linier secara umum adalah salah satu teknik menyelesaikan riset operasi, dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah optimasi (memaksimalkan atau meminimumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah yang dapat diubah  menjadi fungsi linier. Secara khusus, persoalan program linier merupakan suatu persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variabel sehingga nilai fungsi tujuan atau objektif yang linier menjadi optimum (memaksimalkan atau meminimumkan) dengan memperhatikan adanya kendala yang ada, yaitu kendala yang harus dinyatakan dalam bentuk ketidaksamaan linier. Secara umum, tujuan perusahaan yang paling sering terjadi adalah sedapat mungkin memaksimalkan laba. Tujuan dari unit organisasi lain yang merupakan bagian dari suatu organisasi biasanya memaksimalkan biaya.

 

Referensi :

http://www.academia.edu/23071586/MAKALAH_PROGRAM_LINIER

https://googleweblight.com/i?u=https://winda53.wordpress.com/2012/05/11/riset-operasi/&hl=id-ID

http://wayansudarme125.blogspot.co.id/2013/12/makalah-program-linier.html?m=1

 

 

Posted in Program Linier 2018 | 1 Comment »

Desmos : Mengurangi Sistem Pertidaksamaan dengan ruang solusi yang sama

Posted by ammarfakhri on March 21, 2018

Soal 2-13

Tentukan ruang pemecahan secara grafik untuk pertidaksamaan berikut ini:

  • x+y\leq 4
  • 4x+3y\leq 12
  • -x+y\geq 1
  • x+y\leq 6
  • x\leq 0
  • y\leq 0

Batasan mana yang berlebihan? Kurangi sistem ini sampai terdapat sedikit mungkin batasan yang akan mendefinisikan ruang pemecahan yang sama.

Penyelesaian
misal pertidaksamaan :

  1. x+y\leq 4 (merah).
  2. 4x+3y\leq 12 (biru).
  3. -x+y\geq 1 (hijau).
  4. x+y\leq 6 (oranye).
  5. x\leq 0 (ungu).
  6. y\leq 0 (hitam).

Jawab

  1. Gambarkan grafik pertidaksamaan kesatu x+y\leq 4 (merah).

desmos-graph (1)

2. Gambarkan grafik pertidaksamaan kedua 4x+3y\leq 12 (biru). Kemudian satukan dengan grafik sebelumnya.

3. Gambarkan grafik pertidaksamaan ketiga -x+y\geq 1 (hijau). Kemudian satukan dengan grafik sebelumnya.

4. Gambarkan grafik pertidaksamaan keempat x+y\leq 6 (Oranye). Kemudian satukan dengan grafik sebelumnya.

5. Gambarkan grafik pertidaksamaan kelima x\leq 0 (ungu). Kemudian satukan dengan grafik sebelumnya.

6. Gambarkan grafik pertidaksamaan keenam x\leq 0 (hitam). Kemudian satukan dengan grafik sebelumnya.

7. Cari Ruang pemecahan(Solusi) dari Grafik.

desmos-graph

yaitu berada di area di beri garis warna kuning.

desmos-graphio

8. Perhatikan letak kuadran ruang solusi tersebut.

desmos-graphaa

Ruang solusi tersebut berada di Kuadran III

Note: Kudran III berpelurus dengan Kudran II di sumbu y, dan berpelurus dengan Kuadran IV di sumbu x

9. Periksa dari setiap masing masing grafik pertidaksamaan, Manakah Pertidaksmaan yang berada di Kuadran II,IV sekaligus.

dari Grafik Pertidaksamaan Diatas yang berada di kuadran II,IV sekaligus adalah Pertidak samaan:

  • x+y\leq 4 (merah).
  • 4x+3y\leq 12 (biru).
  • x+y\leq 6 (oranye).

10. Hapus Grafik Pertidaksamaan yang berada di kuadran II,IV sekaligus, sehingga gambar grafik.

desmos-graphA

menyisakan pertidaksamaan:

  • -x+y\geq 1 (hijau).
  • x\leq 0 (ungu).
  • y\leq 0 (hitam).

untuk melihat dan menyelesaikan grafik persoalan dapat di lihat di desmos

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

2-20 Menentukan nilai maksimum dan minimum

Posted by meiskeshabrina19 on March 21, 2018

2-20 Pertimbangkan ruang pemecahan dalam Gambar 2-17 (pertanyaan 2-14). Tentukan pemecahan optimum dengan mengasumsikan bahwa fungsi tujuan diketahui :

(a) Minimumkan z= 2×1+6×2

(b) Maksimumkan z=-3×1+4×2

(c) Minimumkan z=3×1+4×2

(d) Maksimumkan z=x1-2×2

(e) Minimumkan z=x1

(f) Maksimumkan z=x1

penyelesaian : dengan menggunakan penyelesaian yang ada pada nomor 2-17

telah ditinjau bahwa batasan yang berlebihan ada di y=3

dan titik-titik kritis yang terbentuk adalah (2,0) ,(4,1), (2,3),(1,2),(1,0)

diketahui x1 = – dan x2=

(a)Minimumkan z= 2×1+6×2

uji titik kritis :

x1=2,x2=0  –>  z=2(2)+6(0) =4

x1=4,x2=1  –>  z=2(4)+6(1) =14

x1=2,x2=3  –>  z=2(2)+6(3) =22

x1=1,x2=2  –>  z=2(1)+6(2) =14

x1=1,x2=0  –>  z=2(1)+6(0) =2   (minimum)

(b) Maksimumkan z=-3×1+4×2

x1=2,x2=0  –>  z=-3(2)+4(0) =-6

x1=4,x2=1  –>  z=-3(4)+4(1) =-8

x1=2,x2=3 –>  z=-3(2)+4(3) =6 (maksimum)

x1=1,x2=2  –>  z=-3(1)+4(2) =5

x1=1,x2=0  –>  z=-3(1)+4(0) =-3

(c) Minimumkan z=3×1+4×2

uji titik kritis :

x1=2,x2=0  –>  z=3(2)+4(0) =6

x1=4,x2=1  –>  z=3(4)+4(1) =16

x1=2,x2=3  –>  z=3(2)+4(3) =18

x1=1,x2=2  –>  z=3(1)+4(2) =11

x1=1,x2=0  –>  z=3(1)+4(0) =3 (minimum)

(d) Minimumkan z=x1-2×2

x1=2,x2=0  –>  z=(2)-2(0) =2

x1=4,x2=1  –>  z=(4)-2(1) =2

x1=2,x2=3  –>  z=(2)-2(3) =-4 (minimum)

x1=1,x2=2  –>  z=(1)-2(2) =-3

x1=2,x2=0  –>  z=(1)-2(0) =1

(e) Minimumkan z=x1

x1=2,x2=0  –> z=2

x1=4,x2=1  –>z=4

x1=2,x2=3  –>z=2

x1=1,x2=2  –>z=1

x1=1,x2=0  –>z=1

(minimum di titik x1=1,x2=2 dan di x1=1,x2=0)

(f) Maksimumkan z=x1

x1=2,x2=0  –> z=2

x1=4,x2=1  –>z=4(maksimum)

x1=2,x2=3  –>z=2

x1=1,x2=2  –>z=1

x1=1,x2=0  –>z=1


 

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Alokasi Optimum Anggaran Bulanan Iklan TV dan Radio

Posted by rfghozi29 on March 21, 2018

Soal 2.10.

Sebuah perusahaan dapat mengiklankan produknya dengan mengunakan radio lokal dan stasiun TV. Anggarannya membatasi pengeluaran periklanan tersebut pada $1.000/bulan. Setiap menit iklan radio memerlukan biaya $5, dan setiap menit iklan di TV memerlukan biaya $100. Perusahaan tersebut ingin menggunakan radio setidaknya dua kali lebih banyak daripada TV. Pengalaman masa lalu memperlihatkan bahwa setiap menit iklan TV biasanya menghasilkan 25 kali lebih banyak penjualan daripada setiap menit iklan radio. Tentukan alokasi optimum dari anggaran bulanan untuk ilkan radio dan TV.

Variabel Keputusan :
R : Biaya iklan di radio
T: Biaya iklan di TV

Z = R+25T  ≥ 25T
R ≥ 2T

5R+100T ≤ 1000
R ≥ 0
T ≥ 0

Perpotongan Titik Optimal

R=2T

5(2T)+100T = 1000
110T = 1000
T = 1000/110 = 100/11

5R+100(R/2) = 1000
55R = 1000
R = 1000/55 = 200/11

Max J = R + 25T
= 200/11 + 25(200/11)
= 24,5

Jadi alokasi optimum anggaran bulanannya adalah 24,5

Untitled.jpg

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Dua produk mesin

Posted by sabilafiryal on March 20, 2018

2-9  Dua produk dihasilkan dengan melalui tiga buah mesin secara berurutan. Waktu per mesin yang dialokasikan untuk kedua produk tersebut dibatasi sampai 10 jam per hari. Waktu produki dan laba per unit untuk setiap produk adalah

Mesin per Unit

Produk Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3 Laba
1 10 6 8 $2
2 5 20 15 $3
Temukan baruan yang optimal dari kedua produk !
penyelesaian :
diketahui:
Produk 1 = X1
Produk 2 = X2
X1 = 10(M1) + 6 (M2) + 8 (M3)
X2 = 5 (M1) + 20 (M2) +15 (M3)
  1. tujuan
                Maksimum Z = 2 X1 + 3 X2
  1. kendala
                M1 = 10 jam : 600 menit
                M2 = 10 jam : 600 menit
                M3 = 10 jam : 600 menit
Batasan (constain)
  1. 10 X1 + 5 X2 <= 600
  2. 6 X1 + 20 X2 <= 600
  3. 8 X1 + 15 X2 <= 600
Tabel
                  Produk
  Mesin
X1
X2
Kapasitas
Maksimum
1
10
5
600
2
6
20
600
3
8
15
600
Laba
2
3
?
Persamaan I
                10 X1 + 5 X2 = 600, misalkan X1 = 0, maka:
                      0 + 5 X2 = 600
                                  X2 = 600/5
                                X2 = 120
                10 X1 + 5 X2 = 600, misalkan X2 = 0, maka:
                10 X1 + 0 = 600
                                X1 = 600/10
                                X1 = 60
Persamaan II
                6  X1 +   20 X2   = 600,  kita misalkan X1 = 0, maka :
        0 +  20 X2   = 600
        X2   = 600/20
        X2   = 30
6  X1 +   20 X2   = 600,  kita misalkan X2 = 0, maka :
6  X1 +       0       = 600
        X1   = 600/6
        X1   = 100
 
Persamaan III
                8  X1 +   15 X2   = 600,  kita misalkan X1 = 0, maka :
        0 +  15 X2   = 600
        X2   = 600/15
        X2   = 40
8  X1 +   15 X2   = 600,  kita misalkan X2 = 0, maka :
8  X1 +       0       = 600
        X1   = 600/8
        X1   = 75

 

Titik – titik daerah Feasible :
O = (0, 0)
A = (60, 0)
B = (55, ?)                            (55, 10)
C = (43, ?)                            (43, 17   )
D = (0, 30)
Mencari X2 titik B adalah 10 X1 +   5 X2   = 600,
                                                          10(55) +  5 X2   = 600
                                                                     X2   = (600-550)/5
                                                                                    X2   = 10
Mencari X2 titik C adalah 6 X1 +  20 X2   = 600
                                                          6(43)+  20 X2   = 600
                                     X2   = (600-258)/20
                                     X2   = 17
Laba Maksimum  Z = 2 X1 + 3 X2 :
 Z di titik O = 0
 Z di titik A = 2(60) + 3(0)
                     = 120
 Z di titik B = 2(55) + 3(10)
                      = 110 + 30
                      = 140
  Z di titik C = 2 (43) + 3 (17)
       = 86 +51
                                       = 137
  Z di titik D = 2(0) + 3(30)
                       = 90
Maka Nilai Maksimum   Z = 2 X1 + 3 X2  adalah $140 , hal ini didapatkan bila perusahaan memproduksi produk 1 : 55 unit dan produk 2 : 10 unit.

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Popeye Canning Company

Posted by bangvicky on March 20, 2018

PENYELESAIAN SOAL 2-6

Popeye Canning Company dikontrak untuk menerima 60.000 lb kentang segar dengan harga 7 sen/lb yang diproduksinya menjadi sari kentang kalengan dan pasta kentang. Produk kalengan dikemas dalam kotak yang masing – masing berisi 24 kaleng. Satu kaleng sari kentang memrlukan 1 lb kentang segar sementara sau kaleng pasta kentang memerluka 1/3 lb. Harga grosir per kotak sari kentang dan pasta adalah $18 dan $9, secara berurutan. Rancang sebuah jadwal produksi untuk Popeye.

Penyelesaian:

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Pengoptimalan Bahan Mentah dalam Produk

Posted by widanurf on March 20, 2018

Soal 2.11

Sebuah perusahaan menghasilkan dua produk, A dan B. Volume penjualan produk A
adalah setidaknya 60% dari penjualan total dari kedua produk. Kedua produk
menggunakan bahan mentah yang sama, yang ketersediaan hariannya adalah terbatas
pada 100 lb. Produk A dan B menggunakan bahan mentah ini sebanyak 2 lb/unit dan 4
lb/unit, secara berurutan. Harga penjualan untuk kedua produk adalah $20 dan $40 per
unit. Tentukan alokasi bahan mentah yang optimal untuk kedua produk ini.

Penyelesaian:

Jawab:

  • Variabel Keputusan:
    X : Bahan mentah A
    Y : Bahan mentah B
  • Variabel Kriteria : Optimasi bahan mentah
  • Fungsi Tujuan :

Max Z: 20X + 40Y

  • Fungsi Batasan :
    2X + 4Y ≤ 100
    X      = 0.6(X + Y)
    0.4X = 0.6Y
    X      = 6/4 Y

2X + 4Y ≤ 100

   X    Y
   0    25
   50    0

X = 6/4 Y

   X    Y
   0    0
   15    10

Produk A = (0.25) => 20(0) + 40(25) = 1000
Produk B = 2X + 4Y    = 100
2(6/4)+4Y = 100
3X+ 4Y     = 100
Y = 100/7 = 14.3

X = 6/4 Y
X= 6/4(100/7) = 600/28 = 21.4

Substitusikan dititik (21.4 & 14.3)

  • Max. Z = 20X + 40Y
    = 20(21.4) + 40(14.3)
    = 428 + 572
    = 1000
  • Max. Z = 20X + 40Y
    = 20(0) + 40(25)
    = 0 + 1000
    = 1000

proglin-211.png

Posted in Program Linier 2018, Uncategorized | 1 Comment »

Peternak Sapi

Posted by tiraasmara on March 20, 2018

Seorang petani memiliki 200 ekor sapi yang mengkonsumsi 90 lb makanan khusus setiap hari. Makanan ini disiapkan sebagai campuran dari jagung dan kedelai dengan komposisi sebagai berikut :

Pon per Pon Makanan

Makanan

Kalsium

Protein

Serat

Biaya(dollar/lb)

Jagung

0,001

0,09

0,02

0,20

Kedelai

0,002

0,60

0,06

0,60

Kebutuhan makanan sapi adalah :

  1. Paling banyak 1% Kalsium
  2. Setidaknya 30% protein
  3. Paling banyak 5% serat

Tentukan campuran makanan harian berbiaya minimum.

Penyelesaian :

x1= Jumlah jagung yang akan digunakan

x2= Jumlah kedelai yang akan digunakan

model umum persamaan linier untuk kasus diatas adalah :

Meminimukan Z = CodeCogsEqn

Dengan kendala :

CodeCogsEqn

CodeCogsEqn(1)

CodeCogsEqn(2)

CodeCogsEqn(3)

CodeCogsEqn(5)

Menentukan titik potong :

f(x) = CodeCogsEqn CodeCogsEqn(4) jika CodeCogsEqn(5) maka CodeCogsEqn(7)

jika CodeCogsEqn(6) maka CodeCogsEqn(8)

g(x) = CodeCogsEqn(1) CodeCogsEqn(4) jika CodeCogsEqn(5) maka CodeCogsEqn(10)

jika CodeCogsEqn(6) maka CodeCogsEqn(9)

h(x) = CodeCogsEqn(2) CodeCogsEqn(4) jika CodeCogsEqn(5) maka CodeCogsEqn(10)

jika CodeCogsEqn(6) maka CodeCogsEqn(13).gif

I(x) = CodeCogsEqn(3) CodeCogsEqn(4) jika CodeCogsEqn(5) maka CodeCogsEqn(11)

jika CodeCogsEqn(6) maka CodeCogsEqn(12)

Gambar Grafik :

Screenshot_2018-03-25-05-53-23-1

Dari perpotongan ke 4 garis diperoleh titik-titik sudut dari daerah penyelesaian layak yaitu (0,0);(0,0.5);(1,0). Selanjutnya diselidiki nilai Z = CodeCogsEqn untuk masing-masing titik sudut tersebut.

Titik

(0,0)

(0,0.5)

(1,0)

 CodeCogsEqn(14).gif

0

0

1

 CodeCogsEqn(15)

0

0.5

0

Z=CodeCogsEqn

0

0.3

0.2

Kesimpulan:

Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa biaya minimum adalah 0, sehingga biaya campuran makanan adalah 0lb.

 

 

Posted in Program Linier 2018 | 1 Comment »

Pemecahan masalah secara grafik

Posted by ajatlasmana on March 20, 2018

2-18 Pecahkan masalah berikut ini secara grafik

Maksimumkan z = 5x_1 + 2x_2

Dengan batasan, x_1+ x_2≤ 10

x_1= 5

x_1,x_2  ≥ 0

Penyelesaian :

x_1 + x_2 = 10

x_1 = 0                                                          x_2 =0

x_2  = 10                                                       x_1 =10

jadi didapat titik (0,10) dan (10,0)

Dengan batasan x_1=5 maka grafiknya :

Jadi mempunyai beberapa titik yaitu (0,10), (0,0), (5,0), (5,5)

DADA

 

 

Posted in Program Linier 2018 | Tagged: , , , | 2 Comments »

Identifikasi semua batasan

Posted by muhammadfarhanrahmatiar on March 20, 2018

2-14

Tulis batasan yang berkaitan dengan ruang pemecahan yang di perlihatkan dalam gambar 2-17 dan identifikasi semua batasan yang berlebihan.

2-17

 

  1. x+y=5
  2. xy.png
  3. 0-5x-y.png
  4. x.png
  5. y
  6. x1.png
  7. y1.png

 

pada gambar dari nomor 1-7 dapat di simpulkan bahwa batasan yang di identifikasi bahwa :

CodeCogsEqn

CodeCogsEqn(1)

CodeCogsEqn(2)

CodeCogsEqn(3)

CodeCogsEqn(5)

CodeCogsEqn(6)

CodeCogsEqn(7)

pada urutan di atas akan menghasilkan grafik yang sudah di tampilkan pada gambar nomor 7

 

 

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Unisba | Tagged: , | 3 Comments »

Menentukan Titik Ekstrim dan Titik Optimum

Posted by intansetiasih on March 20, 2018

(2-19) Dalam Pertanyaan 2-18 , identifikasi secara numerik titik ekstrim dari ruang pemecahan. Jika batasan x1=5 diganti jadi x1 ≤ 5, tentukan semua titik ekstrim yang layak dan temukan titik optimum dengan mengevaluasi fungsi tujuan secara numerik disetiap titik. Perlihatkan bahwa jawaban tersebut sesuai dengan pemecahan grafik. Ulangi prosedur tersebut dengan x1=5 diganti dengan x1 ≥ 5.

Penyelesaian:

Berdasarkan pertanyaan dan hasil grafik dari Pertanyaan 2-18 didapat titik ekstrim dari ruang pemecahan yaitu:

(5,0), (10,0) dan (5,5)

  • Ketika  x1=5 diganti dengan x1 ≤ 5 maka batasan-batasannya adalah:

x1 + x2   ≤ 10 ⇒ (0,5) dan (5,0)

x1 ≤ 5

x1 ,x≥ 0

Mencari titik-titik ekstrim dan titik optimum dengan memaksimumkan nilai z = 5x1 + 2x2  .

Dari x1 + x= 10  didapat:

ketika x1 = 0 maka x2 = 10

ketika x2 = 0 maka x1 = 10

Jadi titik yang terbentuk dari x1 + x2   ≤ 10  adalah (0,10) dan (10,0)

Sehingga grafik yang terbentuk berdasarkan batasan-batasan diatas adalah:

kurang

Cara numeric untuk mencari titik C yaitu:

Eliminasi x1 + x=10 dan x1 = 5didapat x = 5 maka didapat titik C yaitu (5,5) 

S_7698866616826

Jadi titik ekstrim yang terbentuk yaitu titik A(0,0), B(5,0), C(5,5), D(0,10)

Untuk mendapatkan titik optimum gunakan substitusi titik-titik ekstrim pada z = 5x1 + 2x

Ketika titik A(0,0) disubstitusikan pada   z = 5x1 + 2x2  didapat nilai 0

Ketika titik B (5,0) disubstitusikan pada   z = 5x1 + 2x2 didapat nilai 25

Ketika titik C(5,5) disubstitusikan pada z = 5x1 + 2x2 didapat nilai 35

Ketika titik D(0,10) disubstitusikan pada z = 5x1 + 2x2 didapat nilai 20

Jadi nilai optimum yaitu 35 pada titik C(5,5)

S_7698866507083

  • Ketika x1=5 diganti dengan x1 ≥ 5 maka batasan-batasan nya adalah:

x1 + x2   ≤ 10 ⇒ (0,5) dan (5,0)

x1 ≥ 5

x1 ,x≥ 0

Mencari titik-titik ekstrim dan titik optimum dengan memaksimumkan nilai z = 5x1 + 2x2

Sehingga grafik yang terbentuk berdasarkan batasan-batasan diatas adalah:

lebih

Cara numeric untuk mencari titik C yaitu:

Eliminasi x1 + x≤ 10 dan x1 ≤ 5 didapat x = 5 maka didapat titik C yaitu (5,5) 

S_7698866616826

Jadi titik ekstrim yang terbentuk yaitu titik A(5,0), B(10,0), C(5,5) 

Untuk mendapatkan titik optimum gunakan substitusi titik-titik ekstrim  pada z = 5x1 + 2x2

Ketika titik A(5,0) disubstitusikan pada z = 5x1 + 2x2 didapat nilai 25.

Ketika titik B(10,0) disubstitusikan pada z = 5x1 + 2x2 didapat nilai 50.

Ketika titik A(5,5) disubstitusikan pada z = 5x1 + 2x2 didapat nilai 35.

Jadi nilai optimum yaitu 50 pada titik B(10,0).

 S_7698866676546

 

Link Pertanyaan (2-18):

https://erwin2h.wordpress.com/2018/03/20/pemecahan-masalah-secara-grafik/

Posted in Program Linier 2018 | 1 Comment »

Perusahaan Topi Cowboy

Posted by mitarahmawatiii on March 19, 2018

(2-12) Sebuah perusahaan menghasilkan 2 jenis topi cowboy. Setiap topi jenis pertama memerlukan waktu tenaga kerja yang dua kali lebih banyak dibanding setiap topi jenis kedua. Jika semua topi itu adalah topi jenis kedua, perusahaan dapat memproduksi 500 topi dalam satu hari. Pasar membatasi penjualan harian untuk topi jenis pertama dan kedua ini pada 150 dan 200 topi. Asumsikan bahwa laba pertopi adalah $8 untuk tipe satu dan $5 untuk tipe dua. Tentukan jumlah topi untuk setiap tipe yang harus diproduksi untuk memaksimumkan laba.

Penyelesaian :

Misalkan x = topi jenis 1 dan y = topi jenis 2

Model matematika :

 

Grafik :

3

Dari data diatas didapat empat buah titik yaitu A(0,0), B(150,0), C(150,200), D(100,200)

Diasumsikan bahwa laba pertopi adalah $8 untuk tipe satu dan $5 untuk tipe dua. Diubah dalam bentuk Rupiah maka z=104000x+65000y

A(0,0) maka z=104000(0)+65000(0)=0

B(150,0) maka z=104000(150)+65000(0)=15600000

C(150,200) maka z = 104000(150) + 65000(200) = 15600000 + 13000000 = 28600000

D(100,200) maka z = 104000(100) + 65000(200) = 10400000 + 13000000 = 23400000

Jadi, jumlah topi untuk setiap tipe yang harus diproduksi untuk memaksimumkan laba adalah (150,200). 150 untuk topi jenis satu dan 200 untuk topi jenis kedua.

 

Posted in Program Linier 2018, Uncategorized | 1 Comment »

Protected: Analisis Frekuensi Keamanan Sistem Informasi dalam Menghadapi Cybercrime pada Penggunaan ATM

Posted by fadilatilzikri on March 19, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in MSI 2018, Uncategorized | Enter your password to view comments.

2-17 Pertimbangkan masalah dengan menunjukan grafik tanpa memiliki titim ekstrim

Posted by fitrafirdauss on March 19, 2018

2-17 pertimbangkan masalah berikut :

maksimumkan  CodeCogsEqn

dengan batasan

  • CodeCogsEqn (2)
  • CodeCogsEqn (3)
  • CodeCogsEqn (4)

tunjukan secara grafik bahwa masalah ini tidak memiliki titik ekstrim yang layak. apa yang dapat disimpulkan berkenaan dengan pemecahan masalah ini ?

210744

gambar grafik garis CodeCogsEqn (2) daerah arsirnya ke bawah searah dengan titik (0,0), garafik garis CodeCogsEqn (3) daerah arsirnya ke atas berlawanan dengan titik (0,0), grafik CodeCogsEqn (4) daerah yang di arsirnya adalah untuk CodeCogsEqn (8) arah arsirannya ke atas sedangkan CodeCogsEqn (7) arah arsirnya ke kanan. sehingga kita bisa melihat daerah penyelesainnya yaitu daerah yang memiliki arsiran lebih dari satu namun ketika kita melihat grafik di atas hanya ada 3 arsiran paling banyak dari 4 persamaan sehingga ada satu persamaan yang tidak mengarsir daerah penyelesaian yaitu persamaan CodeCogsEqn (3) oleh karna itu tidak ada daerah penyelesaian dari program linear 2-17. Dengan  dapat disimpulkan bahwa persmaan program linear 2-17 tidak memiliki nilai Maksimum karena tidak memiliki daerah penyelesaian.

Posted in Program Linier 2018 | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

OPTIMALISASI KEUNTUNGAN BISNIS LAUNDRY KILOAN

Posted by Dwi Puspitasari on March 19, 2018

OPTIMALISASI KEUNTUNGAN BISNIS LAUNDRY KILOAN

Dwi Puspitasari

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Tamansari 1 Bandung, 40116, Indonesia

Email: dwipuspitasari2307@gmail.com

 

Abstrak: Berbisnis merupakan pekerjaan yang memiliki potensi besar dalam kehidupan, salah satunya adalah bisnis laundry (jasa cuci) yang semakin hari semakin ramai. Untuk menjalankan bisnis ini dibutuhkan ketekunan dan perhitungan yang tepat dari berbagai segi aspek agar bisnis berkembang dengan baik. Perhitungan dalam sebuah bisnis laundry adalah dengan mengedepankan mutu dan kuantitas, seperti penggunaan bahan pencuci dan pewangi yang baik namun tarif laundry harus tetap terjangkau. Dengan perhitungan tersebut maka akan lebih menarik lebih banyak pelanggan sehingga keuntungan yang di dapat akan optimum. Untuk mengetahui keuntungan optimum ini maka diperlukan sebuah metode perhitungan, salah satu metodenya adalah metode pada program linier.

Kata kunci: Program Linier, Bisnis, Laundry, Keuntungan, Matematika

 

PENDAHULUAN

Di zaman modern seperti sekarang ini, kita harus mempersiapkan diri menghadapi dunia untuk bertahan hidup dengan menciptakan peluang dan memanfaatkan peluang yang sudah ada. Dalam menciptakan sebuah bisnis tidaklah mudah, perlu adanya pertimbangan dari berbagai aspek dimana salah satunya adalah aspek ekonomi yang di dalamnya terdapat 3E yaitu ekonomis, efisien, dan efektif. Maka dari itu dalam berbisnis diperlukan sebuah ilmu dan pengalaman yang baik agar bisnis menjadi berkembang.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menciptakan dan memanfaatkan sebuah peluang seperti menciptakan dan memanfaatkan tempat pencucian pakaian atau biasa disebut laundry. Bisnis laundry ini semakin hari semakin marak baik di kota besar maupun kota kecil, hal ini karena kebutuhan akan pelayanan pencucian pakaian yang terus meningkat. Bisnis laundry ini terbagi menjadi dua macam yaitu laundry tradisional dan modern. Namun laundry tradisional semakin hari semakin punah karena tergerus oleh laundry modern. Hal ini terjadi karena laundry tradisional lebih memakan banyak waktu pengerjaan dibandingan dengan laundry modern. Pada laundry tradisional biasanya memakan waktu kurang lebih seminggu, sementara pada laundry modern waktu pengerjaan bisa dalam satu tak lebih dari satu jam.

Dalam berbisnis di era modern seperti sekarang ini diperlukan ilmu untuk menunjang suksesnya sebuah bisnis. Salah satu ilmu yang dari dulu hingga sekarang tak pernah tertinggal dalam sebuah bisnis yaitu ilmu pada matematika, program linier. Dengan menggunakan ilmu tersebut maka bisnis akan mendapatkan profit dengan jumlah besar, hal ini karena dengan ilmu tersebut kita dapat mengetahui tingkat produksi mana yang paling efisien dan mana yang dapat mendatangkan keuntungan maksimal.

Pada artikel ini akan di paparkan hasil penelitian yang bermanfaat untuk mengoptimalalkan sebuah bisnis laundry agar bisnis mendapatkan profit maksimal dengan modal yang minim dengan sebuah metode yang ada dalam program linier, matematika. Metode yang digunakan ini adalah metode perhitungan nilai maksimum dan minimum. Melalui metode ini diharapkan dapat membuahkan hasil yang maksimum dalam sebuah bisnis.

LATAR BELAKANG

Semakin hari, gaya hidup modern semakin mendarah daging dalam kehidupan masyarakat. Salah satu gaya hidup modern ini adalah gaya hidup masyarakat di kota besar. Contohnya saja dalam hal mencuci pakaian. Masyarakat di kota besar lebih sering mencuci pakaian mereka pada jasa laundry karena lebih menghemat waktu dan tenaga mereka, sehingga mereka bisa melakukan hal-hal lain yang mereka inginkan. Dengan pola masyarakat yang konsumtif dalam mencuci pakaian, maka muncul lah ide pada diri orang-orang yang selalu memanfaatkan peluang dimana dalam hal ini adalah peluang berbisnis laundry.

Di zaman sekarang, bisnis laundry tidak hanya terdapat pada lingkungan yang mewah dimana hanya terdapat masyarakat yang berpenghasilan tinggi, namun bisnis ini juga banyak di temukan dalam lingkungan yang sederhana seperti lingkungan kampus. Pebisnis laundry di lingkungan kampus akan lebih memfokuskan dan mentargetkan konsumennya (pelanggan) dari kalangan mahasiswa. Sehingga mereka harus memutar otak untuk menarik pelanggan dari kalangan mahasiswa dengan berbagai media promosi, kualitas tinggi, dan tarif yang terjangkau namun tetap menghasilkan keuntungan maksimum.

Selain artikel ini yang mengkaji mengenai bisnis laundry, terdapat juga artikel maupun penelitia yang serupa. Pada penelitian sebelumnya berjudul “Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis “Usaha Laundry”” karya Ebdi Aditama, “Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis Usaha Laundry” karya Hari Prastiyano. Berbeda dari artikel atau penelitian sebelumnya, artikel ini penulis akan fokus pada cara agar bisnis laundry menghasilkan keuntungan yang maksimum dengan mempertimbangkan bahan pencucian seperti detergen, pewangi pakaian, waktu, dan tarif per kilo pakaian.

METODOLOGI

…………………………..

PEMBAHASAN

……………………..

KESIMPULAN

……………………..

REFERENSI

Aditama, Ebdi. (2011/2012). Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis “Usaha Laundry”.STMIK AMIKOM. Yogyakarta.

Prastiyano, Hari. (2012). Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis Usaha Laundry. STMIK AMIKOM. Yogyakarta.

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: | 1 Comment »

Implementasi Program Linear untuk Optimasi Penumpang dengan Menggunakan Konsep Biaya Murah pada Maskapai Penerbangan

Posted by intansetiasih on March 18, 2018

IMPLEMENTASI PROGRAM LINEAR UNTUK OPTIMASI PENUMPANG DENGAN  MENGGUNAKAN KONSEP BIAYA MURAH PADA MASKAPAI PENERBANGAN

Intan Setiasih

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Islam Bandung

Jalan Taman Sari No. 1 Bandung, 40116, Indonesia

e-mail: intaaan24@gmail.com

 

Abstrak.  Perkembangan perusahaan-perusahaan penerbangan (airline) dengan konsep biaya murah (low cost carrier) sejak pertengahan tahun 2000 berdampak pada terjadinya kompetisi antar airline. Persaingan antar perusahaan penerbangan dalam rangka mendapatkan pasar dapat dilihat dari terjadinya “perang tarif” antar perusahaan. Perang tarif antar airline perlu dikaji dan dicermati, sehingga tidak merugikan baik konsumen selaku pengguna jasa maupun perusahaan penyedia jasa itu sendiri. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah masih cenderung reaktif atas perkembangan yang terjadi di lapangan. Low cost carrier melakukan eleminasi layanan maskapai tradisional yaitu dengan pengurangan catering, minimize reservasi dengan bantuan teknologi IT sehingga layanan nampak sederhana dan bisa cepat. Pelayanan yang minimize ini berakibat dalam hal penurunan cost, namun factor safety tetap dijaga untuk menjamin keselamatan penumpang sampai ke tujuan. Low cost carrier adalah redifinisi bisnis penerbangan yang menyediakan harga tiket yang terjangkau serta layanan terbang yang minimalis. Intinya produk yang ditawarkan senantiasa berprinsip low cost untuk menekan dan mereduksi operasional cost sehingga bisa menjaring segmen pasar bawah yang lebih luas serta dengan tarif biaya murah diharapkan dapat mengoptimasi penumpang.

PENDAHULUAN

Secara umum linear programming (pemrograman linier) merupakan salah satu teknik penyelesaian riset operasi dalam hal ini adalah khusus menyelesaikan masalah-masalah optimasi (memaksimalkan atau meminimumkan) tetapi hanya terbatas pada masalah-masalah yang dapat diubah menjadi fungsi linier. Demikian pula kendala-kendala yang ada juga berbentuk linier.

Secara khusus, persoalan linear programming adalah suatu persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variabel (variabel pengambilan keputusan) sedemikian rupa sehingga nilai funsi tujuan atau objektif (objective function) yang linier menjadi optimum (maksimum atau minimum) dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan (kendalakendala) yang ada yaitu pembatasan ini harus dinyatakan dengan ketidaksamaan yang linier (linear inequalities).

Maskapai Penerbangan atau Airlines adalah sebuah organisasi atau perusahaan yang menyediakan jasa penerbangan bagi penumpang atau barang. Mereka menyewa atau memiliki pesawat terbang untuk menyediakan jasa tersebut dan dapat membentuk kerja sama atau aliansi dengan maskapai lainnya untuk keuntungan bersama.

Dewasa ini industri maskapai penerbangan domestik nasional semakin berkembang pesat, hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya perusahaan penerbangan yang bermunculan. Undang-undang No. 15 Tahun 1992 tentang penerbangan merupakan salah satu tonggak deregulasi bisnis penerbangan di Indonesia. Dengan adanya undang-undang ini, maka jumlah perusahaan jasa penerbangan meningkat tajam.

Dunia penerbangan di Indonesia semakin marak sejak kehadiran perusahaan perusahaan penerbangan dengan konsep biaya murah (low coast carrier/low cost airlines) sejak pertengahan tahun 2000. Dampak kehadiran perusahaan-perusahaan penerbangan berbiaya murah tersebut adalah terciptanya kompetisi antar perusahaan yang sebelumnya hanya dilayani oeleh beberapa perusahaan penerbangan (airline) saja. Persaingan antar perusahaan penerbangan dalam rangka mendapatkan pasar dapat dilihat dari terjadinya ”perang tarif” antar perusahaan. Bagi masyarakat, perang tarif itu tentu membawa berkah tersendiri. Yang tadinya tidak pernah bermimpi sekalipun untuk naik pesawat, saat ini hal itu sudah menjadi suatu yang lumrah. Perang tarif antar maskapai penerbangan perlu dikaji dan dicermati, sehingga tidak merugikan baik konsumen selaku pengguna jasa maupun perusahaan penyedia jasa itu sendiri.

Latar Belakang

Industri penerbangan sudah banyak menjamur di Indonesia yang disebabkan adanya deregulasi pemerintah dalam bidang penerbangan. Deregulasi penerbangan di Indonesia dimulai sejak tahun 1999 dengan memberikan kemudahan bagi perusahaan penerbangan baru (new entrants) untuk memperoleh ijin penerbangan termasuk pada rute-rute padat. Dampak deregulasi ini adalah terjadinya persaingan yang tinggi (Manurung, 2013). Berbagai kemudahan perijinan menjadikan pasar penerbangan di Indonesia menarik bagi investor, selain karena Indonesia adalah Negara kepulauan maka Indonesia memiki tujuan wisata yang beraneka ragam. Inilah yang memunculkan maskapai-maskapai baru yang menyediakan layanan penerbangan full service ataupun layanan low cost carrier (LCC).

Industri penerbangan saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan banyaknya permintaan penumpang untuk melakukan suatu perjalanan dengan tujuan bisnis maupun berlibur. Dengan banyaknya permintaan tersebut, maka banyak maskapai penerbangan (airlines) baru bermunculan yang bersifat penerbangan dengan biaya murah (low cost carrier) maupun penerbangan dengan pelayanan penuh (full service). Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dalam melakukan suatu perjalanan dibutuhkan moda transportasi yang cepat, aman dan nyaman.

Terdapat beberapa sumber yang telah mengkaji  mengenai maskapai penerbengan dengan biaya murah diantaranya: ANGKUTAN PENUMPANG PESAWAT UDARA DIKAITKAN DENGAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN PENERBANGAN BERBIAYA MURAH: STUDI KASUS PROVINSI SUMATERA UTARA yang dikaji oleh Ahmad Bahrawi (Mahasiswa  Jurusan Teknik Sipil), Tri Tjahjono (Staf Pengajar  Jurusan Teknik Sipil), Alloysius Djoko Purwanto (Staf Pengajar  Jurusan Teknik Sipil) Universitas Indonesia Depok, ANALISIS STRATEGI DAN DAYA SAING MASKAPAI BERBIAYA RENDAH :  STUDY KASUS RYANAIR Ltd yang dikaji oleh Fino Wahyudi Abdul, Eko Joyoprayitno, Taufan Maulaminpad tanggal 2 September 2016 Penelitian di Institut STIAMI. Selain itu, pada bulan April 2013 Bridges Consulting menerbitkan Laporan Strategi Ryanair (Geller et al., 2013), Laporan ini didasarkan pada penelitian yang menyeluruh terhadap mekanisme yang mendasari maskapai penerbangan bertarif rendah yang paling sensasional di Eropa. Laporan ini merupakan upaya menggambarkan analisa bisnis dan daya saing dari maskapai Ryanair Ltd terhadap persaingan penerbangan di dataran Eropa. 

Referensi

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=435665&val=6055&title=ANGKUTAN%20PENUMPANG%20PESAWAT%20UDARA%20DIKAITKAN%20DENGAN%20PERKEMBANGAN%20PERUSAHAAN%20PENERBANGAN%20BERBIAYA%20MURAH:%20STUDI%20KASUS%20PROVINSI%20SUMATERA%20UTARA Diakses pada tanggal 17 maret 2018

https://maskapai.wordpress.com/2008/03/13/fenomena-low-cost-carrier/ Diakses tanggal 17 maret 2018

https://id.wikipedia.org/wiki/Maskapai_penerbangan_bertarif_rendahttp://repository.wima.ac.id/244/2/BAB%201.pdf Diakses tanggal 28 maret 2018

http://www.stiami.ac.id/jurnal/download/174/analisis-strategi-dan-daya-saing-maskapai-berbiaya-rendah-:–study-kasus-ryanair-ltd Diakses tanggal 28 maret 2018

https://dwijanto77.files.wordpress.com/2014/03/5-bab-ii-_pengenalan-program-linear.pdf Diakses tanggal 28 maret 2018

https://yulianfe.files.wordpress.com/2012/10/bab-7-n-8.pdf Diakses tanggal 28 maret 2018

 

 

 

 

 

 

Posted in Program Linier 2018 | 1 Comment »

Perusahaan Elektronik (Radio)

Posted by Dwi Puspitasari on March 17, 2018

(2-8) Sebuah perusahaan elektronika membuat dua model radio, masing-masing di sebuah lini produksi yang terpisah. Kapasitas harian dari lini pertama adalah 60 radio sedangkan lini kedua 75 radio. Setiap unit model pertama menggunakan 10 butir komponen elektronik tertentu, sementara setiap unit model kedua memerlukan 8 butir komponen yang sama. Ketersediaan harian maksimum untuk komponen itu adalah 800 butir. Laba per unit model 1 dan 2 adalah $30 dan $20, secara berurutan. Tentukan produksi harian optimum untuk setiap model.

Penyelesaian:

Misalkan : x = banyak model 1, y = banyak model 2.

Model matematika :

CodeCogsEqn

CodeCogsEqn (1)

CodeCogsEqn (2)

CodeCogsEqn (3)

CodeCogsEqn (4)

 

Grafik  dari model matematika untuk menentukan daerah hasil:

ss

Dari Grafik terlihat bahwa daerah hasil dibatasi sebuah fungsi, dimana antar fungsi menghasilkan titik perpotong. Titik potong ini berguna untuk menentukan nilai maksimum ataupun minimum. Untuk menentukan titik potong pada daerah hasil tersebut adalah sebagai berikut :

  • Eliminasi atau substitusi   dengan , sehingga menghasilkan dan
  • Eliminasi atau substitusi dengan , sehingga mengasilkan dan
  • Eliminasi atau substitusi dengan , sehingga menghasilkan x=6 dan
  • Eliminasi atau substitusi CodeCogsEqn (5) dengan sehingga menghasilkan dan .
  • Eliminasi atau substitusi CodeCogsEqn (5) dengan , sehingga menghasilkan dan .

Sehingga titik potong penyelesaian grafik tersebut adalah :

A(0,0) ; B(0,75); C(60,0); D(60,25); E(20,75)

Menentukan laba optimum (maksimum) maka substitusikan setiap titik potong terhadap fungsi  , sehingga diperoleh:

  • f(0,0)=30 (0) + 20(0) = 0
  • f(0,75)= 30(0) + 20(75) = 1500
  • f(60,0)=30(60) + 20(0) = 1800
  • f(60,25) = 30(60) + 20(25) = 2300
  • f(20,75) = 30(20) + 20(75) = 2100

Terlihat bahwa nilai optimum (maksimum) terdapat dapat titik potong D(60,25).

Sehingga dapat di simpulkan bahwa produksi optimum setiap hari untuk setiap model radio adalah: Model 1 sebanyak 60 unit dan Model 2 sebanyak 25 unit 

Posted in Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , | 1 Comment »

Protected: sistem informasi manajemen harta waris menggunakan media online

Posted by hilwafzyh on March 15, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Protected: Pembuatan Video Company Profile sebagai Media Promosi dan Informasi di Tetanga Sweet

Posted by ayunh98 on March 14, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

2.16

Posted by adibaharkhoerunas on March 14, 2018

• pecahkan masalah berikut ini secara grafik:

Maksimumkan z=5x_{1}+6x_{2}

x_{1}-2x_{2}\geqslant 2 .

-2X_{1}+3x_{2}\geqslant 2

X_{1},X_{2} tidak di batasi dalam tanda

Penyelesain:

Pertama-pertama kita mencari X_{1},X_{2} dari batasan dengan cara gabungan eliminasi dan subtitusi

01-proglin

Lalu dimisalkan X_{1},X_{2} nya 0 maka akan membentuk suatu titik pada grafik

02-proglin03-proglin

Selanjutnya sutitusikan hasil dari batasan X_{1},X_{2} ke batasan z=5x_{1}+6x_{2} untuk mencari maksimumnya

04-proglin.PNG

Yang diketahui  X_{1},X_{2} , tidak di batasi dalam tanda, maka batas X_{1},X_{2} tidak terhingga.

05-proglin.PNG

Grafik yang di hasilkan

06-proglin.PNG

Sehingga dapat dilihat pada gerafik dan pada hasil perhitungan  nilai maksimal Z bernilai tak hingga.

 

Posted in Kuliah, Matematika, opini, PC and Laptops, Pendidikan, Penelitian, Pengetahuan, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Kuis 1

Posted by meiskeshabrina19 on March 14, 2018

Meiske Shabrina P

10060216042

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Kuis 1 Program Linear

Posted by intansetiasih on March 14, 2018

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Identifikasi Bidang Layak

Posted by Erwin on March 14, 2018

Dengan menggunakan peraturan yang diberikan di awal Bagian 2.1.1, identifikasi bidang Layak untuk setiap batasan berikut ini secara independen. Asumsikan bahwa semua variabel adalah non negatif.

(a) -3x_{1}+x_{2}\leqslant 7

(b) x_{1}-2x_{2}\geqslant 5

(c) 2x_{1}-3x_{2}\leqslant 8

(d) x_{1}-x_{2}\leqslant 0

(e) -x_{1}+x_{2}\geqslant 0

(Referensi: Hamdy A. Taha, “Riset Operasi, Suatu Pengantar”, Edisi Kelima, Jilid 1., Binarupa Aksara, 1996)

Jawab:

(a)  -3x_{1}+x_{2}\leqslant 7

2-1 a

Posted in Kuliah, Program Linier 2018 | Tagged: , | 1 Comment »

Kuiss 1

Posted by adibaharkhoerunas on March 14, 2018

Adi bahar kh

10060216035

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Quiss 1

Posted by fitrafirdauss on March 14, 2018

Nama : Fitra Firdaus

Npm : 10060216009

 

Posted in Program Linier 2018 | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

KUIS 1

Posted by Dwi Puspitasari on March 14, 2018

Nama : Dwi Puspitasari

PROGRAM LINIER

Posted in Kuliah, Program Linier 2018, Uncategorized | Tagged: | Leave a Comment »

Kuis 1

Posted by mitarahmawatiii on March 14, 2018

Nama : Mita Rahmawati

NPM : 10060216031

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Persiapan Ujian Nasional SD 2018

Posted by Erwin on March 10, 2018

Bahasa Indonesia 

USBN Bahasa Indonesia SD 2017

USBN Bahasa Indonesia SD 2016 (Jogjakarta)

  • BI 2016 Soal 01-10 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-20 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-30 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-40 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-50 |soal|pembahasan|

USBN Bahasa Indonesia SD 2016 (Jawa Barat)

  • BI 2016 Soal 01-10 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-20 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-30 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-40 |soal|pembahasan|
  • BI 2016 Soal 01-50 |soal|pembahasan|

USBN Bahasa Indonesia SD 2015

  • BI 2015 Soal 01-10 |soal|pembahasan|
  • BI 2015 Soal 01-20 |soal|pembahasan|
  • BI 2015 Soal 01-30 |soal|pembahasan|
  • BI 2015 Soal 01-40 |soal|pembahasan|
  • BI 2015 Soal 01-50 |soal|pembahasan|

Soal Campuran Bahasa Indonesia SD

  • BI 01 – Tipe Soal 01 |soal|pembahasan|

Matematika 

USBN Matematika SD 2017

USBN Matematika SD 2016

  • MAT 2016 Soal 01-10 |soal|pembahasan|
  • MAT 2016 Soal 01-20 |soal|pembahasan|
  • MAT 2016 Soal 01-30 |soal|pembahasan|
  • MAT 2016 Soal 01-40 |soal|pembahasan|

USBN Matematika SD 2015

  • MAT 2015 Soal 01-10 |soal|pembahasan|
  • MAT 2015 Soal 01-20 |soal|pembahasan|
  • MAT 2015 Soal 01-30 |soal|pembahasan|
  • MAT 2015 Soal 01-40 |soal|pembahasan|

Soal Campuran Matematika SD

IPA

USBN IPA SD 2017 (versi 1)

USBN IPA SD 2017 (versi 2)

USBN IPA SD 2016

  • IPA 2016 Soal 01-10 |soal|pembahasan|
  • IPA 2016 Soal 01-20 |soal|pembahasan|
  • IPA 2016 Soal 01-30 |soal|pembahasan|
  • IPA 2016 Soal 01-40 |soal|pembahasan|

USBN IPA SD 2015

  • IPA 2015 Soal 01-10 |soal|pembahasan|
  • IPA 2015 Soal 01-20 |soal|pembahasan|
  • IPA 2015 Soal 01-30 |soal|pembahasan|
  • IPA 2015 Soal 01-40 |soal|pembahasan|

Soal Campuran IPA SD

  • IPA 01 – Tipe Soal 01 |soal|pembahasan|

Referensi

  • https://cbt.hasama.co.id/
  • http://www.m4th-lab.net/
  • Buku Detik-detik USBN SD/MI 2017/2018 – Intan Pariwara
  • Download Naskah soal UN SD Bahasa Indonesia 2017 |link|
  • Pembahasan UN SD Bahasa Indonesia 2017 |link|
  • Download Naskah soal UN SD Matematika 2017 |link|
  • Pembahasan UN SD Matematika 2017 |link|
  • Download Naskah soal UN SD IPA 2017 |link|
  • Pembahasan UN SD IPA 2017 |link|

Posted in Ujian Nasional | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

LINTAS: Sistem Simulasi Lalu Lintas Menggunakan SimEvents MATLAB

Posted by Erwin on March 7, 2018

|link|post|lintas|pdf|ppt|event|cover|content|

Erwin Harahap1, Akbar Harahap2, Andri Suryadi3, Deni Darmawan4, Rakhmat Ceha5

1Program Studi Matematika, FMIPA, Universitas Islam Bandung
2Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Saintek, Universitas Islam Negeri SGD, Bandung
3Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Institut Pendidikan Indonesia Garut
4Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
5Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Bandung

Abstrak

Lalu lintas merupakan media yang sangat vital untuk berbagai sarana transportasi darat yang menghubungkan berbagai lokasi dan bahkan kota-kota besar. Kelancaran lalu lintas suatu kota adalah salah satu parameter kinerja dan manajemen pemerintahan setempat. Lebih jauh, kelancaran lalu lintas juga turut menentukan perkembangan ekonomi, sosial, pendidikan, dan teknologi di kota tersebut. Seiring berkembangnya tingkat peradaban dan juga jumlah penduduk, lalu lintas menjadi semakin padat sehingga kemacetan terjadi hingga pada level yang cukup mengkhawatirkan. Solusi untuk mengurai masalah kemacetan adalah dengan menerapkan metode dan rekayasa lalu lintas. Namun rekayasa tanpa melalui perencanaan yang tepat, dapat berakibat kepada tingginya biaya serta hasil yang tidak optimal. Dalam artikel ini kami mengusulkan sebuah sistem simulasi lalu lintas bernama “LINTAS” sebagai alat bantu dalam usaha memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas. Berbagai metode dan rancangan rekayasa, sebelum diujicobakan secara nyata, terlebih dahulu disimulasikan melalui sistem LINTAS, sehingga dapat diketahui efektifitas dari metode dan rancangan rekayasa tersebut. LINTAS disusun dengan menggunakan toolbox SimEvents dan dijalankan pada software MATLAB Simulink. Metode simulasi sistem LINTAS disusun berdasarkan pada ilmu Matematika, khususnya bidang ilmu Teori Antrian.

Kata Kunci:  lalu lintas, kemacetan, simulasi, teori antrian, simevents, matlab

Abstract

Road traffic is a supporting medium that is essential to various means of land transportation that connect various locations and even large cities. Smooth traffic is a good parameter for the management of a city, also as a sign to determine the technological and economic development in the city. As the rate of civilization grows, as well as the number of people, the road traffic becomes more crowded, so that, congestion occurs to an alarming level. The solution to breaking down the congestion problem is by applying some methods and traffic engineering. However, implementing some methods and traffic engineering without proper planning will lead to high costs and less optimal results. In this article, we proposed a traffic simulation system called as “LINTAS”, as a tool in trying to decipher the traffic jam. The exact method and traffic engineering, before it is tested in a real way, is first simulated through the LINTAS system, so that it can be known its effectiveness. LINTAS are built using the SimEvents toolbox and run on MATLAB-Simulink software. The LINTAS simulator is performed based on the mathematical sciences, especially the field of queueing theory.

Keywords: traffic, congestion, simulation, queueing theory, sim-events, matlab

1. Pendahuluan

Kemacetan terjadi secara umum disebabkan oleh panjangnya antrian kendaraan karena terhambatnya arus lalu lintas. Panjangnya antrian ini pada dasarnya adalah dikarenakan oleh dua faktor, yaitu karena terbatasnya kapasitas jalan atau karena jumlah kendaraan yang terlalu banyak [1]. Solusi sederhana untuk pemecahan masalah kemacetan ini adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan, dan/atau mengurangi jumlah kendaraan [2]. Namun pada pelaksanaannya solusi tersebut tidaklah sederhana. Peningkatan kapasitas jalan membutuhkan biaya yang sangat besar, disamping proses pembebasan lahan yang harus melalui mekanisme birokrasi yang sangat rumit dan berlarut-larut [3]. Disisi lain, mengurangi jumlah kendaraan juga tidak mudah, karena terkait dengan kebijakan pemerintah dimana pendapatan pajak atas kendaraan akan menurun, dan juga ketergantungan masyarakat terhadap sarana transportasi yang sudah menjadi kebutuhan utama dan tidak bisa dilepaskan dalam aktifitas rutin [4].

Kemacetan umumnya terjadi di kota-kota besar, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi di kota kecil atau daerah lain dengan jumlah penduduk serta tingkat kesibukan penduduk yang cukup tinggi. Kemacetan juga secara umum terjadi karena manajemen lalu lintas tidak begitu baik, disamping rendahnya tingkat kedisiplinan para pengguna lalu lintas [5, 6, 7].

Kemacetan dapat juga terjadi karena adanya ketimpangan antara jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan [1]. Kota yang memiliki jumlah penduduk yang sangat padat, misalnya Jakarta, Bandung, dan beberapa kota lainnya di Indonesia, sangat rawan terjadi kemacetan. Kondisi ini terjadi umumnya dibeberapa titik yang beririsan dengan lokasi publik, seperti pasar, sekolah, terminal bus, dan lokasi serupa lainnya [8, 9, 10]. Kemacetan juga dapat terjadi pada perpotongan jalur lalu lintas, misalnya persimpangan lampu lalu lintas [11] atau persimpangan rel kereta api [12], atau juga disebabkan oleh adanya kecelakaan, bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran di jalan, kebakaran di pemukiman, dan lain-lain [13].

Kemacetan lalu lintas sangat penting untuk diatasi permasalahannya karena sangat merugikan dan memberikan dampak negatif yang besar terhadap aktifitas kehidupan masyarakat secara luas, terutama terhadap masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut. Kerugian yang muncul diantaranya adalah kerugian waktu karena perjalanan transportasi terhambat, pemborosan bahan bakar, rusak nya kendaraan karena panas mesin yang berlebihan, meningkatnya polusi udara, meningkatkan stress dan emosional para pengguna jalan, dan lain sebagainya [14]. Dampak negatif lain dari kemacetan adalah terganggunya kelancaran transportasi darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran [15].

Pemerintah, dalam hal ini adalah para aparat pengelola lalu lintas dan kepolisian di berbagai kota, khususnya di kota Bandung, telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Hal ini dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya adalah dengan memantau lalu lintas melalui CCTV, pemasangan rambu-rambu, pengaturan lampu lintas, rekayasa arus kendaraan, memperbanyak kendaraan umum masal, dan lain-lain. Metode ini telah dilaksanakan secara intensif, namun kenyataan di jalan raya kota Bandung, kemacetan masih terjadi di banyak lokasi [16].

Implementasi penanggulangan kemacetan lalu lintas di kota Bandung belum cukup optimal [17]. Hal ini, salah satunya adalah disebabkan oleh belum tepatnya metode dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat memprediksi situasi lalu lintas sebelum dan sesudah diterapkannya suatu rekayasa.

Dalam artikel ini, penulis mengusulkan sebuah sistem simulasi untuk dapat memperkirakan situasi lalu lintas yang dinamakan “LINTAS” [18]. Sistem ini adalah berupa software aplikasi yang dalam operasinya mengadopsi salah satu bidang ilmu Matematika, yaitu Teori Antrian. Proses kedatangan kendaraan dan layanan diperhitungkan berdasarkan pada Little’ Theorem dan beberapa teori peluang [19, 20, 21].

Sistem simulasi LINTAS diharapkan dapat menjadi alat bantu dan pendukung bagi para pengelola lalu lintas jalan raya untuk dapat lebih efektif dalam mengimplementasikan rancangan suatu metode atau rekayasa, sebelum rancangan tersebut diterapkan secara nyata. Sistem LINTAS juga diharapkan dapat memprediksi kondisi lalu lintas pada saat kondisi puncak (prime time), misalnya pada jam-jam sibuk atau pada situasi menjelang libur panjang atau hari raya nasional.

Selengkapnya isi dari artikel ini adalah sebagai berikut: Pada bagian kedua, dibahas mengenai metode yang berisi mengenai uraian tentang LINTAS, rancangan simulasi, serta teori dasar simulasi (teori antrian). Pada bagian ketiga akan dibahas mengenai implementasi sistem LINTAS, komponen penyusun simulator, data input, hasil simulasi, dan pembahasan. Bagian terakhir berisi kesimpulan beserta saran untuk pengembangan penelitian terkait dimasa depan.

2. Metode

2.1. LINTAS: State of the art

LINTAS adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mensimulasikan arus lalu lintas berdasarkan pada ilmu Matematika khususnya Teori Antrian. LINTAS dirancang untuk dapat menjalankan simulasi berdasarkan tiga jenis parameter input, diantaranya adalah rata-rata jumlah kedatangan kendaraan per satuan waktu, rata-rata lama waktu kendaraan berada dalam suatu sistem (antrian, lampu lalu lintas, pintu kereta, dll), dan kapasitas ruas jalan. Berdasarkan ketiga input tersebut, LINTAS dapat memprediksi terjadi atau tidaknya kemacetan, panjang antrian kendaraan, jumlah kendaraan pada suatu ruas jalan, lama perjalanan dari titik awal hingga titik akhir, dan prediksi lainnya yang dibutuhkan sebagai bahan analisis lalu lintas.

Selain memproses tiga parameter diatas, LINTAS juga dirancang untuk dapat memprediksi situasi lalu lintas berdasarkan pada metode atau rekayasa tertentu. Misalnya perubahan arah arus menjadi searah atau dua arah, pengalihan kendaraan secara dinamis [22], penyeimbangan beban arus lalu lintas (load balancing) [23], rekayasa lampu lalu lintas [24], dan metode atau rekayasa lainnya. Simulasi melalui sistem LINTAS akan dapat meringankan beban para pengelola lalu lintas, sedemikian sehingga dapat ditemukan metode rekayasa yang paling tepat untuk menciptakan suasana lalu lintas yang lancar dan terhindar dari kemacetan.

2.2. Rancangan Simulasi

Sistem LINTAS disusun dengan menggunakan toolbox SimEvents dan dijalankan pada software MATLAB-Simulink [25]. Sistem ini serupa dengan sistem simulasi CDNlink [26] dimana perbedaannya adalah pada implementasinya yang lebih fokus kepada simulasi jaringan komputer atau Internet [27, 28]. Sistem simulator LINTAS dirancang dengan memuat beberapa blok modul sebagaimana ditampilkan pada gambar 1.

 

 

Gambar 1. Rancangan Sistem Dasar Simulator LINTAS

Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1, Sistem LINTAS secara umum dibangun oleh lima buah blok utama yang disebut dengan modul entity, yaitu generator, link, queue, server, dan terminator. Generator berfungsi sebagai pembangkit paket data, dimana dalam hal ini adalah titik awal munculnya kendaraan yang dihitung berdasarkan banyaknya kendaraan yang dibangkitkan per satu satuan waktu. Link berfungsi sebagai ruas jalan dimana paket data (kendaraan) bergerak. Kapasitas link dapat diatur sesuai dengan kondisi nyata lalu lintas, satu lajur, dua lajur atau lebih, namun hanya bisa digunakan sebagai arus jalan satu jalur. Untuk disusun arus lalu lintas dua jalur, harus dibuat melalui link masing-masing.

Queue berfungsi sebagai penampung antrian kendaraan. Pada saat satu kendaraan mengalami proses, kendaraan lain akan mengantri dan ditampung didalam modul queue. Server berfungsi sebagai modul pelaksana proses layanan paket data atau kendaraan.

Proses layanan yang dimaksud adalah pada saat kendaraan berhenti karena suatu kendala di jalan selama satu satuan waktu. Terminator, berfungsi sebagai titik akhir kendaraan. Paket data atau kendaraan yang tiba pada modul terminator selanjutnya akan dihapus atau tidak dipergunakan kembali.

2.3. Teori Antrian

Sistem LINTAS beroperasi dengan berdasarkan kepada Teori Antrian, yang merupakan bagian dari ilmu Matematika. Teori antrian seringkali digunakan dalam analisis manajemen lalu lintas untuk memahami dan memonitoring kemacetan melalui beberapa parameter seperti rata-rata kedatangan kendaraan, panjang antrian, waktu tunggu dalam antrian, dan lain-lain.

Beberapa konsep dasar teori antrian yang digunakan pada sistem LINTAS adalah laju kedatangan (l), yaitu rata-rata kedatangan kendaraan kedalam sistem per satu satuan waktu. Laju proses atau pelayanan dalam sistem (µ) adalah rata-rata kendaraan selesai di proses dan keluar dari sistem antrian atau hambatan lalu lintas per satu satuan waktu. Dalam artikel ini diasumsikan bahwa model antrian yang digunakan adalah M/M/n dimana n adalah jumlah server ditunjukkan dengan bilangan riil. Pada model M/M/n, proses kedatangan bersifat Poisson dengan laju kedatangan mengikuti distribusi eksponensial. Begitu pula laju pelayanan mengikuti distribusi eksponensial.

Berdasarkan pada model antrian M/M/n, rata-rata panjang antrian kendaraan (L) dalam kondisi steady-state dihitung berdasarkan rumus:

(1)

dimana

(2)

Perhitungan panjang antrian sudah terintegrasi didalam modul Queue didalam sistem LINTAS. Hasil dari perhitungan panjang antrian berdasarkan modul Queue untuk waktu simulasi tak terhingga, memberikan hasil yang konvergen dengan rumus (1). Selanjutnya, tingkat kepadatan lalu lintas (r) dihitung berdasarkan rumus:

(3)

dimana rata-rata waktu proses adalah . Sebagaimana panjang antrian (L), perhitungan tingkat kepadatan lalu lintas (r) juga sudah terintegrasi didalam modul Server.

3. Hasil dan Pembahasan

3.1. Implementasi Sistem LINTAS

Berdasarkan rancangan simulasi pada Gambar 1, sistem LINTAS dibangun untuk simulasi lalu lintas pada satu area tertentu di kota Bandung. Pada artikel ini, diambil area lalu lintas satu arah jalan Gatot Subroto dari arah perempatan jalan Pelajar Pejuang menuju perempatan jalan Ibrahim Adjie, sebagai mana tampak pada gambar 2.

 

 

 

Gambar 2. Peta Jalan Gatot Subroto Bandung

Selanjutnya, berdasarkan peta pada gambar 2, disusun sistem simulasi LINTAS dengan menggunakan lima modul utama yaitu paket data generator (entity generator) sebagai pembangkit jumlah kendaraan, modul antrian (entity queue), modul server (entity server) sebagai modul proses/pelayanan, modul terminator untuk menghapus paket data yang sudah digunakan, serta link sebagai ruas jalan. Hasil update sistem LINTAS adalah ditunjukkan pada Gambar 3.

 

 

 

Gambar 3. Sistem LINTAS untuk jalan Gatot Subroto

Sebagaimana disampaikan pada bagian kedua bahwa model antrian pada sistem LINTAS diasumsikan sebagai M/M/n, maka laju kedatangan bersifat Poisson dengan pola kedatangan secara acak mengikuti distribusi exponensial. Begitu pula untuk laju proses atau layanan kendaraan. Dengan demikian, blok generator dan server harus di setup terlebih dahulu sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.

 

 

Gambar 4. Parameter untuk modul Entity Generator

Setting entity generator dapat juga menggunakan modul eksternal sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5. Input data untuk laju kedatangan diinputkan secara manual. Nilai (l) yang diinputkan adalah rata-rata kedatangan kendaraan. Nilai tersebut selanjutnya di-generate mengikuti distribusi eksponensial. Langkah ini juga diterapkan untuk input rata-rata proses/layanan kendaraan (µ) mengikuti distribusi eksponensial pada modul server. Parameter l dan µ memiliki satuan jumlah kendaraan per detik, dengan batasan nilai adalah  .

 

 

 

Gambar 5. Input data mengikuti distribusi eksponensial untuk Entity Generator

Tahap selanjutnya adalah menjalankan simulasi. Dalam implementasi ini diujicobakan beberapa parameter generator dan server sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Setting Parameter µ

Simulasi ke Generator Server
1 10 Tak Hingga
2 2 1
3 100 50
4 20 20

Durasi waktu simulasi ditentukan selama 1000 detik. Jumlah server (n) adalah 1. Hasil dari simulasi yang akan dianalisis adalah kemungkinan terjadinya kemacetan berdasarkan pada panjang antrian.

3.2 Hasil Simulasi

Simulasi dengan sistem LINTAS dijalankan berdasarkan parameter pada Tabel 1. Hasil untuk simulasi pertama ditunjukkan pada Gambar 6. Tampilan pada gambar sesuai dengan perkiraan, dimana apabila laju proses bernilai tidak terhingga, artinya tidak ada hambatan di perjalanan yang berakibat tidak terjadi kemacetan. Tidak ada antrian kendaraan. Tingkat kepadatan lalu lintas bernilai 0.

 

Gambar 6. Hasil Simulasi Pertama

Pada simulasi kedua, parameter laju kedatangan dan laju proses/pelayanan adalah sama. Hal ini dikarenakan pada sistem LINTAS, server memiliki dua gate paralel. Ini merupakan penyesuaian terhadap kondisi nyata pada jalur lalu lintas di Jalan Gatot Subroto Bandung, dimana arah dari simpang empat Pelajar Pejuang menuju simpang empat Ibrahim Adjie memiliki minimal dua lajur kendaraan. Namun demikian, berdasarkan simulasi, walaupun nilai laju kedatangan dan laju pelayanan adalah seimbang, tingkat antrian kendaraan sangat tinggi dan juga tingkat kepadatan lalu lintas mendekati angka maksimal 1, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 7. Untuk menghindari kemacetan, laju pelayanan/proses harus selalu bernilai lebih tinggi dari laju kedatangan.

 

Gambar 7. Hasil Simulasi ke-2

Simulasi ketiga memiliki parameter yang sama dengan simulasi yang kedua. Perbedaannya adalah nilai laju kedatangan jauh lebih besar dari sebelumnya, namun tetap memiliki nilai yang seimbang dengan laju pelayanan. Hasil simulasi pada Gambar 8 menunjukkan hasil yang serupa dengan gambar 7.

 

Gambar 8. Hasil Simulasi ke-3

Pada simulasi ke empat, walaupun nilai parameter antara laju kedatangan dengan laju pelayanan tampak sama, namun karena memiliki dua server, laju pelayanan menjadi dua kali lebih besar dari laju kedatangan. Hasil simulasi menunjukkan tidak terjadi antrian kendaraan karena laju kedatangan lebih kecil dari laju pelayanan, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 9.

Tingkat kepadatan lalu lintas juga cukup rendah. Situasi seperti ini adalah situasi ideal lalu lintas, dimana laju kedatangan kendaraan lebih rendah dibandingkan dengan laju pelayanan/proses.

 

Gambar 9. Hasil Simulasi ke-4

4. Kesimpulan

Sistem LINTAS dapat dijadikan sarana pendukung yang dapat menghemat berbagai sumber daya bagi pemerintah dalam mengelola manajemen lalu lintas melalui simulasi beberapa metode dan rekayasa sebelum diimplementasikan secara nyata di jalan raya. Sistem LINTAS akan lebih akurat hasilnya berdasarkan data input lalu lintas.

Untuk pengembangan penelitian, disarankan agar diterapkan area lalu lintas yang lebih luas, metode pengurai kemacetan, serta input data yang dinamis dan akurat.

Acknowledgement

Penelitian ini dibiayai oleh Program Studi Matematika, FMIPA, Universitas Islam Bandung; dan dukung oleh Koperasi SRC Mandiri (KSM) Global; dan International Indonesian Central Publisher (IICP) Bandung.

Referensi

[1]     “Lahan Parkir dan Dropping Zone, Solusi Masalah Lalu Lintas di Tabanan,” 07 Juni 2017. [Online]. Available: https://www.kabarnusa.com. [Accessed 26 Februari 2018].

[2]     H. A. Halim, “Tiga Usulan Pemkab Bogor Kurangi Beban di Jalur Puncak,” 3 Mei 2017. [Online]. Available: http://www.pikiran-rakyat.com. [Accessed 26 Februari 2017].

[3]     “Upaya Pelebaran Jalan Terkendala Sulitnya Pembebasan Lahan,” 15 Juni 2014. [Online]. Available: http://www.pikiran-rakyat.com. [Accessed 26 Februari 2018].

[4]     “Pembatasan Kendaraan, Efektifkah atasi kemacetan?”, Agustus 2011. [Online]. Available: http://ylki.or.id. [Accessed 26 Februari 2018].

[5]     S. Ravel, “Kemacetan Liburan, Rekayasa Lalu Lintas Tak Efektif,” 2 Januari 2016. [Online]. Available: http://sains.kompas.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[6]     S. Pembaruan, “Pengguna Jalan Biang Kemacetan,” 24 Oktober 2010. [Online]. Available: http://sp.beritasatu.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[7]     E. A. Retaduari, “Ini Aneka Penyebab Macet Parah di Jakarta Senin Pagi Ini,” Detik News, 12 Juni 2017. [Online]. Available: https://news.detik.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[8]     A. Prakasa, “Jadi Biang Macet, Terminal Legendaris di Bandung Bakal Dibongkar,” Liputan 6, 18 Oktober 2017. [Online]. Available: http://regional.liputan6.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[9]     “Inilah Sejumlah Penyebab Terjadinya Keruwetan Lalu Lintas di Sekitar Pasar Induk Gadang Kota Malang,” SuryaMalang.com, 1 Februari 2018. [Online]. Available: http://suryamalang.tribunnews.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[10]   “Bubar Sekolah, Macet Makin Parah,” RadarCirebon.com, 29 Juli 2017. [Online]. Available: http://www.radarcirebon.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[11]   C. M. Rahayu, “Lampu Rusak Hanya Kuning, Perempatan Matraman Macet Total,” Detik News, 22 Juni 2017. [Online]. Available: https://news.detik.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[12]   I. Setiawan, “Kemacetan di Perlintasan KA Kramat Sentiong,” Detik News, 29 April 29016. [Online]. Available: https://news.detik.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[13]   A. Ramadhan, “Lalu Lintas di Jalan Letjen Soeprapto Macet akibat Banjir,” KOMPAS.com, 15 Februari 2018. [Online]. Available: http://megapolitan.kompas.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[14]   T. Rachman, “Kerugian Akibat Macet di Jakarta Capai Rp 65 Triliun per Tahun,” REPUBLIKA, 15 Mei 2015. [Online]. Available: http://nasional.republika.co.id. [Accessed 27 Februari 2018].

[15]   “Sulitnya Menaklukan Kebakaran Di Jakarta: Aksi Pemadam Kebakaran Sering Terhambat Kemacetan,” Detik News, 26 September 2013. [Online]. Available: https://news.detik.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[16]   A. Agustina, “Atasi macet, Pemkot Bandung akan perbanyak bus,” Merdeka.com, 5 Januari 2017. [Online]. Available: https://bandung.merdeka.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[17]   T. Ispranoto, “Ridwan Kamil-Oded Belum Optimal Selesaikan Macet dan Banjir,” Detik News, 11 Desember 2017. [Online]. Available: https://news.detik.com. [Accessed 27 Februari 2018].

[18]   E. Harahap, “LINTAS: Sistem Simulasi Lalu Lintas Menggunakan SimEvents MATLAB,” Februari 2018. [Online]. Available: https://erwin2h.wordpress.com.

[19]   Gunter Bolch, Stefan Greiner, Hermann de Meer, Kishor S. Trivedi, Queueing Networks and Markov Chains 2nd, New Jersey, USA.: John Wiley & Sons, Inc., 2006.

[20]   Ng Chee-Hock, Soong Boon-Hee, Queueing Modelling Fundamentals 2nd, Sussex, England.: John Wiley & Sons Ltd., 2008.

[21]   E. Harahap, J. Wijekoon, R. Tennekoon, F. Yamaguchi, S. Ishida and H. Nishi, “Modeling of Router-based Request Redirection for Content Distribution Network,” International Journal of Computer Applications (IJCA), vol. 76, no. 13, pp. 37-46, 2013.

[22]   E. Harahap, I. Sukarsih, H. Farid and M. Y. Fajar, “Model Antrian Dengan Pengalihan Dinamis untuk Mengurangi Kemacetan Jalan Raya,” ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian), vol. 5, no. 2, pp. 182-185, 2017.

[23]   E. Harahap, A. Suryadi, Ridwan, D. Darmawan and R. Ceha, “Efektifitas Load Balancing Dalam Mengurangi Kemacetan Jalan Raya,” Matematika: Teori dan Terapan Matematika, vol. 16, no. 2, 2017.

[24]  M. R. Fadhillah, I. Sukarsih and E. Harahap, “Simulasi Pengaturan Lampu Lalu Lintas Menggunakan Fuzzy Inference System Metode Mamdani pada MATLAB,” Matematika: Teori dan Terapan Matematika, vol. 16, no. 1, 2017.

[25]  “SimEvents: Model and simulate discrete-event systems,” MathWorks, 2018. [Online]. Available: https://www.mathworks.com/products/simevents.html. [Accessed 27 Februari 2018].

[26]  E. Harahap, I. Sukarsih, G. Gunawan, M. Y. Fajar, D. Darmawan and H. Nishi, “A Model-Based Simulator for Content Delivery Network using SimEvents MATLAB-Simulink,” INSIST: International Series on Interdisciplinary Science and Technology, vol. 1, no. 1, pp. 30-33, 2016.

[27]  J Wijekoon, R Tennekoon, E Harahap, H Nishi, “Service-oriented router module implementation on ns-3,” in SIMUTOOLS 2014: The 7th International ICST Conference on Simulation Tools and Techniques, 2014.

[28]  E. Harahap, W. Sakamoto and H. Nishi, “Failure prediction method for network management system by using Bayesian network and shared database,” in Information and Telecommunication Technologies (APSITT), 2010 8th Asia-Pacific Symposium on, Kota Kinabalu, Malaysia., 2010.

Posted in Article, Artikel, Jurnal, LINTAS, Matematika, Penelitian, Unisba | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

LINTAS: Sistem Simulasi Lalu Lintas

Posted by Erwin on March 7, 2018

Pendahuluan

  • LINTAS adalah sebuah sistem simulasi yang digunakan untuk memprediksi situasi lalu lintas
  • LINTAS di disain menggunakan sistem Antrian (Matematika) yang dapat mengimplementasikan berbagai model, dari mulai Diksrit (D-D-n), Markovian (M-M-n), General (G-G-n), atau gabungan dari beberapa model antrian.
  • LINTAS dibangun menggunakan Toolbox SimEvents MATLAB-Simulink.

Timeline Project

Saat ini sistem LINTAS disusun untuk membangun sistem simulasi lalu lintas kota Bandung

  • LINTAS ver. 1.0

Capture 01

Artikel Terkait

Referensi

  • Referensi 1

Posted in Article, Artikel, LINTAS, Research, Unisba | Tagged: , , , , , , , | 2 Comments »

Manajemen Sistem Informasi (MSI) Genap TA 2017/2018

Posted by Erwin on March 7, 2018

Pelaksanaan Perkuliahan Manajemen Sistem Informasi (MSI)

  • Kuliah 110 Februari 2018
    • Kontrak Perkuliahan
    • Rencana Pembelajaran Semester (RPS) |pdf|
  • Kuliah 215 Februari 2018
    • Materi :
  • Kuliah 322 Februari 2018
    • Materi :
  • Kuliah 41 Maret 2018
    • Materi :
  • Kuliah 58 Maret 2018
    • Sistem Informasi Dalam Bisnis Global |pdf|ppt|
  • Kuliah 615 Maret 2018
    • Materi : Global E-Business and Collaboration |pdf|ppt|
    • Diskusi : Pembahasan mengenai tugas artikel
  • Kuliah 722 Maret 2018
    • Materi : …
    • Dikusi : Global E-Business and Collaboration
    • Diskusi : Pembahasan mengenai Tugas Artikel
  • Ujian Tengah Semester
    • Hari Tanggal : Senin 2 April 2018
    • Waktu : Pkl. 07.30-09.30
    • Ruang :  Lab Matematika
  • Kuliah 8
  • Kuliah 9
  • Kuliah 10
  • Kuliah 11
  • Kuliah 12
  • Kuliah 13
  • Kuliah 14
    • Materi
    • Diskusi : Pengumpulan Tugas Artikel
  • Ujian Akhir Semester
    • Hari Tanggal : Senin 2 April 2018
    • Waktu : Pkl. 07.30-09.30
    • Ruang :  Lab Matematika

Tugas 1

  1. Yunisa Betra
  2. Ayu Nurhasanah
  3. Hilwa Fauziyah
  4. Tommy Ardianto
  5. Nurul Afra Afifah
  6. Ain Nurul Fadilah
  7. Nelvy Aprilia Jasni
  8. Fadilatil Zikri
  9. Tri Nuryana

Tugas Artikel

  1. Muhammad Nur AlamOtentikasi Multi-Faktor : Evolusi Sistem Otentikasi Kontemporer Hingga Sistem Otentikasi Masa Digital Kini (Multi-Factor Authentication)
  2. Ain Nurul FadilahSISTEM E-VOTING UNTUK PEMILIHAN UMUM INDONESIA – OK
  3. Tommy ArdiantoPengelolaan bisnis catering dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis web/Online – OK
  4. Harjasa – Sejarah Internet |link|
  5. Tri Nuryana – Pengelolaan ZIS melalui Sistem Informasi |link|
  6. Ayu Nurhasanah – Sistem Informasi Manajemen Dalam Pengelolaan Data Kepegawaian
  7. Hilwa FauziyahSistem Informasi Manajemen harta waris menggunakan visual basic 6.0
  8. Fadilatil ZikriAnalisis Frekuensi Keamanan Sistem Informasi dalam Menghadapi Cybercrime pada Penggunaan ATM
  9. Nellvy Aprilia JasniAnalisis Manajemen Sistem Informasi dalam Pengambilan Keputusan dengan Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS
  10. Yunisa BetraPerancangan Arsitektur Enterprise untuk Perguruan Tinggi Swasta Menggunakan Togaf ADM – OK
  11. Nurul Afra Afifah – Keuntungan Penggunaan Sistem Informasi |link|

Bahan Artikel/Referensi

  • Tentang Sistem Simulasi LINTAS
    • link disini
    • Sistem simulasi alternatif pemecahan masalah kemacetan lalu lintas
    • Disusun menggunakan SimEvents MATLAB
  • Tentang Sistem Aplikasi Compro
    • link disini
  • Sistem Informasi Latihan UJIAN NASIONAL tingkat SD
    • Link disini
    • Sistem informasi ini dibuat atas kebutuhan belajar siswa yg lebih efektif

Referensi

  • Buku Teks
    • Kenneth C. Laudon, “Management Information System”, 14th ed. Pearson Education Limited. 2016. |link|pdf|
  • Buku Ajar
    • Erwin Harahap, “Manajemen Sistem Informasi”, Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung, 2018. |link|pdf|

Links 

  • Elearning MSI 2018 (UNISBA)

Posted in Kuliah, MSI 2018 | 8 Comments »

Protected: Program Linier (2)

Posted by Erwin on March 7, 2018

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Kuliah, Program Linier 2018 | Enter your password to view comments.

Program Linier TA 2017/2018 Genap

Posted by Erwin on March 7, 2018

Materi Perkuliahan

  • Pertemuan 1 – Kontrak Perkuliahan
  • Pertemuan 2 – Pengantar SPL
  • Pertemuan 3 – Program Linier (1)
  • Pertemuan 4 – Program Linier (2) (E-Learning)
  • Pertemuan 5 – Program Linier (3)
  • Pertemuan 6 – Program Linier (3)
  • Pertemuan 7 – Ujian Tengah Semester
    • Hari/Tanggal : Kamis 29 Maret 2018
    • Waktu : Pkl. 12.20-14.20
    • Ruang : Lab Statistika
    • Nilai
  • Pertemuan 8 –
  • Pertemuan 9 –
  • Pertemuan 10 –
  • Pertemuan 11 –
  • Pertemuan 12 –
  • Pertemuan 13 –
  • Pertemuan 14 –
  • Pertemuan 15 –
  • Pertemuan 16 – Ujian Akhir Semester

Tugas Perkuliahan

  1. Penyelesaian SPL
  2. Studi Kasus Program Linier

Tugas Akhir Perkuliahan (Artikel)

  1. Intan SetiasihImplementasi Program Linier Untuk Optimasi Penumpang Dengan Menggunakan Konsep Biaya Murah Pada Maskapai Penerbangan – OK
  2. Adi Bahar KhoirunasPengaruh Kenakalan Remaja Terhadap Prestasi  – OK
  3. Wida Nurul FauziyahPenerapan Program Linier Dalam Bidang Farmasi – OK
  4. Farhan – Komputasi Metode Simpleks Pada Penyelesaian Program Linier [Uraian kurang lengkap, terlalu singkat]
  5. RomziIdentifikasi pengaruh industri game terhadap perkembangan teknologi komputer – OK
  6. Tira AsmaraMengoptimalkan Keuntungan Produksi Meubel Menggunakan Program Linear – OK
  7. Dwi PuspitasariOptimalisasi Keuntungan Bisnis Laundry Dengan Program Linier – OK
  8. Vicky – Optimalisasi penggunaan lahan untuk pemaksimalkan pendapatan pemerintah daerah kota Bandung [belum di upload]
  9. Mita RahmawatiAnalisis Keuntungan Usaha Kos-Kosan Menggunakan Program Linier – OK
  10. Ajat LasmanaMetode transportasi dalam program linear untuk pendistribusian barang – OK
  11. Tommy AAplikasi Program Linear Dalam Masalah Alokasi Dengan Menggunakan Program Dinamik – OK
  12. Meiske ShabrinaStrategi pemilihan jurusan perguruan tinggi dengan mengoptimumkan target nilai siswa dengan program linear – OK
  13. Anggie Irfhan RefhiansyahOptimasi Keuntungan Pembuatan Sepatu PDH Cibaduyut – OK
  14. Sabila Firyal Ghaliyah – PENERAPAN PROGRAM LINIER DALAM OPTIMASI PRODUK BERAS MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX – OK
  15. Resnu NaufalPengaruh Banjir terhadap Aktivitas Masyarakat Bojongsoang serta Akses Jalan menuju Kota Bandung – OK
  16. Fitra FirdausImplementasi Program Linear Pada Pengaruh Begadang Terhadap Kesehatan dan Indeks Prestasi Mahasiswa – OK
  17. Nisa NizanMENGOPTIMALKAN TARGET PENERIMAAN PAJAK – OK
  18. Muammar Yusuf FakhriMetode Goal Programming untuk Optimasi Sumber Daya Arsitektur dalam Proyek Kontruksi dengan Software LINDO – OK
  19. Amalia Amanda Hidayah Optimalisasi Keuntungan Bisnis Pastry dengan menggunakan program linear – OK

Contoh Artikel

Bahan Artikel

  • Bahan 1
  • Bahan 2

Links

  • Elearning Program Linier (UNISBA) |link|
  • Elearning Program Linier (Web-blog) |link|

Referensi

  1. Hamdy A. Taha, “Riset Operasi, Suatu Pengantar”, Edisi Kelima, Jilid 1., Binarupa Aksara, 1996.
  2. Erwin Harahap, “Program Linier”, Buku Ajar Perkuliahan Semester Genap, Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung, 2018.

Posted in Kuliah, Program Linier 2018 | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Tugas Manajemen Sistem Informasi

Posted by ayunh98 on March 6, 2018

Banyak yang memahami arti dari kata efektif dan efisien itu sama dan simple dan mudah juga dianggap sama, padahal empat kata tersebut memiliki arti yang sangat berbeda. Berkaitan dengan hal ini, maka akan dibahas mengenai pengertian dari keempat kata tersebut.

  1. Efektif


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); manjur atau mujarab (tentang obat); dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang usaha, tindakan); mangkus; mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan). Sedangkan menurut bahasa, definisi efektif berarti tujuan dapat terselesaikan dengan baik atau target yang ditetapkan dapat tercapai, efektif juga lebih fokus terhadap hasil akhir. Efektif lebih ke arah melakukan sesuatu yang benar (do the right thing).

  1. Efisien


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata efisien berarti tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya); mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat; berdaya guna; bertepat guna; sangkil;. Selain dari itu, efisien juga berarti setiap pekerjaan atau tugas dapat dikerjakan dengan cara yang baik, benar, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Efisien lebih kearah melakukan sesuatu dengan benar (do the thing right).

  1. Simple


Simple merupakan bahasa inggris dari kata sederhana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sederhana berarti bersahaja; tidak berlebih-lebihan. Sederhana memiliki arti dalam kelas adjektif atau kata sifat sehingga sederhana dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sederhana digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak rumit dan gampang dimengerti.

  1. Mudah


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mudah berarti tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang. Kata mudah digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tak sulit dikerjakan dan tak butuh banyak upaya keras.

Sumber :

Yaini, Gunda. “Perbedaan Efektif dan Efisien”. http://gundayaini.tumblr.com. 28 Januari 2012. Diakses pada 6 Maret 2018. http://gundayaini.tumblr.com/post/16612165968/perbedaan-efektif-dan-efisien.

 “Arti, Makna, Pengertian dan Definisi dari Sederhana”.  www.apaarti.com. 26 Februari 2018. Diakses pada 6 Maret 2018. https://www.apaarti.com/sederhana.html.

 “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)”. https://kbbi.web.id/. Diakses pada 6 Maret 2018. https://kbbi.web.id/.

 

Posted in MSI 2018, Uncategorized | Tagged: , , , | 1 Comment »

Management Information System Task 1

Posted by hilwafzyh on March 6, 2018

Efektif  “dapat mencapai tujuan maksimal seperti yang diharapkan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah efektif berarti memiliki efek (pengaruh, akibat, kesan), mujarab atau manjur (obat), membawa hasil atau berhasil (usaha, tindakan) dan mulai berlaku (peraturan, undang-undang). Jadi pengertian efektif dapat dijabarkan sebagai suatu pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan tepat waktu dan sesuai seperti rencana yang sebelumnya telah ditetapkan.

Sedangkan efisien bisa diartikan secara singkat dengan “hemat biaya, waktu dan tenaga serta memperoleh hasil yang maksimal tanpa harus mengeluarkan banyak”. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata efisien diartikan sebagai sesuai atau tepat untuk menghasilkan sesuatu tanpa membuang biaya, waktu dan tenaga, dapat menjalankan tugas secara cermat dan tepat, bertepat guna, berdaya guna.

Dengan kata lain pengertian efisien ialah segala hal yang diselesaikan dengan berdaya guna. Jadi, bekerja dengan efisien adalah bekerja dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat, hemat, tepat dan selamat.

Simple, kata ini diartikan sederhana. antonim dari kata ini adalah complex atau rumit. kalau kita membeli mesin cuci, dan ketika sekali memabaca intruksinya langsung paham, itu berarti intruksi yang diberikan sederhana, tidak rumit, dan mudah dipahami.

Definisi Kata Mudah mu.dah Adjektiva (kata sifat) (1) tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang: soal ujian itu mudah; (2) lekas sekali (menjadi, menderita, dan sebagainya)

Posted in MSI 2018, Uncategorized | Tagged: , , | Leave a Comment »

Tugas 1 – Manajemen Sistem Informasi

Posted by fadilatilzikri on March 6, 2018

Pengertian Efektif, Efisien, Simple

  1. Efektif
  • Ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya) atau dapat membawa hasil dalam tindakan.
  • Pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternative atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya.
  • Pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
  • Ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses, dimana semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif.
  • Melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang diinginkan (dapat mencapai tujuan yang maksimal dari yang diharapkan).
  1. Efisien
  • Tepat atau sesuai untuk mengerjakan atau menghasilkan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya.
  • Mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat.
  • Ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses, dimana semakin sedikit penggunaan sumber daya maka prosesnya semakin efisien.
  • Penggunaan sumber daya minimum guna pencapaian hasil optimum.
  • Bekerja menggunakan sumber daya dan energy yang sesuai tanpa pemborosan.
  1. Simple
  • Mudah dikerjakan atau dimengerti atau tidak berbelit-belit
  • Sederhana
  • Tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan
  • Tidak sukar
  • Tidak berat
  • Gampang

Referensi

[1]        Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. http://www.store.yufid.com

[2]        Area Perbedaan. (2015, 5 Maret). Perbedaan Efektif dan Efisien. Retrieved from http://areaperbedaan.blogspot.co.id/2015/03/perbedaan-efektif-dan-efisien.html , diakses tanggal 25 Februari 2018

Posted in MSI 2018 | Tagged: , , | Leave a Comment »

Tugas Manajemen Sistem Informasi

Posted by nellvyaprilia on March 5, 2018

Pengertian Efisien menurut Susilo adalah suatu kondisi atau keadaan, dimana penyelesaian suatu pekerjaan dilaksanakan dengan benar dan dengan penuh kemampuan yang dimiliki.

Pengertian Efektif menurut Susilo adalah suatu kondisi atau keadaan, dimana dalam memilih tujuan yang hendak dicapai dan sarana atau peralatan yang digunakan, disertai tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan.

Pengertian Simpel menurut KBBI adalah mudah dikerjakan atau dimengerti; sederhana.

Pengertian Mudah menurut KBBI adalah tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang.

Posted in MSI 2018 | Tagged: , , | Leave a Comment »

Manajemen Sistem Informasi

Posted by ain fadilah on March 5, 2018

secara garis besarnya Efektif merupakan suatu pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan tepat waktu dan sesuai rencana. Sedangkan efisien dapat diartikan dengan hemat waktu, biaya, dan tenaga. Tetapi dapat memperoleh hasil yang maksimal tanpa harus mengeluarkan banyak waktu, biaya, dan tenaga.
contohnya pada saat ini yang lagi buming ialah jualan online, aktifitasnya ini bisa disebut dengan efektif sedangkan untuk pembelinya disebut efisien karena menghemat waktu, tenaga dan pikiran :D.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi efektif atau pengertian efektif adalah mempunyai efek, pengaruh, akibat, kesan, mujarab atau manjur, membawa hasil ataupun berhasil baik dalam usaha, atau tindakan. pengertian efisien adalah kesesuaian sesuatu tanpa membuang biaya, waktu dan tenaga, dapat menjalankan tugas secara cermat dan tepat, bertepat guna, dan berdaya guna.

 dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari Simpel adalah mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit).

Posted in MSI 2018, Uncategorized | Leave a Comment »

Tugas Manajemen sistem informasi 1

Posted by betrayunisa on March 1, 2018

Pengertian efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan dalam suatu proses,  semakin hemat / sedikit penggunaan,  maka prosesnya dikatakan semakin efisien.  Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat

Pengertian efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses.  Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif.  Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman

Simple merupakan kata bahasa inggris yang memiliki makna yaitu sesuatu yang mudah dikerjakan atau dimengerti serta tidak berbelit belit

Posted in MSI 2018 | Tagged: , , | 1 Comment »

Tugas Manajemen Sistem Informasi

Posted by nurulfifah on March 1, 2018

  • Efisien adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat atau sedikit penggunaan, makan prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses, sehingga menjadi lebih mudah dan lebih cepat.
  • Efektifitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.
  • Simple adalah mudah dikerjakan atau di mengerti (tidak berbelit-belit).

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Tugas Manajemen Sistem Informasi

Posted by tomtom2496 on March 1, 2018

  • Efisiensi digunakan untuk merujuk pada sejumlah konsep yang terkait pada kegunaan pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses produksi barang dan jasa.
  • Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya.
  • Simple adalah mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit).

Posted in Kuliah, MSI 2018 | Tagged: , | Leave a Comment »

Lenovo Thinkpad Yoga 12 won’t turn on [Solved]

Posted by Erwin on March 1, 2018

Well, my previous post is on my other laptop, T440s. The problem is similar, it won’t turn on but the problem is solved. For details, you can visit this link

https://erwin2h.wordpress.com/2016/05/28/lenovo-thinkpad-t440s-wont-turn-on-solved/

Ok. This time, my Thinkpad Yoga 12, got a problem. It won’t turn on.
What is caused this problem? Honestly, I don’t know. There are so many reasons I guess. But, in my case, usually, after I came back from work, I plug my Yoga to a 32 inch LED TV via HDMI port. I press the side power button on Yoga but I keep the lid closed. I frequently do this for about 1 year, and the LED TV is turn on perfectly. Viewing my laptop screen.

Yoga Thinkpad

Unfortunately, on that day, the screen on my LED TV keep black. and I see the front LED Yoga is turn off. I press again the side power button, the led power is blinking like 5 times and then turn off completely.

I take and put again the power jack. The result is the same. Blinking 5 times and off. So, since the warranty is already gone, so I do some “experiment”. I did press that small hole thingy under the laptop by a needle. The laptop keeps silent. Press power button for like 30 sec, 52 sec, whatever sec, thousand times take out and plug in again the power jack, still no result. The laptop is dead.

So, I take out the HDMI jack, I take out all screws, open the casing. I start to take out everything. You don’t want to know. Everything!!! tested, press power, re-connected again. Press the power.

And finally …… yes ,,, it lives again.

Couple days later, it got that problem again.  I do the same, but this time, I don’t take out everything. I found out, the problem is simply “The Battery”.

I’m not sure, maybe the battery weak? but it still can hold power for about 3 hours with high performance!

So, I plug out the battery. Press the laptop power make sure that there is no electric inside the machine. Then, plug in the battery again. Press the power. The laptop came alive.

I change my way connecting my Yoga to LED TV. I turn off the automatic sleep when I close the laptop lid. Since I think that was one that caused the problem. And before I connect it to TV, I open the lid, turn on the laptop, close the lid and connect the HDMI jack.

The problem is solved. For now …

Yoga 12

Bandung, 1 March 2018

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Kuis 1 – Program Linier

Posted by Erwin on February 28, 2018

  1. Wida Nurul Fauziyah

Wida 01.JPG

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Program Linier 2018

Posted by Erwin on February 28, 2018

Kuis 1

Tugas Akhir (Artikel)

Adi Bahar

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Pelatihan PKM – LPPM UNISBA

Posted by Erwin on February 27, 2018

PKM adalah kerja sukarela. Lillaahi ta ‘ala. Hasilnya memperoleh pahala.

PKM tidak seperti penelitian yang bisa benar bisa salah. Tetapi PKM “Harus Benar” tidak boleh salah. Pengabdian tidak boleh gagal, harus berhasil.

Mitra tidak berarti harus satu tetapi harus beberapa. Pemuda mesjid, pemerintah setempat.

Pengusul PKM bukan sebagai EO. Harus ada kerja. Tidak diserahkan kepada pemateri atau kepada mitra,

Analisis situasi tidak diambil dari hasil penelitian orang, tetapi pengusul sendiri yang harus turun ke lapangan.

Dalam membuat PKM, tidak bisa kita diam dikantor dan dalam suasana kerja, tetapi harus terjun dan berada didalam masyarakat. sertakan foto serta video di lapangan/masyarakat.

Ada perbedaan antara Darma penelitian dan Pengabdian.

Penelitian:

  • Efisien
  • kapan, dimana saja disa membuat
  • Hasil penelitian tidak sesuai hipotesis (boleh)
  • Tanpa mitra
  • nilai kum tinggi

Pengabdian:

  • Efisien dan efektif
  • Harus pernah di wilayah dan interaksi dengan masyarakat intens
  • Tidak boleh gagal, harus berhasil
  • Harus ada Mitra
  • Nilai kum rendah

Honorarium untuk: Pengumpul data, operator mesin, operator alat.

Jangan keluar kata-kata penelitian: survei, uji coba dan kajian.

Jangan menyerah karena proposal ditolak. Buat terus jangan berhenti.

Survey pendahuluan tidak boleh muncul dalam pengajuan anggaran.

PKM tidak boleh menggunakan data kualitatif. Harus kuantitatif (terukur).

Point utama dalam PKM adalah Analisis Situasi.

PKM bukan masalah pengusul, tetapi masalah mitra, masyarkat, desa.

Penelitian boleh gagal. PKM tidak boleh gagal.

Review Proposal:

  • Tidak boleh ada hipotesis
  • Tidak boleh ada survey awal
  • support dari mitra: “in kind”
  • Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tidah harus meningkatkan ekonomi masyarakat
  • Ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

NISN Ariasatya Rizal Harahap

Posted by Erwin on February 6, 2018

Ariasatya Rizal Harahap

NISN : 0057149096

link : http://nisn.data.kemdikbud.go.id/page/data

 

NISN Rizal

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Efektifitas Load Balancing Dalam Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas

Posted by Erwin on January 2, 2018

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Menampilkan Pengumuman pada OJS

Posted by Erwin on December 4, 2017

Berikut ini adalah cara menampilkan pengumuman pada Online Journal System.

1. Login sebagai Journal Manager pada OJS
2. Klik menu Setup.
3. Pilih menu manajemen di langkah 4.4 bagian Pengumuman

Isi pengumuman kemudian save.

Kembali ke menu awal, gunakan akun Jurnal Manager.
Pada urutan pertama akan muncul menu khusus untuk Announcement.

Referensi:

http://ilmukomputer.org/2013/11/10/menampilkan-menu-pengumuman-di-open-journal-systems/

Posted in OJS | Tagged: | Leave a Comment »

Persiapan Ujian Sertifikasi International (MOS) Microsoft Excel 2016

Posted by Erwin on November 3, 2017

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Kokoro no Tomo

Posted by Erwin on October 2, 2017

Siapa tidak kenal lagi Kokoro no Tomo? Bagi masyarakat Indonesia sudah cukup “berumur”, sy tidak bilang tua ya …  heheheh …, kayaknya lagu tersebut tidak asing lagi. Mungkin tidak hafal judul lagu atau artis yang membawakan lagu ini, tapi jika sudah mendengarkan lagu nya, pasti lah kenal. Namun demikian, banyak juga kaum muda yang mengenal lagi Kokoro no Tomo karena sangat populer nya lagu ini.

Saya sendiri pertama kali mengenal lagu Kokoro no Tomo sekitar saat saya usia sekolah SD, sekitar tahun 1986. Saat perjalanan berangkat sekolah, teman-teman menyebut kata Kokoro no Tomo. Saat itu tidak mengarah pada judul suatu lagu, tapi lebih pada permainan tentang rangkaian kata yang vokal nya “A” semua, atau “E” semua, dan seterusnya. Rangkaian kata Kokoro no Tomo disebut teman-teman karena memuat unsur vokal yang semuanya “O”. Seiring waktu, barulah saya paham bahwa Kokoro no Tomo (心の友) adalah sebuah judul lagu yang dibawahan oleh artis jepang Mayumi Itsuwa  (五輪 真弓).

Kokoro no tomo – 心の友 – Soul Mate

Anata.. Kara,
Kurushi.. Mi O,
Ubaeta.. So..No Toki

Watashi.. Ni Mo,
Ikite.. Yuku,
Yuuki Ga.. Waitte Kuru..

Anata To De Au Made Wa..
Kodoku Nasasurai Bito..
Sono Te No Nukumori O..
Kan’ji.. Sa..set..te

Aiwa Itsumo Rarabai…
Tabini Tsukaretta Toki..
Tada Kokoro No Tomo To..
Watashi O Yonde….

Shinji.. Au,
Kokoro.. Sae,
Doko Kani.. Wa, Tsurette

Hito Wa.. Naze,
Su’ngita.. Hino,
Shiawaze.. Oi.. Kakeru..

Shizuka Ni Mabuta Tojite
Kokoro No Doa O Hiraki
Watashi O Tsukan’dara..
Na..Mi..Da.. Fuitte

Aiwa Itsumo Rarabai..
Anata Ga Yowai Toki..
Tada Kokoro No Tomo To..
Watashi O Yonde…

Aiwa Itsumo Rarabai…
Tabini Tsukaretta Toki..
Tada Kokoro No Tomo To..
Watashi O Yonde….

 

Apabila diterjemahkan, Kokoro No Tomo memiliki arti “Teman Hati” oleh grup band Zivilia (2011), atau beberapa situs menerjemahkannya sebagai Sahabat Hati, atau Sahabat Sehati, atau juga Soul Mate. lagu Kokoro No Tomo sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia pada sekitar tahun 80an. Kokoro No Tomo dipopulerkan kembali oleh bintang Indonesian Idol Delon dan Mayumi sendiri mulai tahun 2006. Pada tahun 2013, sebuah program televisi dengan judul Kokoro no Tomo muncul di hadapan publik Indonesia. Juga Mayumi Itsuwa ft. J-Rock pada acara Jak-Japan Matsuri September 13th, 2015. Fakta dan kenyataan bahwa lagu Kokoro no Tomo begitu dikenal dan melekat di hati masyarakat Indonesia.

Referensi

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Protected: Fungsional Lektor Kepala

Posted by Erwin on September 6, 2017

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

Protected: Ongoing Work

Posted by Erwin on August 1, 2017

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Uncategorized | Enter your password to view comments.

LSLC untuk Dosen FMIPA UNISBA (Bag. 2)

Posted by Erwin on July 27, 2017

LSLC = Lesson Study for Learning Community

Kegiatan:
Workshop Merancang Pembelajaran yang Baik (Lesson Disain)
Open Lesson : Melakukan Pembelajaran dan Observasi Pembelajaran

Refleksi : Post Class Discussion
Diskusi temuan tentang pembelajaran dan memperbaiki/re-disain pembelajaran yang akan datang

Lesson Study Guide
https://www.uwlax.edu/sotl/lsp/guide/index.htm

 

Posted in Artikel, Dikti, Kuliah | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Persiapan MCE Certification Exam (62-193)

Posted by Erwin on June 28, 2017

Ujian sertifikasi Microsoft Certified Educator (MCE) ditujukan bagi para pengajar yang ingin memperoleh sertifikasi internasional bidang pengajaran dari Microsoft.

Link Penting:
Informasi IT Universitas Islam Bandung (UNISBA) http://ictunisba.wordpress.com
Pretest MCE 01 http://bit.ly/testmce01
Pretest MCE 02 http://bit.ly/testmce02
Pretest MCE 03 http://bit.ly/testmce03
Pretest MCE 04 http://bit.ly/testmce04
Pretest MCE 05 http://bit.ly/testmce05
Pretest MCE 06 http://bit.ly/testmce06
https://www.proprofs.com/quiz-school/story.php?title=mce-new-test-english-by-mr-ahmed-ali

Posted in Sertifikat | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Persiapan MTA Certification Exam untuk Windows Operating System Fundamentals (98-349)

Posted by Erwin on June 28, 2017

Ujian sertifikasi Microsoft Technology Associate (MTA) ditujukan bagi semua kalangan yang ingin memperoleh sertifikat bidang IT yang terkait dengan produk dan teknologi Microsoft.

Kategori sertifikasi MTA, untuk IT Professional adalah sebagai berikut:

MTA IT Professional

List MTA Exam untuk IT Professional

Dalam Sesi Ini, saya akan fokus kepada salah satu jenis sertifikasi MTA, yaitu sertifikasi Windows Operating System Fundamentals (Exam 98-349).

Link Penting:
Informasi IT Universitas Islam Bandung (UNISBA) http://ictunisba.wordpress.com
Pretest MTA – WOS Fundamentals 01 http://bit.ly/mtawos01
Pretest MTA – WOS Fundamentals 02 http://bit.ly/mtawos02
Pretest MTA – WOS Fundamentals 03 http://bit.ly/mtawos03
Pretest MTA – WOS Fundamentals 04 http://bit.ly/mtawos04
Pretest MTA – WOS Fundamentals 05 http://bit.ly/mtawos05
Pretest MTA – WOS Fundamentals 06 http://bit.ly/mtawos06
http://www.updatedexam.com/98-349.html
http://vceguide.com/choose-and-reorder-the-steps-to-modify-a-wireless-network-profile/
http://www.direct2dumps.com/windows-operating-system-fundamentals-mta-exam-98-349-pdf-may-2016-edition.html
http://www.2passeasy.com/dumps/98-349-a-2474.html
http://www.dumps4shared.com/wp-content/uploads/2014/07/Latest-Microsoft-EnsurePass-98-349-Dumps-PDF-01_29.pdf
https://quizlet.com/79021174/microsoft-mta-windows-os-fundamentals-98-349-flash-cards/
https://www.studyblue.com/notes/note/n/flash-cards-for-mta-98-349/deck/19224148
http://www.aiotestking.com/microsoft/company-employees-want-to-be-able-to-view-all-microsoft-sharepoint-libraries-outside-of-their-web-browser/

Posted in Sertifikat | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Persiapan MTA Certification Exam untuk Networking Fundamentals (98-366)

Posted by Erwin on June 27, 2017

Ujian sertifikasi Microsoft Technology Associate (MTA) ditujukan bagi semua kalangan yang ingin memperoleh sertifikat bidang IT yang terkait dengan produk dan teknologi Microsoft.

Kategori sertifikasi MTA adalah sebagai berikut:

  • MTA Infrastructure Tracks
    • Windows Server Administration Fundamentals | MTA 98-365
    • Networking Fundamentals | MTA 98-366
    • Security Fundamentals | MTA 98-367
    • Mobility and Device Fundamentals | MTA 98-368
    • Cloud Fundamentals | MTA 98-369
  • MTA Developer & Database Tracks
    • Database Fundamentals | MTA 98-364
    • Software Development Fundamentals | MTA 98-361
    • HTML5 App Development Fundamentals | MTA 98-375
    • Software Testing Fundamentals | MTA 98-379

Dalam Sesi Ini, saya akan fokus kepada salah satu jenis sertifikasi MTA, yaitu sertifikasi Networking Fundamentals (Exam 98-366). Konten ujian 98-366 dibagi dalam 3 bagian, yaitu:

Konten Soal

Konten Exam MTA 98-366

Saat pelaksanaan ujian, tersedia 34 soal dengan alokasi waktu 45 menit. Batas kelulusan adalah nilai lebih dari atau sama dengan 70 dari skala nilai 100.

Berikut ini adalah beberapa contoh soal untuk persiapan MTA Exam 98-366

What are three characteristics of Ethernet network topology? (Choose three.)
A. It uses tokens to avoid collisions on the network.
B. It can use coaxial, twisted pair, and fiber optic media.
C. It comprises the largest share of the networks in place today.
D. It is a non-switching protocol.
E. It can negotiate different transmission speeds.

Jawab:

Point A Salah
Yang menggunakan token adalah Ring Network

Point B Benar
Ethernet Network dapat menggunakan berbagai tipe kabel

Point C Benar
Internet adalah salah satu implementasi Ethernet Network

Point D Salah
Ethernet Network dapat menggunakan switching protocol atau juga non-switching protocol

Point E Benar
Ethernet Network dapat mentransmisikan traffic mulai 3 MBPS hingga 1 GBPS

This question requires that you evaluate the underlined text to determine if it is correct.
Plain old telephone service (POTS), most ISDN lines, and switched T1 lines are all examples of “Message Switching”.
Select the correct answer if the underlined text does not make the statement correct. Select ‘No change is needed” if the underlined text makes the statement correct.
A. Circuit Switching
B. Packet Switching
C. FDDI Switching
D. No change is needed

Jawab:

Correct Answer: A
Explanation/Reference:
* Examples of circuit-switched networks
Public switched telephone network (PSTN)
ISDN B-channel
* You can get a circuit-switched T1, while frames clouds on T1s are usually packet-switched.

Pengalaman saya mengikuti Certification Exam 98-366, pertanyaan-pertanyaannya sebetulnya hal umum yang sudah diketahui/dipahami oleh mereka yang beraktifitas dibidang networking. Namun yang menjadi kesulitan adalah banyaksekali pertanyaan yang menjebak. Dan waktu 45 menit untuk menyelesaikan 34 soal,adalah waktu yang amat sangat singkat sekali.

Walau demikian, apabila kita belajar sungguh-sungguh, tentunya hasilnya juga akan memuaskan.

 

Info Lulus MTA Networking 2

Informasi Kelulusan ditampilan setelah selesai melaksanakan ujian

 

 

Nilai test MTA Networking

Informasi Nilai Ujian

 

 

MTA - Networking Fundamentals

Sertifikat MTA Networking Fundamentals

 

Link Penting:
Informasi IT Universitas Islam Bandung (UNISBA) http://ictunisba.wordpress.com
Pretest MTA – Networking Fundamentals 01 http://bit.ly/mtanetwork01
Pretest MTA – Networking Fundamentals 02 http://bit.ly/mtanetwork02
Pretest MTA – Networking Fundamentals 03 http://bit.ly/mtanetwork03
Pretest MTA – Networking Fundamentals 04 http://bit.ly/mtanetwork04
Pretest MTA – Networking Fundamentals 05 http://bit.ly/mtanetwork05
Pretest MTA – Networking Fundamentals 06 http://bit.ly/mtanetwork06
http://www.updatedexam.com/
http://cdn-media1.teachertube.com/doc604/29506.pdf
http://vceguide.com/this-question-requires-that-you-evaluate-the-underlined-text-to-determine-if-it-is-correct-34/
http://vceguide.com/one-purpose-of-a-perimeter-network-is-to/

Posted in Sertifikat | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

Sosialisasi dan Workshop LSLC untuk Dosen FMIPA UNISBA

Posted by Erwin on June 17, 2017

Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran melalui terbangunnya komunitas belajar profesional para dosen, pada tanggal 31 Maret 2017, Direktorat Pembelajaran menawarkan program hibah  peningkatan mutu pembelajaran melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC) di Perguruan Tinggi. Program ini ditujukan kepada perguruan tinggi yang menyelenggarakan  program sarjana dan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Kriteria penerima hibah LSLC adalah sebagai berikut:

  1. Suatu fakultas/jurusan yang memiliki minimal 3 program studi sarjana akademik (S1) yang terakreditasi dan belum pernah memperoleh hibah Lesson Study for Learning Community dari Kemristekdikti atau Kemendikbud.
  2. Banyaknya dosen tetap yang aktif pada tiap program studi pengusul minimal 6 orang sesuai ketentuan Pangkalan Data Kemristekdikti.
  3. Setiap Perguruan Tinggi hanya diperkenankan mengusulkan satu fakultas/jurusan dengan minimal 3 program studi pada tahun pengusulan 2017 untuk pendanaan tahun 2017.
  4. Mempunyai komitmen yang tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, yang didukung dengan Surat Pernyataan Komitmen dari Pimpinan Perguruan Tinggi (Rektor/Ketua) bermaterai untuk menyediakan Dana Pendamping dalam kegiatan Lesson Study.
  5. Sanggup untuk melaksanakan dan melanjutkan program sesuai ketentuan yang didukung dengan Surat Pernyataan Komitmen dari Pimpinan Perguruan Tinggi (Rektor/Ketua) bermaterei Rp 6000.
  6. Lolos seleksi proposal (seleksi administrasi dan substansi).

Pada tanggal 12 Mei 2017, Direktorat Pembelajaran Ditjen Belmawa menyampaikan bahwa panitia hibah telah menerima 70 (tujuh puluh) proposal dan telah melaksanakan seleksi administrasi dan substansi seluruh proposal dimaksud.

Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, diperoleh 15 (lima belas) proposal yang layak untuk didanai, dan dari 15 proposal tersebut, Universitas Islam Bandung (UNISBA) merupakan salah satu institusi yang disetujui program LSLC yang telah dirancang untuk didanai.

Pemenang Hibah

Data Perguruan Tinggi Pemenang Hibah LSLC 2017

Program LSLC yang sedang dikembangkan di UNISBA, lebih difokuskan kepada beberapa mata kuliah di 3 Program Studi Fakulltas MIPA, yaitu Prodi Statistika, Prodi Matematika, dan Prodi Farmasi.

Sosialisasi dan Workshop untuk program LSLC di UNISBA dimulai pada tanggal 17 Juni 2017, dipandu oleh Tim LSLC dari Direktorat Pembelajaran Ditjen Belmawa Ristek Dikti.

foto 02

Pembukaan Acara Sosialisasi dan Workshop  LSLC UNISBA oleh Wakil Rektor 1 UNISBA, Bpk. Dr. H. Rakhmat Ceha, M.Eng., IPU.

 

foto 03

Acara Pembukaan dan penyamaian materi sosialisasi dan wokshop program LSLC diikuti oleh perwakilan dosen MIPA peserta program

 

 

Materi Kegiatan

Kegiatan-1: (17 Juni 2017)

  1. Sosialisasi Program Lesson Study for Learning Community (LSLC)
  2. Filosofi dan Praktek LSLC
  3. Strategi Merancang Pembelajaran Berkualitas

Kegiatan-2: (17 Juli 2017)

Workshop: Chapter Design dan Lesson Design

Kegiatan-3: … (18 Juli – 10 Agustus 2017)

Open Lesson dan Refleksi Pembelajaran

 

Masalah yang ditemukan di perkuliahan:

  1. Input yang beragam, tidak terstandar
    • Ini jangan dijadikan alasan. Karena mereka datang bukan kebetulan. Ini adalah kenyataan. jangan melabeli anak yang tidak-tidak-tidak
  2. Kurangnya motivasi, daya juang, sikap dan disiplin
    • Bagaimana kelas kita agar bisa menumbuhkan motivasi, tanpa mengeluh, tanpa menyalahkan
  3. Rendahnya kemampuan akses informasi/IT dan kemampuan berkomunkasi
  4. Kurangnya kemampuan kerja tim
  5. Kurangnya kesiapan mahasiswa dalam mempersiapkan menerima perkuliahan
    • Ini bahaya karena anak hanya akan menjadi pendengar
  6. Kurangnya menempatkan diri di kelas
  7. Punya Hp, tidak mampu menggunakannya untuk pembelajaran
  8. Anak lebih cepat
  9. Menggantungkan diri ke yang lebih pintar
  10. Belum mandiri
  11. Harus ada imbalan
  12. Sulit menginterpteratasikan
  13. Manfaat mata kuliah ini untuk apa?
    • Ini jadi beban/masalah yang luar biasa. sampaikan dan jelaskan mengenai apa yang akan diperoleh dari mata kuliah yang akan disampaikan. Dengan demikian anak/mahasiswa menjadi penasaran terhadap mata kuliah yang akan dipelajar
  14. Bagaimana menegur anak tanpa menyakiti
  15. Penelitian yang bermanfaat untuk masa depannya

jangan ciptakan suasana anak-anakyang bersaing yang ujung2 nya memisahkan anak2 yang cerds menjadu superior dan anak2 yang kurang menjadi inferior

Tetapi ciptakan suasana kelas yang kolaboratif, sehingga anak2 yang kurang percaya diri untuk biccara menjadi bisa lebih percaya diri.

jangan membagi kelompok kemudian memilih ketua kelompok. Jangan seperti itu. Perkalukan semua anggota dalam kelompok sama.

 

Seperti apakah media yang cocok?

Bagaimana media yang bisa memfasilitasi?

E-Learning harus bisa memfasilitas

bukan hanya pada IT skill

Bisa saja IT rendah matematika rendah tetapi larinya kencang, tendangannya tepat

Pembelajaran bisa singkat

Model Pembelajaran apa yang

 

Filosofi dan Praktek LSLC

Keuntungan membuat rancangan pembelajaran bersama-sama dan masalah yang mungkin muncul:

Dalam merancang model pengajaran:

  1. Jangan mengada-ngada
  2. Dosen tidak cape
  3. Mahasiswa senang dan mudah menangkap materi perkuliahan

Yang harus dimaksimalkan dalam merancang pengajaran adalah:

  1. Bagaimana karakteristik dari mahasiswa kita
  2. Situasi dan kondisi yang kondusif

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Menampilkan Current Issue di OJS

Posted by Erwin on May 21, 2017

Saya sedang menyusun Jurnal Matematika FMIPA UNISBA. Namun pada saat saya klik menu “Home” dan juga “Current Issue”, tidak ada/tidak muncul terbitan terbaru yang telah saya susun. Setelah mencoba berbagai cara, akhirnya saya temukan cara untuk memunculkan terbitan jurnal yang terbaru.

pada dasarnya, ada dua bagian yang harus diperhatikan, agar terbitan terbaru bisa muncul di menu “Home” atau di menu “Current Issue”. Yang pertama Lakukan langkah2 berikut:

  1. Masuk sebagai Journal Manager
  2. Masuk ke Setup
  3. Pilih The Look
  4. Perhatikan pada bagian 5.2, ceklist pada bagian “Add the table of contents for the current issue (if available)”

Langkah tersebut diatas wajib dilakukan, namun langkah tersebut belum tentu menjamin current issue akan muncul. langkah berikutnya adalah sbb:

  1. Masuk sebagai Editor
  2. Pilih Back Issues
  3. Pastikan pada kolom “Current Issue” dipilih terbitan jurnal yang diharapkan

Semoga dapat membantu.

Posted in Artikel, Jurnal, Matematika | Tagged: , , | Leave a Comment »

Kehilangan Barang di Bank Mandiri Jatinangor

Posted by Erwin on April 21, 2017

Peristiwa ini terjadi siang hari ini, selepas jumatan, saya bermaksud membayar tagihan untuk pelaksanaan tes dari pemerintah. Sengaja saya memilih Bank Mandiri Jatinangor, karena jumlah pengunjung nya tidak terlalu padat, dibandingkan di lokasi dekat rumah yg harus menunggu antri lama.

Namun harapan saya memperoleh suasana dan layanan cepat dan nyaman, harus diwarnai dengan peristiwa yang cukup mengganggu, yaitu saya kehilangan sebuah barang. Memang barang ini bukanlah barang berharga. Nilainya pun tidak seberapa. Namun karena saya menggunakannya setiap hari bahkan setiap saat, maka barang ini adalah barang yang sangat vital untuk saya, apalagi saat saya berkendara. Saya kehilangan sebuah kacamata.

Ceritanya saya sedang mengisi data di lembar setoran. Karena saya menggunakan kacamata minus, dan sy kurang begitu nyaman saat menulis maka kacamata tersebut saya lepas dan saya simpan didepan media kaca dimana lembar2 formulir diletakkan dibawahnya.

Singkat cerita, saya selesai menuliskan data, masuk area antrian, transaksi, kemudian meninggalkan bank. Setelah beberapa saat diperjalanan, saya merasa pandangan kabur, saya akhirnya tersadar kalo kacamata tertinggal di bank. Buru-buru saya kembali untuk mengambil kacamata yang tertinggal di meja formulir.

Di pintu bank, saya disambut dua sekuriti, dan saya sampaikan bahwa saya ketinggalan kacamata. Sekuriti mempersilahkan saya kedalam untuk memeriksa dan mengambil kacamata tersebut.

Namun alangkah kaget nya saya karena saat saya kembali ke tempat saya menulis tadi, kacamata tidak ada disitu. Sekuriti ikut membantu mencarikan, dengan bertanya kepada karyawan lain, apakah ada yang mengamankan kacamata yang tertinggal, namun tetap nihil. Sekuriti juga menanyakan barangkali saya lupa sudah membawanya atau terjatuh, dll. Namun saya tetap yakin kacamata itu tertinggal di meja kaca itu.

Yah, apa boleh buat. Akhirnya dengan hati dongkol, sy tinggalkan bank. Tak lupa saya titipkan nama dan no telp saya ke sekuriti. Siapa tahu, entah pegawai nanti yang menemukan, atau ada seseorang yang akan mengembalikannya. Karena, walaupun barang nya tidak seberapa, tapi itu adalah salah satu barang paling berharga buat saya. Kepada yang mengambil, Kenapa anda tertarik dengan kacamata lusuh yang mungkin tidak akan terpakai oleh anda, kecuali nilai minus mata kita sama.

Saya sharing peristiwa ini, mengajak seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap barang-barang kita. Jangankan di pinggir jalan, di angkot, atau di Mall, didalam Bank saja yang didalamnya ada dua sekuriti berjaga, tetap saja saya kehilangan barang. Kacamata saja yang nilai nya bisa dianggap tidak seberapa, bagaimana kalo saya ketinggalan tas atau dompet, atau surat-surat berharga?

Saran saya untuk Bank Mandiri Jatinangor, ada baiknya dipasangkan CCTV dibeberapa tempat yang bisa meng-cover seluruh ruangan. Agar suatu saat, ada nasabah yang ketinggalan barang yang amat sangat berharga, kemudian hilang, bisa ditelusuri untuk dapat ditemukan kembali. Karena Nasabah, seperti saya, saat melakukan setoran, pikiran kita itu rumit dan kompleks. Memikirkan financial ini itu yang terkadang lupa akan barang kita sendiri.

Selain CCTV, juga mohon dituliskan poster/reklame yang mengingatkan Nasabah, agar memeriksa kembali barang bawaannya dan jangan sampai tertinggal. Apabila ada CCTV atau poster tertempel didinding Bank, mungkin musibah kehilangan kacamata ini tidak akan terjadi.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak manapun. Namun kebetulan ini terjadi di Bank Mandiri Jatinangor, dan saya ingin berbagi pengalaman pahit, agar dapat dihindari oleh masyarakat lainnya.

Posted in Artikel, Curhat, Lain-lain, Renungan | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Ukuran Data

Posted by Erwin on March 31, 2017

1 Bit = Binary Digit
8 Bits = 1 Byte
1 Kilobyte = 1024 Bytes
1 Megabyte = 1024 Kilobytes
1 Gigabyte = 1024 Megabytes
1 Terabyte = 1024 Gigabytes
1 Petabyte = 1024 Terabytes
1 Exabyte = 1024 Petabytes
1 Zettabyte = 1024 Exabytes
1 Yottabyte = 1024 Zettabytes
1 Brontobyte = 1024Yottabytes
1 Geopbyte = 1024 Brontobytes
1 Saganbyte = 1024 Geopbyte=
1 Pijabyte = 1024 Saganbyte=
1 Alphabyte = 1024 Pijabyte
1 Kryatbyte = 1024 Alphabyte
1 Amosbyte = 1024 Kryatbyte
1 Pectrolbyte = 1024 Amosbyte
1 Bolgerbyte = 1024 Pectrolbyte
1 Sambobyte = 1024 Bolgerbyte
1 Quesabyte = 1024 Sambobyte
1 Kinsabyte = 1024 Quesabyte
1 Rutherbyte = 1024 Kinsabyte
1 Dubnibyte = 1024 Rutherbyte
1 Seaborgbyte = 1024 Dubnibyte
1 Bohrbyte = 1024 Seaborgbyte
1 Hassiubyte = 1024 Bohrbyte
1 Meitnerbyte = 1024 Hassiubyte
1 Darmstadbyte = 1024 Meitnerbyte
1 Roentbyte = 1024 Darmstadbyte
1 Coperbyte = 1024 Roentbyte

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Lenovo Thinkpad Yoga 12 Died Blackout [Solved]

Posted by Erwin on March 13, 2017

So I have a very disturbing experience today and really made me angry since I have so many tasks that have to be completed today morning. Fortunately, I made myself hard work and finally bring back to life, my proud Lenovo Thinkpad Yoga 12.

Initiated by the meeting with my company, I use my yoga 12 and it works perfectly as always. However, at 2 am after the meeting, when I got home and I need to resume my work, my yoga has no life. Totally blackout. Died, no blinking led, nothing. I have tried everything like pressing combination button, plug in the charger, press the emergency button on the back of the body, etc.

I almost gave up hope. My last way is the old way. I have to open the laptop case and then plug out and in the laptop and CMOS battery. If I got lucky, I can found the P9 Jumper and short connect it.

I start plug out both of the battery. I cannot found the P9 jumper, but I shot connect the two connection wire in the CMOS battery port. Then, with pray and big hope to god, I plug in the charger, and Yessss, the led indicator is blinking for a short time. For me it was more than enough, means the power is connected to the PC.

Next, I pressed the power button for a couple seconds, and then release it. The keyboard backlit is coming and several kinds of beeping occur, but it doesn’t matter. My yoga comes back ti live again !!!.

The next step configures the BIOS, plug in back the laptop and CMOS battery and put back the laptop case. Plug the charger and kick it on, everything comes back to normal.

Hopefully, this can become a useful experience for someone who faces the same situation. Don’t give up hope, and throw out your laptop.

Posted in Computer, Uncategorized | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Protected: Road Traffic Simulation with Realtime Data Feed

Posted by Erwin on February 1, 2017

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Paper Jurnal | Enter your password to view comments.

RPS Pengenalan Aplikasi Matematika

Posted by Erwin on January 2, 2017

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Program Studi Matematika – Universitas Islam Bandung

Nama Mata Kuliah : Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) (Praktikum)

Kode Mata Kuliah :

Dosen : Erwin Harahap, M.Sc., MCE.

Semester / TA : Genap / 2017-2018

Bobot SKS : 1

Jumlah Tatap Muka : 10 Pertemuan

Deskripsi :

Mata Kuliah Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) disampaikan sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengenal beberapa software/aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung dalam mempelajari ilmu-ilmu Matematika. Terdapat beberapa Jenis Software/Aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan di Prodi Matematika, diantaranya adalah MATLAB, GeoGebra, Mathematica, Microsoft Excel, WinQSB, dan lain-lain.  Beberapa software tersebut diperkenalkan dan dipergunakan pada mata kuliah terkait. Namun demikian, khusus untuk Mata Kuliah PAM, difokuskan pada aplikasi Microsoft Excel 2016.  Mata Kuliah PAM disampaikan dalam bentuk praktikum, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah untuk mempelajari dan memahami materi. Tujuan disampaikannya mata kuliah PAM adalah agar mahasiswa dapat menggunakan media teknologi dalam memecahkan beberapa permasalahan Matematika, disamping pemecahan masalah secara nalar dan logika.

Prasyarat : –

Capaian Pembelajaran :

Diharapkan para mahasiswa dapat menguasai konsep, konten, struktur, materi, dan penerapan dari perkuliahan PAM, secara khusus dalam ruanglingkup fungsi dan penerapan dari aplikasi Microsoft Excel dalam beberapa kasus pemecahan masalah Matematika. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan dapat menggunakan perangkat aplikasi Excel untuk membuat suatu sistem aplikasi baru yang dapat diterapkan utnuk memecahkan permasalahan Matematika secara lebih spesifik, misalnya menentukan simpangan batu dari suatu data tunggal atau majemuk, menentukan nilai ke-n dari suatu deret Aritmetika, menentukan Grafik dari suatu polinom, dan lain-lain.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) :

Minggu ke-1

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Pengantar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan Ms. Excel tingkat dasar
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan dasar menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Pengantar Microsoft Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-2

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Penggunaan Rumus Dasar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah rumus dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan beberapa rumus dasar dalam Ms. Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan rumus-rumus menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Penggunaan Rumus Dasar Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-3

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Matematika dan Trigonometri dalam Excel
  • Memahami beberapa perintah fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menggunakan Fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-4

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Absolut
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Absolut
  • Dapat menggunakan Fungsi Absolut
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Absolut

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Absolut

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-5

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Logika dengan perintah IF
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Logika
  • Dapat menggunakan Fungsi Logika
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Logika

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Logika IF

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-6

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Lookup
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Lookup
  • Dapat menggunakan Fungsi Lookup
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Lookup

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Referensi Lookup

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-7

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami fungsi dari Tabel dan Grafik
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan Tabel dan Grafik
  • Dapat menggunakan Tabel dan Grafik
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Tabel dan Grafik

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Tabel dan Grafik

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-8

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami format excel berupa worksheet, layout, properties, dll
  • Memahami beberapa fungsi terkait dengan format excel
  • Dapat merapihkan tampilan excel dengan memanfaatkan format Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait format

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Format Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-9

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika dengan Excel (Bagian 1)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-10

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika Dengan Excel (Bagian 2)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

DAFTAR PUSTAKA :

[1] Microsoft, “Excel 2016”, Jilid 1. 2015.
[2] Erwin Harahap, Yurika Permanasari, “Pengenalan Aplikasi Matematika”, Buku Panduan Praktikum PAM, Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung. 2018.

METODE PEMBELAJARAN

Perkuliahan disampaikan menggunakan metode Tutorial, Diskusi, dan Praktikum.

KUIS

Kuis dilaksanakan tidak terjadwal dan disampaikan serta dikerjakan secara online. Batas waktu maksimal pengerjaan kuis maksimal selama 1 minggu.

RANCANGAN TUGAS 

Tugas akhir pada perkuliahan PAM ini adalah mahasiswa diwajibkan untuk membuat sebuah Aplikasi Matematika sederhana menggunakan Excel. Tugas akhir ini bertujuan untuk membantu mahasiswa untuk lebih memahami materi tentang PAM melalui penerapan dari apa yang sudah dipelajari didalam perkuliahan. Tugas diberikan sejak awal pertemuan ke-7 dan dikumpulkan pada saat pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan UAS. Dalam pertemuan ke-9 dan ke-10, secara intensif capaian penyusunan aplikasi Matematika dievaluasi dan diarahkan sesuai dengan pemahaman dan peminatan mahasiswa. Tugas penyusunan artikel diberikan secara individu dengan topik yang berbeda. Namun demikian, tugas dapat dikerjakan secara mandiri atau berdiskusi dan bekerjasama dengan mahasiswa lain.

FORMAT PENILAIAN

Format penilaian menggunakan Nilai dan Huruf Mutu

Nilai akhir (NA) mata kuliah mengikuti aturan berikut:
NA = 10% kuis + 20% kehadiran + 30% presentasi tugas akhir + 40% pengumpulan hasil tugas.

Selang huruf mutu mengikuti aturan berikut:

Huruf    Selang Nilai
A             85 ≤ NA
B             70 ≤ NA < 85
C             55 ≤ NA < 70
D            40 ≤ NA < 55
E             NA < 50

Kehadiran kurang dari 70% berakibat pada mahasiswa tidak diijinkan untuk melaksanakan presentasi dan pengumpulan tugas akhir.

Nilai Tidak Lengkap (T) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

atau Nilai Kosong (K) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

 

 

Posted in RPS | Leave a Comment »

RPS Bahasa Pemrograman

Posted by Erwin on December 1, 2016

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Program Studi Matematika – Universitas Islam Bandung

Nama Mata Kuliah : Bahasa Pemrograman

Kode Mata Kuliah : …

Dosen : Erwin Harahap, M.Sc., MCE.

Semester / TA : Ganjil / 2017-2018

Bobot SKS : 2

Jumlah Tatap Muka : 14 Pertemuan

Deskripsi :

Bahasa Pemrograman merupakan salah satu mata kuliah di Program Studi Matematika UNISBA yang membahas mengenai implementasi dari Algoritma Serta langkah-langkah aritmetika dan logika secara sistematis sehingga membentuk suatu sistem untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pengetahuan, pemahaman, dan pengusaan mengenai Bahasa pemrograman sangat diperlukan oleh para mahasiswa dalam menjalankan perannya di masyarakat. Kerangka dan konsep Bahasa Pemrograman diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan pada berbagai bidang. Mengingat luasnya bidang garapan materi Bahasa Pemrograman, maka spasifikasi bahasa yang dipelajari dalam mata kuliah ini adalah Bahasa Pemrograman berbasis web, diantaranya adalah HTML, PHP, dan MySQL.

Prasyarat :

Mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah ini wajib lulus mata kuliah Algoritma dan Pemrograman.

Capaian Pembelajaran :

  1. Mahasiswa memahami dan memiliki kemampuan dalam melakukan rancang bangun aplikasi berbasis web pada berbagai jenis bidang dengan menggunakan bahasa pemrograman web, metode, teknik-teknik, Algoritma/Logika Pemrograman, dan alat bantu hardware tertentu untuk implementasi serta pelaporan.
  2. Mahasiswa memahami konsep bahasa pemrograman berbasis web, memiliki kemampuan dalam menyusun desain web dan membuat aplikasi berbasis web dengan database.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) :

Minggu ke-1

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan memahami materi yang akan dipelajari
  • Mengetahui dan memahami tugas yang harus dikuasai dan diselesaikan
  • Mengetahui dan memahami konsep bahasa pemrograman web

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Konsep Pemrograman Web
  • Server-side programing
  • Client-side programing
  • Website programing
  • Dasar Struktur HTML
  • Kontrak Perkuliahan yang berisi penjelasan mengenai materi yang akan dipelari, tugas-tugas yang akan dikerjakan, dan alokasi penilaian.

Bentuk Pembelajaran :

  • Ceramah
  • Tutorial
  • Diskusi

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-2

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan memahami Struktur HTML
  • Mampu menjelaskan Struktur HTML dan Mengolah Teks

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Dasar-Dasar HTML :
    1. Teks HTML
    2. Struktur HTML
    3. Elemen HTML
    4. Format Font, image dan OL (OderLis) dan UL (UnOderlis) HTML

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-3

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Matematika dan Trigonometri dalam Excel
  • Memahami beberapa perintah fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menggunakan Fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-4

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Absolut
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Absolut
  • Dapat menggunakan Fungsi Absolut
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Absolut

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Absolut

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-5

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Logika dengan perintah IF
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Logika
  • Dapat menggunakan Fungsi Logika
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Logika

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Logika IF

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-6

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Lookup
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Lookup
  • Dapat menggunakan Fungsi Lookup
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Lookup

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Referensi Lookup

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-7

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami fungsi dari Tabel dan Grafik
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan Tabel dan Grafik
  • Dapat menggunakan Tabel dan Grafik
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Tabel dan Grafik

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Tabel dan Grafik

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-8

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami format excel berupa worksheet, layout, properties, dll
  • Memahami beberapa fungsi terkait dengan format excel
  • Dapat merapihkan tampilan excel dengan memanfaatkan format Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait format

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Format Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-9

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika dengan Excel (Bagian 1)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-10

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika Dengan Excel (Bagian 2)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Aktif berdiskusi
  • Keseriusan dan tingkat motivasi

Bobot Nilai : 10%

DAFTAR PUSTAKA :

[1] W. Jason Gilmore, Beginning PHP dan MySQL From Novice to Profesional, (New York, 2008).
[2] MADCOMS, Aplikasi Manajemen Database Pendidikan Berbasis Web Dengan PHP dan MySQL, Andi, 2005
[3] Erwin Harahap, “Bahasa Pemrograman Web: HTML, PHP, & MySQL”, Buku Ajar Mata Kuliah Bahasa Pemrograman, Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung. 2018.

METODE PEMBELAJARAN

Perkuliahan disampaikan menggunakan metode Tutorial, Diskusi, dan Praktikum.

KUIS

Kuis dilaksanakan tidak terjadwal dan disampaikan serta dikerjakan secara online. Batas waktu maksimal pengerjaan kuis maksimal selama 1 minggu.

RANCANGAN TUGAS 

Tugas akhir pada perkuliahan PAM ini adalah mahasiswa diwajibkan untuk membuat sebuah Aplikasi Matematika sederhana menggunakan Excel. Tugas akhir ini bertujuan untuk membantu mahasiswa untuk lebih memahami materi tentang PAM melalui penerapan dari apa yang sudah dipelajari didalam perkuliahan. Tugas diberikan sejak awal pertemuan ke-7 dan dikumpulkan pada saat pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan UAS. Dalam pertemuan ke-9 dan ke-10, secara intensif capaian penyusunan aplikasi Matematika dievaluasi dan diarahkan sesuai dengan pemahaman dan peminatan mahasiswa. Tugas penyusunan artikel diberikan secara individu dengan topik yang berbeda. Namun demikian, tugas dapat dikerjakan secara mandiri atau berdiskusi dan bekerjasama dengan mahasiswa lain.

FORMAT PENILAIAN

Format penilaian menggunakan Nilai dan Huruf Mutu

Nilai akhir (NA) mata kuliah mengikuti aturan berikut:
NA = 10% kuis + 20% kehadiran + 30% presentasi tugas akhir + 40% pengumpulan hasil tugas.

Selang huruf mutu mengikuti aturan berikut:

Huruf    Selang Nilai
A             85 ≤ NA
B             70 ≤ NA < 85
C             55 ≤ NA < 70
D            40 ≤ NA < 55
E             NA < 50

Kehadiran kurang dari 70% berakibat pada mahasiswa tidak diijinkan untuk melaksanakan presentasi dan pengumpulan tugas akhir.

Nilai Tidak Lengkap (T) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

atau Nilai Kosong (K) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

Posted in RPS | Leave a Comment »

RPS Praktikum Bahasa Pemrograman

Posted by Erwin on November 1, 2016

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Program Studi Matematika – Universitas Islam Bandung

Nama Mata Kuliah : Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) (Praktikum)

Kode Mata Kuliah : …

Dosen : Erwin Harahap, M.Sc., MCE.

Semester / TA : Genap / 2017-2018

Bobot SKS : 1

Jumlah Tatap Muka : 10 Pertemuan

Deskripsi :

Mata Kuliah Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) disampaikan sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengenal beberapa software/aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung dalam mempelajari ilmu-ilmu Matematika. Terdapat beberapa Jenis Software/Aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan di Prodi Matematika, diantaranya adalah MATLAB, GeoGebra, Mathematica, Microsoft Excel, WinQSB, dan lain-lain.  Beberapa software tersebut diperkenalkan dan dipergunakan pada mata kuliah terkait. Namun demikian, khusus untuk Mata Kuliah PAM, difokuskan pada aplikasi Microsoft Excel 2016.  Mata Kuliah PAM disampaikan dalam bentuk praktikum, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah untuk mempelajari dan memahami materi. Tujuan disampaikannya mata kuliah PAM adalah agar mahasiswa dapat menggunakan media teknologi dalam memecahkan beberapa permasalahan Matematika, disamping pemecahan masalah secara nalar dan logika.

Prasyarat : –

Capaian Pembelajaran :

Diharapkan para mahasiswa dapat menguasai konsep, konten, struktur, materi, dan penerapan dari perkuliahan PAM, secara khusus dalam ruanglingkup fungsi dan penerapan dari aplikasi Microsoft Excel dalam beberapa kasus pemecahan masalah Matematika. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan dapat menggunakan perangkat aplikasi Excel untuk membuat suatu sistem aplikasi baru yang dapat diterapkan utnuk memecahkan permasalahan Matematika secara lebih spesifik, misalnya menentukan simpangan batu dari suatu data tunggal atau majemuk, menentukan nilai ke-dari suatu deret Aritmetika, menentukan Grafik dari suatu polinom, dan lain-lain.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) :

Minggu ke-1

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Pengantar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan Ms. Excel tingkat dasar
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan dasar menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Pengantar Microsoft Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-2

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Penggunaan Rumus Dasar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah rumus dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan beberapa rumus dasar dalam Ms. Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan rumus-rumus menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Penggunaan Rumus Dasar Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-3

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Matematika dan Trigonometri dalam Excel
  • Memahami beberapa perintah fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menggunakan Fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-4

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Absolut
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Absolut
  • Dapat menggunakan Fungsi Absolut
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Absolut

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Absolut

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-5

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Logika dengan perintah IF
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Logika
  • Dapat menggunakan Fungsi Logika
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Logika

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Logika IF

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-6

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Lookup
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Lookup
  • Dapat menggunakan Fungsi Lookup
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Lookup

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Referensi Lookup

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-7

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami fungsi dari Tabel dan Grafik
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan Tabel dan Grafik
  • Dapat menggunakan Tabel dan Grafik
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Tabel dan Grafik

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Tabel dan Grafik

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-8

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami format excel berupa worksheet, layout, properties, dll
  • Memahami beberapa fungsi terkait dengan format excel
  • Dapat merapihkan tampilan excel dengan memanfaatkan format Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait format

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Format Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-9

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika dengan Excel (Bagian 1)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-10

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika Dengan Excel (Bagian 2)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

DAFTAR PUSTAKA :

[1] Microsoft, “Excel 2016”, Jilid 1. 2015.
[2] Erwin Harahap, Yurika Permanasari, “Pengenalan Aplikasi Matematika”, Buku Panduan Praktikum PAM, Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung. 2018.

METODE PEMBELAJARAN

Perkuliahan disampaikan menggunakan metode Tutorial, Diskusi, dan Praktikum.

KUIS

Kuis dilaksanakan tidak terjadwal dan disampaikan serta dikerjakan secara online. Batas waktu maksimal pengerjaan kuis maksimal selama 1 minggu.

RANCANGAN TUGAS 

Tugas akhir pada perkuliahan PAM ini adalah mahasiswa diwajibkan untuk membuat sebuah Aplikasi Matematika sederhana menggunakan Excel. Tugas akhir ini bertujuan untuk membantu mahasiswa untuk lebih memahami materi tentang PAM melalui penerapan dari apa yang sudah dipelajari didalam perkuliahan. Tugas diberikan sejak awal pertemuan ke-7 dan dikumpulkan pada saat pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan UAS. Dalam pertemuan ke-9 dan ke-10, secara intensif capaian penyusunan aplikasi Matematika dievaluasi dan diarahkan sesuai dengan pemahaman dan peminatan mahasiswa. Tugas penyusunan artikel diberikan secara individu dengan topik yang berbeda. Namun demikian, tugas dapat dikerjakan secara mandiri atau berdiskusi dan bekerjasama dengan mahasiswa lain.

FORMAT PENILAIAN

Format penilaian menggunakan Nilai dan Huruf Mutu

Nilai akhir (NA) mata kuliah mengikuti aturan berikut:
NA = 10% kuis + 20% kehadiran + 30% presentasi tugas akhir + 40% pengumpulan hasil tugas.

Selang huruf mutu mengikuti aturan berikut:

Huruf    Selang Nilai
A             85 ≤ NA
B             70 ≤ NA < 85
C             55 ≤ NA < 70
D            40 ≤ NA < 55
E             NA < 50

Kehadiran kurang dari 70% berakibat pada mahasiswa tidak diijinkan untuk melaksanakan presentasi dan pengumpulan tugas akhir.

Nilai Tidak Lengkap (T) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

atau Nilai Kosong (K) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

Posted in RPS | Leave a Comment »

RPS Jaringan Komputer

Posted by Erwin on October 1, 2016

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Program Studi Matematika – Universitas Islam Bandung

Nama Mata Kuliah : Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) (Praktikum)

Kode Mata Kuliah : …

Dosen : Erwin Harahap, M.Sc., MCE.

Semester / TA : Genap / 2017-2018

Bobot SKS : 1

Jumlah Tatap Muka : 10 Pertemuan

Deskripsi :

Mata Kuliah Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) disampaikan sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengenal beberapa software/aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung dalam mempelajari ilmu-ilmu Matematika. Terdapat beberapa Jenis Software/Aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan di Prodi Matematika, diantaranya adalah MATLAB, GeoGebra, Mathematica, Microsoft Excel, WinQSB, dan lain-lain.  Beberapa software tersebut diperkenalkan dan dipergunakan pada mata kuliah terkait. Namun demikian, khusus untuk Mata Kuliah PAM, difokuskan pada aplikasi Microsoft Excel 2016.  Mata Kuliah PAM disampaikan dalam bentuk praktikum, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah untuk mempelajari dan memahami materi. Tujuan disampaikannya mata kuliah PAM adalah agar mahasiswa dapat menggunakan media teknologi dalam memecahkan beberapa permasalahan Matematika, disamping pemecahan masalah secara nalar dan logika.

Prasyarat : –

Capaian Pembelajaran :

Diharapkan para mahasiswa dapat menguasai konsep, konten, struktur, materi, dan penerapan dari perkuliahan PAM, secara khusus dalam ruanglingkup fungsi dan penerapan dari aplikasi Microsoft Excel dalam beberapa kasus pemecahan masalah Matematika. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan dapat menggunakan perangkat aplikasi Excel untuk membuat suatu sistem aplikasi baru yang dapat diterapkan utnuk memecahkan permasalahan Matematika secara lebih spesifik, misalnya menentukan simpangan batu dari suatu data tunggal atau majemuk, menentukan nilai ke-dari suatu deret Aritmetika, menentukan Grafik dari suatu polinom, dan lain-lain.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) :

Minggu ke-1

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Pengantar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan Ms. Excel tingkat dasar
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan dasar menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Pengantar Microsoft Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-2

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Penggunaan Rumus Dasar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah rumus dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan beberapa rumus dasar dalam Ms. Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan rumus-rumus menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Penggunaan Rumus Dasar Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-3

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Matematika dan Trigonometri dalam Excel
  • Memahami beberapa perintah fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menggunakan Fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-4

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Absolut
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Absolut
  • Dapat menggunakan Fungsi Absolut
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Absolut

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Absolut

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-5

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Logika dengan perintah IF
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Logika
  • Dapat menggunakan Fungsi Logika
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Logika

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Logika IF

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-6

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Lookup
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Lookup
  • Dapat menggunakan Fungsi Lookup
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Lookup

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Referensi Lookup

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-7

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami fungsi dari Tabel dan Grafik
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan Tabel dan Grafik
  • Dapat menggunakan Tabel dan Grafik
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Tabel dan Grafik

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Tabel dan Grafik

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-8

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami format excel berupa worksheet, layout, properties, dll
  • Memahami beberapa fungsi terkait dengan format excel
  • Dapat merapihkan tampilan excel dengan memanfaatkan format Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait format

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Format Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-9

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika dengan Excel (Bagian 1)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-10

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika Dengan Excel (Bagian 2)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

DAFTAR PUSTAKA :

[1] Microsoft, “Excel 2016”, Jilid 1. 2015.
[2] Erwin Harahap, Yurika Permanasari, “Pengenalan Aplikasi Matematika”, Buku Panduan Praktikum PAM, Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung. 2018.

METODE PEMBELAJARAN

Perkuliahan disampaikan menggunakan metode Tutorial, Diskusi, dan Praktikum.

KUIS

Kuis dilaksanakan tidak terjadwal dan disampaikan serta dikerjakan secara online. Batas waktu maksimal pengerjaan kuis maksimal selama 1 minggu.

RANCANGAN TUGAS 

Tugas akhir pada perkuliahan PAM ini adalah mahasiswa diwajibkan untuk membuat sebuah Aplikasi Matematika sederhana menggunakan Excel. Tugas akhir ini bertujuan untuk membantu mahasiswa untuk lebih memahami materi tentang PAM melalui penerapan dari apa yang sudah dipelajari didalam perkuliahan. Tugas diberikan sejak awal pertemuan ke-7 dan dikumpulkan pada saat pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan UAS. Dalam pertemuan ke-9 dan ke-10, secara intensif capaian penyusunan aplikasi Matematika dievaluasi dan diarahkan sesuai dengan pemahaman dan peminatan mahasiswa. Tugas penyusunan artikel diberikan secara individu dengan topik yang berbeda. Namun demikian, tugas dapat dikerjakan secara mandiri atau berdiskusi dan bekerjasama dengan mahasiswa lain.

FORMAT PENILAIAN

Format penilaian menggunakan Nilai dan Huruf Mutu

Nilai akhir (NA) mata kuliah mengikuti aturan berikut:
NA = 10% kuis + 20% kehadiran + 30% presentasi tugas akhir + 40% pengumpulan hasil tugas.

Selang huruf mutu mengikuti aturan berikut:

Huruf    Selang Nilai
A             85 ≤ NA
B             70 ≤ NA < 85
C             55 ≤ NA < 70
D            40 ≤ NA < 55
E             NA < 50

Kehadiran kurang dari 70% berakibat pada mahasiswa tidak diijinkan untuk melaksanakan presentasi dan pengumpulan tugas akhir.

Nilai Tidak Lengkap (T) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

atau Nilai Kosong (K) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

Posted in RPS | Leave a Comment »

Siswa Meninggal di Lingkungan Sekolah, Salah Siapa?

Posted by Erwin on September 12, 2016

Sebagaimana telah tersebar berita bahwa pada hari senin, 18 April 2016, keluarga besar Sekolah Dasar Negeri Percobaan yang berlokasi di desa Cinunuk, kecamatan Cileunyi kabupaten Bandung, dikagetkan oleh peristiwa yang sangat memilukan. Seorang siswa teman terbaik kami, siswa kelas 3 SD meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit AMC Cileunyi karena tergilas oleh mobil pengangkut air mineral. Seketika setelah kejadian hingga beberapa hari setelahnya, adan bahkan hingga saat ini, kami orang tua siswa masih juga bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab terjadinya musibah ini? Siapakah yang patut disalahkan?

Pertanyaan ini tentunya sangat wajar dan tidak berlebihan, Walau sebagian orang memilih jalan damai dengan menyatakan bahwa, semua musibah yang terjadi sudah merupakan takdir Allah Swt, dan tidak akan ada yang mampu merubahnya, namun dalam hal ini penulis berpendapat bahwa suatu takdir terjadi adalah akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia. Artinya adalah, kita bisa mengukur suatu takdir sebelum itu terjadi. Bahasa lain yang digunakan untuk hal ini adalah teori kemungkinan atau prediksi.

Gambaran mudahnya adalah sebagai berikut. Ketika kita bermain api, maka ada kemungkinan tangan atau mungkin tubuh kita akan terbakar. Begitu pula saat bermain air, kita bisa memprediksi bahwa tubuh kita mungkin akan basah. Nah, saat terjadi tubuh kita basah, atau terbakar, walau kita telah berusaha untuk menghindari itu, maka bisa kita katakan bahwa itu adalah takdir.

Terlepas dari kontroversi mengenai pengertian takdir, saya berusaha untuk tidak terjebak pada debat kusir apa yang dimaksud dengan takdir. Namun kembali ke pokok permasalahan awal, apabila manajemen keamanan dan kewaspadaan dihalaman sekolah tertata dan terlaksanakan dengan baik, dengan ijin Allah, tentunya barangkali musibah siswa meninggal dunia dihalaman sekolah akan dapat dihindarkan.

Bertolak dari latar belakang tersebut diatas, apakah penyebab dari meninggalnya siswa atas musibah itu? jawabnya adalah musibah terjadi karena kelalaian yang dilakukan oleh beberapa pihak. Lalu siapa yang salah? Tentu yang salah adalah pihak-pihak yang melakukan kelalaian. lalu siapakah pihak-pihak itu semua?

Yang pertama adalah Pihak Sekolah. Yang patut disalahkan tentunya pimpinan dari sekolah yatiu Kepala Sekolah SD Negeri Percobaan Cileunyi. Suka atau tidak itulah kenyataannya, seorang pemimpin harus mau bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi dilingkungan yang dipimpinnya. Saat seorang pemimpin tidak mau bertanggung jawab atau bahkan melemparkan kesalahan pada pihak lain, maka kita sudah bisa melihat bagimana kualitas kepemimpinan dari orang tersebut.

Yang kedua adalah Komite Sekolah, terutama Ketua Komite karena lalai dalam menjalankan tugas sebagai fungsi pengawasan terhadap jalannya sistem di satuan pendidikan. Komite sekolah gagal mengawasi dan memberikan teguran terhadap manajemen sekolah yang lalai dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi para siswa hingga menyebabkan musibah siswa meninggal dunia karena tergilas mobil.

Yang ketiga adalah Pemerintah terkait, yaitu Dinas Pendidikan kabupaten, Dinas Pendidikan Propinsi, juga Pemerintah setempat.

Yang keempat adalah petugas keamanan sekolah. Apa sebenarnya yang mereka lakukan saat musibah tersebut terjadi? bukankah sudah meruakan tugas mereka mengamankan lingkungan sekolah?

Yang terakhir adalah orang tua siswa. Ya betul, kita orang tua siswa, yang lebih banyak tidak peduli terhadap keadaan sekolah. Tidak peduli terhadap hak-hak yang seharusnya diperoleh untuk anak-anak kita. Orang tua selalu bersikap egois dan sibuk dengan urusannya masing-masing, dan memiliki pandangan bahwa saat anak sudah di sekolah, maka orang tua sudah terbebas dalam menjaga mereka. Namun sebetulnya justru kita sebagai orang tua harus khawatir, saat anak-anak berada jauh diluar jangkauan kita. Siapa yang akan lebih peduli kepada anak selain orang tuanya sendiri?

Kita memang harus memberikan kepercayaan kepada guru di sekolah, tetapi tidak 100%. Kita juga harus perhatikan sarana prasarana apakah sudah mendukung dalam pengamanan para siswa? apakah aturan dan tata tertib sudah diterapkan demi menjamin ketertiban dan kelancaran dalam belajar? Biarkanlah orang tua dikatakan bawel, cerewet, dan lain-lain asalahkan anak-anak aman dan selamat dalam menimba ilmu di sekolah.

Sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk saling mengingatkan. Kita sebagai orang tua berkewajiban untuk mengingatkan pihak sekolah akan kewajiban menciptakan lingkungan aman, selain memberikan pendidikan kepada para siswa. Atau lebih kongkritnya, para orang tua ikut berperan dalam mewujudkan keamanan di sekolah. Namun lagi-lagi peran orang tua disekolah, sudah diatu oleh undang-undang yang mana diwujudkan dalam bentuk Komite Sekolah.

Sementara Komite Sekolahnya Amburadul? Posisi anak-anak kita akan selalu berada dibawah ancaman. Namun tetap saja orang tua siswa, umunya tidak peduli, dan memilih berdiam diri.

Jadi, saat anak kita jadi korban di sekolah, salah siapa?

***

Salah siapa, ini salah siapa ,,,
Dosa siapa, ini dosa siapa ,,,
Mestinya aku tak bertanya lagi ,,,

[erh]

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/erwin2h/siswa-meninggal-di-lingkungan-sekolah-salah-siapa_571987c736977315048b4574

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

RPS Praktikum Jaringan Komputer

Posted by Erwin on August 1, 2016

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Program Studi Matematika – Universitas Islam Bandung

Nama Mata Kuliah : Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) (Praktikum)

Kode Mata Kuliah : …

Dosen : Erwin Harahap, M.Sc., MCE.

Semester / TA : Genap / 2017-2018

Bobot SKS : 1

Jumlah Tatap Muka : 10 Pertemuan

Deskripsi :

Mata Kuliah Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) disampaikan sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengenal beberapa software/aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung dalam mempelajari ilmu-ilmu Matematika. Terdapat beberapa Jenis Software/Aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan di Prodi Matematika, diantaranya adalah MATLAB, GeoGebra, Mathematica, Microsoft Excel, WinQSB, dan lain-lain.  Beberapa software tersebut diperkenalkan dan dipergunakan pada mata kuliah terkait. Namun demikian, khusus untuk Mata Kuliah PAM, difokuskan pada aplikasi Microsoft Excel 2016.  Mata Kuliah PAM disampaikan dalam bentuk praktikum, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah untuk mempelajari dan memahami materi. Tujuan disampaikannya mata kuliah PAM adalah agar mahasiswa dapat menggunakan media teknologi dalam memecahkan beberapa permasalahan Matematika, disamping pemecahan masalah secara nalar dan logika.

Prasyarat : –

Capaian Pembelajaran :

Diharapkan para mahasiswa dapat menguasai konsep, konten, struktur, materi, dan penerapan dari perkuliahan PAM, secara khusus dalam ruanglingkup fungsi dan penerapan dari aplikasi Microsoft Excel dalam beberapa kasus pemecahan masalah Matematika. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan dapat menggunakan perangkat aplikasi Excel untuk membuat suatu sistem aplikasi baru yang dapat diterapkan utnuk memecahkan permasalahan Matematika secara lebih spesifik, misalnya menentukan simpangan batu dari suatu data tunggal atau majemuk, menentukan nilai ke-dari suatu deret Aritmetika, menentukan Grafik dari suatu polinom, dan lain-lain.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) :

Minggu ke-1

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Pengantar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan Ms. Excel tingkat dasar
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan dasar menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Pengantar Microsoft Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-2

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Penggunaan Rumus Dasar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah rumus dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan beberapa rumus dasar dalam Ms. Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan rumus-rumus menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Penggunaan Rumus Dasar Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-3

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Matematika dan Trigonometri dalam Excel
  • Memahami beberapa perintah fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menggunakan Fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-4

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Absolut
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Absolut
  • Dapat menggunakan Fungsi Absolut
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Absolut

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Absolut

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-5

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Logika dengan perintah IF
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Logika
  • Dapat menggunakan Fungsi Logika
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Logika

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Logika IF

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-6

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Lookup
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Lookup
  • Dapat menggunakan Fungsi Lookup
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Lookup

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Referensi Lookup

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-7

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami fungsi dari Tabel dan Grafik
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan Tabel dan Grafik
  • Dapat menggunakan Tabel dan Grafik
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Tabel dan Grafik

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Tabel dan Grafik

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-8

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami format excel berupa worksheet, layout, properties, dll
  • Memahami beberapa fungsi terkait dengan format excel
  • Dapat merapihkan tampilan excel dengan memanfaatkan format Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait format

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Format Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-9

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika dengan Excel (Bagian 1)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-10

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami manfaat excel untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Memahami beberapa fungsi terkait untuk mendisain aplikasi Matematika
  • Dapat membuat sebuah aplikasi Matematika sederhana
  • Dapat menyelesaikan masalah tertentu menggunakan aplikasi Matematika yang didisain menggunakan Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Disain Aplikasi Matematika Dengan Excel (Bagian 2)

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

DAFTAR PUSTAKA :

[1] Microsoft, “Excel 2016”, Jilid 1. 2015.
[2] Erwin Harahap, Yurika Permanasari, “Pengenalan Aplikasi Matematika”, Buku Panduan Praktikum PAM, Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung. 2018.

METODE PEMBELAJARAN

Perkuliahan disampaikan menggunakan metode Tutorial, Diskusi, dan Praktikum.

KUIS

Kuis dilaksanakan tidak terjadwal dan disampaikan serta dikerjakan secara online. Batas waktu maksimal pengerjaan kuis maksimal selama 1 minggu.

RANCANGAN TUGAS 

Tugas akhir pada perkuliahan PAM ini adalah mahasiswa diwajibkan untuk membuat sebuah Aplikasi Matematika sederhana menggunakan Excel. Tugas akhir ini bertujuan untuk membantu mahasiswa untuk lebih memahami materi tentang PAM melalui penerapan dari apa yang sudah dipelajari didalam perkuliahan. Tugas diberikan sejak awal pertemuan ke-7 dan dikumpulkan pada saat pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan UAS. Dalam pertemuan ke-9 dan ke-10, secara intensif capaian penyusunan aplikasi Matematika dievaluasi dan diarahkan sesuai dengan pemahaman dan peminatan mahasiswa. Tugas penyusunan artikel diberikan secara individu dengan topik yang berbeda. Namun demikian, tugas dapat dikerjakan secara mandiri atau berdiskusi dan bekerjasama dengan mahasiswa lain.

FORMAT PENILAIAN

Format penilaian menggunakan Nilai dan Huruf Mutu

Nilai akhir (NA) mata kuliah mengikuti aturan berikut:
NA = 10% kuis + 20% kehadiran + 30% presentasi tugas akhir + 40% pengumpulan hasil tugas.

Selang huruf mutu mengikuti aturan berikut:

Huruf    Selang Nilai
A             85 ≤ NA
B             70 ≤ NA < 85
C             55 ≤ NA < 70
D            40 ≤ NA < 55
E             NA < 50

Kehadiran kurang dari 70% berakibat pada mahasiswa tidak diijinkan untuk melaksanakan presentasi dan pengumpulan tugas akhir.

Nilai Tidak Lengkap (T) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

atau Nilai Kosong (K) diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan presentasi atau mengumpulkan tugas akhir.

Posted in RPS | Leave a Comment »

Limit Fungsi

Posted by Erwin on July 19, 2016

Pengertian

Misal f adalah sebuah fungsi R -> R dan misal L dan a adalah bilangan real.

maka clip_image002[8] jika dan hanya jika f(x) mendekali nilai L untuk semua nilai x yang mendekali nilai a

Definisi

Sebuah fungsi f(x) dikatakan memiliki nilai limit untuk x yang mendekati suatu nilai a dimana clip_image002[8] jika dan hanya jika untuk suatu bilangan real sebarang clip_image002[10] maka terdapat bilangan real clip_image002[12] sedemikian hingga memenuhi:

clip_image002[14]  maka  clip_image002[16]

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Tutotial E-Commerce dengan theme I-Craft

Posted by Erwin on June 16, 2016

Referensi:

Tutorial

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

System Starts but Blank Monitor [Solved/Closed]

Posted by Erwin on June 14, 2016

The Systems starts but not power up, cpu fan, VGA fan, cases fans are running, Harddisk running as well, but no POST. Monitors blank no life. I have spent time like more than 10 hours straight but no luck. I’m frustrated. I have done everything, like thousands time plug unplug cables, every tiny cable, RAM, VGA, VGA cable to monitors, even fan cable, but zero results. Monitors still blank.

I almost gave up, I have replaced the power supply with the new one with 500 watts output power, very expensive. But the results give the same with the previous old power supply. Then when I try (again) to strengthen the connectors to the motherboard, by mistakes I touch the CMOS battery and the system is powered up for a short time. All fans are turn on, but then off again. Suddenly I do something by try and error. I removed the CMOS battery and turn on the PC. The system starts with still blank but with periodical beeping. I turn off the system, set back the CMOS battery to its place, and turn back on.

Aaaannndddd, the system is starts and powered up. Both 2 monitors give signals. The systems are back and running fine.

Posted in PC and Laptops | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Lenovo Thinkpad T440s won’t turn on [Solved]

Posted by Erwin on May 28, 2016

I have a 2 years old T440s with touch screen. The pc won’t boot and the LED lights on the Fn, F1, & F4 keys are permanently lit. Holding down the power button isn’t force restarting or doing anything.

I do some basic things like removing and plug it back batteries, removing and plug it back power cable, pressing power button for 30 sec, pressing some combination keys, even by pressing combination power button with several keys, etc, and makes me very frustrated.

I think I will lost my best friend, but I try  finding solution by internet.

Then I found solution on lenovo forum:

https://forums.lenovo.com/t5/ThinkPad-T400-T500-and-newer-T/T440s-not-responding-restarting/td-p/1497468

The solution is quite simple actually. I keep the battery plug, but I remove power cable. Then, I press the emergency button in the tiny emergency hole at the back of laptop, using a needle. When I pressed the emergency button, the led on the Fn, F1, & F4 are lit off. Then, I press the power button, the engine kick in, and everything runs normally.

Hopefully this information is useful for anyone who face the same problem.

Posted in Article, Uncategorized | Tagged: , , , , , , , | 3 Comments »

Operator Pada MATLAB

Posted by Erwin on February 1, 2016

Operator MATLAB di klasifikasikan ke dalam tiga bagian, yaitu Operator Aritmatika, Operator Relasional dan Operator Logika, sebagai berikut:

Operator Aritmatika : Digunakan untuk mengerjakan komputasi numerik. Operator-operator aritmatika

(==)   berfungsi sebagai tanda sama dengan
(+)     berfungsi  untuk penjumlahan
(-)       berfungsi untuk pengurangan
(*)      berfungsi untuk perkalian (aturan matriks)
(.*)     berfungsi untuk perkalian masing-masing elemen yang bersesuaian ( aturan array)
(/)       berfungsi untuk pembagian kanan matriks
(./)      berfungsi untuk pembagian kanan array
(\)       berfungsi untuk pembagian kiri matriks
(.\)      berfungsi untuk pembagian kiri array
(^)      untuk pangkat matriks
(.^)     untuk pangkat array

Opertor Relasional : digunakan untuk membandingkan operand-operand secara kualitatif
(==)   berfungsi sebagai tanda sama dengan
(~=)   berfungsi sebagai tanda Tidak sama dengan
(<)     berfungsi sebagai tanda kurang dari
(>)     lebih dari
(<=)   kurang dari sama dengan
(>=)   lebih dari sama dengan

Operator Logika.
(&)    Akan menghasilkan nilai 1 jika kedua elemen yang bersesuaian memiliki nilai true dan 0 untuk lainnya.
(|)      Akan bernilai 1 jika salah satu elemennya true
(~)     Komplemen dari elemen yang di inputkan
(xor) Akan bernilai 1 jika salah satu dari kedua elemen memilki nilai berbeda dan bernilai 0 jika sama

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

RPS Program Linier

Posted by Erwin on January 1, 2016

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Program Studi Matematika – Universitas Islam Bandung

Nama Mata Kuliah : Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) (Praktikum)

Kode Mata Kuliah : …

Dosen : Erwin Harahap, M.Sc., MCE.

Semester / TA : Genap / 2017-2018

Bobot SKS : 1

Jumlah Tatap Muka : 10 Pertemuan

Deskripsi :

Mata Kuliah Pengenalan Aplikasi Matematika (PAM) disampaikan sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengenal beberapa software/aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung dalam mempelajari ilmu-ilmu Matematika. Terdapat beberapa Jenis Software/Aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan di Prodi Matematika, diantaranya adalah MATLAB, GeoGebra, Mathematica, Microsoft Excel, WinQSB, dan lain-lain.  Beberapa software tersebut diperkenalkan dan dipergunakan pada mata kuliah terkait. Namun demikian, khusus untuk Mata Kuliah PAM, difokuskan pada aplikasi Microsoft Excel 2016.  Mata Kuliah PAM disampaikan dalam bentuk praktikum, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah untuk mempelajari dan memahami materi. Tujuan disampaikannya mata kuliah PAM adalah agar mahasiswa dapat menggunakan media teknologi dalam memecahkan beberapa permasalahan Matematika, disamping pemecahan masalah secara nalar dan logika.

Prasyarat : –

Capaian Pembelajaran :

Diharapkan para mahasiswa dapat menguasai konsep, konten, struktur, materi, dan penerapan dari perkuliahan PAM, secara khusus dalam ruanglingkup fungsi dan penerapan dari aplikasi Microsoft Excel dalam beberapa kasus pemecahan masalah Matematika. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan dapat menggunakan perangkat aplikasi Excel untuk membuat suatu sistem aplikasi baru yang dapat diterapkan utnuk memecahkan permasalahan Matematika secara lebih spesifik, misalnya menentukan simpangan batu dari suatu data tunggal atau majemuk, menentukan nilai ke-dari suatu deret Aritmetika, menentukan Grafik dari suatu polinom, dan lain-lain.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) :

Minggu ke-1

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Pengantar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan Ms. Excel tingkat dasar
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan dasar menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Pengantar Microsoft Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-2

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Memahami materi Penggunaan Rumus Dasar Microsoft Excel
  • Memahami beberapa perintah rumus dasar Ms. Excel
  • Dapat menggunakan beberapa rumus dasar dalam Ms. Excel
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan rumus-rumus menggunakan Ms. Excel

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Penggunaan Rumus Dasar Excel

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-3

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Matematika dan Trigonometri dalam Excel
  • Memahami beberapa perintah fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menggunakan Fungsi Matematika dan Trigonometri
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Matematika dan Trigonometri

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-4

Kemampuan akhir yang diharapkan :

  • Mengetahui dan Memahami Fungsi Absolut
  • Memahami beberapa perintah terkait dengan fungsi Absolut
  • Dapat menggunakan Fungsi Absolut
  • Dapat menyelesaikan beberapa permasalahan terkait dengan Fungsi Absolut

Bahan Kajian / Materi Ajar :

  • Fungsi Absolut

Bentuk Pembelajaran :

  • Tutorial
  • Praktikum

Kriteria Penilaian / Indikator :

  • Penguasaan Konsep
  • Kedisiplinan
  • Diskusi

Bobot Nilai : 10%

.

Minggu ke-5